Kabut asap Riau hentikan mayoritas penerbangan

kabut asap

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Masa tanggap darurat asap yang selesai 12 Maret, diperpanjang selama 14 hari di Riau.

Hampir semua penerbangan di Bandara Sultan Syarif Qasim II, Pekanbaru, hari ini dibatalkan menyusul pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Riau.

Manajer Operasional Bandar Udara Riau Serasi Ginting mengatakan jarak pandang pada Rabu (12/03) pagi hanya sekitar 300 hingga 500 meter.

"Normalnya hari ini bisa sampai 70 penerbangan, tetapi saat ini hanya ada lima jadwal. Itu pun masih belum pasti apakah jadi berangkat atau tidak," katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

"Yang pasti hanya ada satu penerbangan [maskapai Lion] yang sudah berangkat tadi pagi, sisanya belum tahu. Kalau cuaca begini bisa batal semua itu, cuma belum ada pemberitahuan," sambungnya.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pada Selasa (11/03) malam menyebut ada 145 titik api yang terpantau di Riau.

Sebanyak 38 titik api ada di Bengkalis, 20 di wilayah Meranti, dan masing-masing 19 titik api di Siak dan Pelalawan.

"Jauhnya lokasi titik api, tidak adanya air dan asap yang pekat menyebabkan kendala pemadaman," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan persnya.

"Lebih parah"

Winda Gusnita, 41, warga Pekanbaru mengaku sudah sangat terganggu akibat kabut asap yang hampir sebulan masih juga belum hilang.

"Belum ada perubahan, terasa dari aromanya kita sudah bisa cium aroma kayu bakar, di luar sudah putih semua," katanya.

Dia menilai kabut asap kali ini lebih parah dari tahun lalu dan hampir semua keluarga di wilayahnya mengeluh sesak nafas dan batuk.

Sejumlah aktivitas, terutama pendidikan, juga terganggu.

"Anak saya sekolah masih libur. Untuk yang SMP sudah empat hari ini diliburkan, sementara yang SD sudah dari lama tidak masuk sekolah."

Dia mendesak pemerintah untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan di wilayah itu agar masalah kabut asap yang tiap tahun muncul bisa diselesaikan dengan tuntas.

Untuk pertama kalinya, asap mencapai kota Bukit Tinggi, Sumatra Barat, seperti disampaikan seorang warga setempat, Jaya Maulana.

Ia mengatakan kepada BBC asap sudah sampai ke kota itu sejak 10 hari lalu namun puncaknya terasa awal pekan ini dan sangat mengganggu warga.