Saksi bisu keganasan tsunami di Aceh

Kehancuran Aceh akibat tsunami telah dipulihkan bahkan lebih baik dari kondisi sebelum bencana, tetapi beberapa tempat mengingatkan kedasyatan tsunami 2004.

Helikopter
Keterangan gambar, Kehancuran Aceh akibat tsunami telah dipulihkan bahkan lebih baik dari kondisi sebelum bencana, tetapi beberapa tempat mengingatkan keganasan tsunami Desember 2004 Di antaranya sebuah helikopter patroli milik polisi hanyut di Desa Lingke, Syah Kuala. Foto-foto Rohmatin Bonasir.
Rumah Sakit Meuraksa
Keterangan gambar, Tembok Rumah Sakit Meuraksa di daerah pesisir Banda Aceh masih berdiri. Rumput di pelataran baru saja dipotong Selasa sore (23/12). Ini dilaporkan untuk mengantisipasi kunjungan presiden atau wapres pada puncak peringatan tsunami.
Rumah Sakit Meuraksa
Keterangan gambar, Tembok bekas gedung rawat inap Rumah Sakit Meuraksa tampak ditembel di sana-sini. Namun gedung tidak terawat meskipun ditetapkan sebagai salah satu situs tsunami.
Kuburan massal Elee Lheue
Keterangan gambar, Lapangan luas di depan bekas rumah sakit dijadikan kuburan massal. Kuburan massal Ulee Lheue tercatat sebagai kuburan massal terbesar kedua bagi korban gempa dan tsunami Aceh. Sekitar 14.800 jasad dimakamkan di sini.
Kapal patroli
Keterangan gambar, Kapal patroli lepas pantai KN 430 terdampar di sebuah lahan di Kampung Punge Blang Cut. Beberapa meter di sebelahnya terdapat kapal KPLP 328 yang juga terdampar. Kedua kapal tidak terawat.
Kapal apung
Keterangan gambar, Kapal PLTD Apung di Punge Blang Cut lebih ramai dikunjungi orang dan lebih terawat. Sebelum tsunami, kapal berbobot 2.600 ton berfungsi sebagai kapal pembangkit tenaga listrik. Kapal terdorong setidaknya lima kilometer dari pelabuhan tempat sandar.