Harga BBM naik, suku bunga acuan dievaluasi

Kenaikan suku bunga acuan biasanya membuat bunga kredit dan deposito meningkat.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kenaikan suku bunga acuan biasanya membuat bunga kredit dan deposito meningkat.

Bank Indonesia mengadakan rapat untuk memutuskan naik atau tidaknya suku bunga acuan hari ini, Selasa (18/11), pasca diumumkannya <link type="page"><caption> kenaikan harga bahan bakar minyak.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/11/141117_tarifbbm_naik" platform="highweb"/></link>

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara, kepada BBC membenarkan bahwa pihaknya akan mengadakan rapat dewan gubernur di luar jadwal bulanan.

"Rapatnya sekarang sedang berjalan, hasilnya mungkin diumumkan sekitar pukul 15.00 WIB," katanya.

Sebelumnya, menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, kenaikan harga bensin dan solar akan membuat inflasi tahunan naik 2% menjadi 7,3%.

Kepala ekonom Mandiri Sekuritas, Aldian Taloputra, menilai suku bunga acuan atau BI rate perlu dinaikkan 25 basis poin untuk menahan laju inflasi.

"Ini menunjukan komitmen BI untuk mengantisipasi ekspektasi inflasi," kata Aldian kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

"Sebetulnya suku bunga acuan sekarang sudah relatif tinggi, tetapi yang kita takutkan ekspektasi inflasi menjadi lebih besar karena kenaikan harga BBM bertepatan dengan kenaikan listrik dan elpiji."

Pihaknya memprediksi kenaikan harga sepanjang tahun ini bisa mencapai 7,5%, sedikit lebih tinggi dari proyeksi pemerintah.

Kenaikan suku bunga acuan biasanya membuat permintaan barang dan jasa menurun sehingga dampak inflasi bisa dikurangi.

Bank Indonesia belum pernah mengubah suku bunga acuan sejak November 2013 lalu dan saat ini masih berada di level 7,5%.