Ada 'provokasi' menjelang pemilu di Papua

Sumber gambar, BBC World Service
Panglima Kodam XVII Cendrawasih, Mayjen TNI Christian Zebua, mengakui masih ada provokasi dari kelompok tertentu untuk memboikot pemillihan presiden di Papua.
Di salah satu dinding putih di dekat kampus Universitas Cendrawasih di Waena, pinggiran Jayapura, memang terlihat ada beberapa tulisan berwarna merah yang menyerukan boikot pemilihan presiden.
Bagaimanapun Mayjen Zebua melihatnya sebagai provokasi yang sporadis di tengah kondisi keamanan yang cukup kondusif menjelang pemillihan presiden Rabu 9 Juli.
"Nyatanya pengaruh-pengaruh mereka tidak siginifikan, itu terlihat dari beberapa kegiatan selama ini, mereka tidak membuat apa-apa," jelasnya kepada wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar di Jayapura.
"Polanya sama semua dan masyarakat cukup cerdas melihatnya. Masyarakat sekarang ini membutuhkan bagaimana mereka bisa meningkatkan kesejahteraanya."
Mayjen Zebua menambahkan tidak ada penambahan pasukan khusus untuk pengamanan pemilu selain peningkatan konsentrasi di titik-titik tertentu lewat penggeseran pasukan.
Tindakan pencegahan
Terkait dengan penyelundupan senjata Senin (30/06) malam, tiga orang sudah ditangkap dan dua senjara laras panjang disita.
Awal Mei, aparat keamanan Papua juga menangkap seseorang yang diduga menyelundupkan senjata dan amunisi yang diduga dibeli dari Filipina Selatan.
Namun Majen Zebua tidak melihat rangkaian penyelundupan senjata itu sebagai peningkatan dari kegiatan kelompok-kelompok tertentu..
"Kita berhasil menyitanya, tapi tidak berarti terjadi peningkatan. Memang menunjukkan ada pendanaan tapi kecil. Senjatanya juga bukan yang canggih dan bukan yang baru," tegasnya.









