Persiapan pemilu luar negeri 'rampung'

ballot paper,

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pemilih di luar negeri lebih antusias dalam pilpres dibandingkan pileg lalu.

Komisi Pemilihan Umum di Jakarta merasa yakin bahwa pemilihan presiden bagi WNI di luar negeri yang dimulai besok akan berjalan baik tanpa kendala berarti.

Jumlah pemilih tetap untuk luar negeri yang sudah ditetapkan adalah sekitar dua juta yang tersebar di 117 negara.

Pada Jumat (04/07), pilpres digelar di sejumlah kota di Timur Tengah, seperti Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, dan Riyadh.

Sementara pemilu di Malaysia - sebagai kantong WNI terbesar di luar negeri - akan berlangsung pada Sabtu besok.

Komisioner KPU Arif Budiman mengklaim persiapan jelang pemilu sudah rampung.

"Kami sudah mengatur tiga hal, pertama kesiapan anggaran sudah didistribusikan ke daerah-daerah."

"Kedua kesiapan personil dari KPU RI hingga KPPS di tingkat TPS sudah siap, ketiga masalah logistik juga sudah didistribusuiak hingga tingkat kabupatan/kota," katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

Namun lembaga penggiat hak buruh migran yang ditunjuk menjadi pemantau pemilu luar negeri, Migrant Care, menilai masih banyak masalah jelang pemungutan suara.

"Informasi kurang"

Direktur Migrant Care, Anis Hidayah, mengatakan dari jumlah DPT saja, masih banyak yang diperkirakan belum terdaftar.

DPT hanya sekitar dua juta sedangkan WNI di luar negeri yang memiliki hak pilih diperkirakan mencapai 6,5 juta.

Selain itu, informasi soal penyelenggaraan pilpres dinilai masih kurang. "Masih banyak yang belum tahu di beberapa negara bahwa pilpres sudah dimulai dan surat suara lewat pos sudah dikirim dari hari-hari kemarin," papar Anis.

"Saya kira dalam waktu 24 jam yang perlu dibereskan adalah memastikan tidak ada intimidasi kepada buruh migran untuk memilih pasangan tertentu.

"Juga memastikan bahwa surat suara steril dari kecurangan," sambungnya.

Ini diungkap Anis di tengah beredarnya banyak berita - yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya - mengenai dugaan adanya tulisan nomor satu di amplop pemilih di Taiwan.

Sementara itu dalam pilpres kali ini, sejumlah pemilih luar negeri mengaku lebih <link type="page"><caption> antusias melakukan pencoblosan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/07/140702_pilpres_pemilihan_luar_negeri.shtml" platform="highweb"/></link> dibandingkan saat pemilu legislatif lalu.

Partisipasi pemilih dalam pemilu legislatif lalu memang tercatat sangat rendah yaitu sekitar 22%. Namun dalam pilpres kali ini, partisipasi diharapkan meningkat hingga 32%.