Berkat hujan buatan, asap di Riau 'berkurang'

Sumber gambar, AFP
Pasca hujan buatan yang turun pada hari Minggu (16/03) asap yang sebelumnya menyelimuti Pekanbaru dan Bukittinggi sudah lenyap, seperti disampaikan sejumlah warga.
"Alhamdulillah sejak hujan buatan kemarin, kabut sudah jauh berkurang," kata <link type="page"><caption> warga Pekanbaru</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/03/140313_kabut_asap_riau_kesehatan.shtml" platform="highweb"/></link> Winda Gusnita kepada Pinta Karana.
"Mungkin karena presiden datang, aparat di sini bekerja keras membuat hujan," tambahnya.
Kondisi yang sama juga terjadi di Bukittinggi, Sumatra Barat.
"Alhamdulillah, sudah tidak pakai masker lagi sejak kemarin, sejak hujan turun. Sinar matahari juga sudah terlihat," kata seorang warga Bukittinggi, Jaya Putra.
Sebelumnya, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bahwa 11 ton garam berhasil ditabur oleh pesawat Cassa untuk membuat hujan di beberapa wilayah Sumatra.
Pantauan satelit pasca hujan menunjukkan bahwa tidak ada titik api yang terdeteksi di Riau.
"Pada Minggu (16/3) sore satelit NOAA18 tidak mendeteksi titik api di Riau," kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima BBC Indonesia.
Indikator udara atau ISPU pada hari Minggu menunjukkan kualitas udara sudah membaik di semua lokasi kecuali di Libo yang menunjukkan angka 401 psi.
Khawatir
Meski situasi sudah relatif terkendali, warga mengaku masih khawatir asap akan kembali pada musim kemarau.
Sementara itu, dalam kunjungan ke Riau pada hari Minggu, <link type="page"><caption> Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/03/140314_kabut_asap_komentar_bnpd_riau.shtml" platform="highweb"/></link> meminta semua lembaga terkait agar memastikan api padam dan asap hilang dalam waktu paling lama tiga minggu.
Yudhoyono juga meminta pelaku pembakaran hutan dihukum setegas-setegasnya.
"Penegakan hukum harus tegas, keras dan cepat. Kita harus menimbulkan efek jera untuk mereka yang menyebabkan bencana kemanusiaan yang mengganggu kehidupan masyarakat, transportasi dan menutup sekolah serta dampak luas yang lain," kata presiden.
Begitu presiden turun ke lapangan dan memimpin pengendalian kabut asap di Riau, pihak-pihak terkait secara intensif dilaporkan melakukan pemadaman.









