Penurunan harga minyak dunia berlanjut

oil pump

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Produksi minyak AS telah meningkat terutama di Dakota Utara dan Oklahoma.

Harga minyak mentah acuan Brent turun sebesar US$3,6 - atau sekitar 4,4% - menjadi US$77,52 (Rp946.000) mencatat level terendah baru selama empat tahun.

Harga minyak mentah di Amerika Serikat juga anjlok di level terendah empat tahun, setelah turun US$2,57 menjadi US$74,28.

Harga minyak <link type="page"><caption> sudah turun tajam</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/11/141104_bisnis_harga_minyak.shtml" platform="highweb"/></link> sejak musim panas, yaitu sekitar 30% di bawah harga pada Juni.

Penurunan terjadi karena para pelaku perdagangan yakin anggota negara-negara pengekspor minyak OPEC, yang menguasai sekitar 40% dari ekspor minyak dunia, <link type="page"><caption> tidak akan memotong produksi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/11/141110_video_minyak" platform="highweb"/></link>

Sebanyak 12 negara anggota OPEC akan bertemu akhir bulan ini untuk membahas pasar minyak global.

Penurunan harga minyak biasanya memicu negara-negara OPEC untuk membatasi produksi sehingga pasokan menjadi berkurang dan harga menjadi naik.

Banyak negara membutuhkan harga minyak yang lebih tinggi untuk membiayai peningkatan pengeluaran pemerintah.

Tapi komentar terakhir dari menteri minyak Arab Saudi dan Kuwait mengindikasikan bahwa anggota OPEC mungkin tidak akan menyetujui pemotongan produksi.

Departemen energi AS mengatakan pekan ini bahwa pihaknya memperkirakan harga bahan bakar yang turun ini akan bertahan hingga tahun depan.