Asap batalkan 60% penerbangan di Riau

Kondisi asap di bandar udara Riau
Keterangan gambar, Penumpang di Riau menunggu di bandar udara dengan harapan bisa terbang.
    • Penulis, Rohmatin Bonasir
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Sekitar 60% penerbangan di Bandara Sultan Syarif Qasim II, Pekanbaru, hari ini (10/03) dibatalkan karena jarak pandang kurang dari batas minimum 1.000 meter akibat asap kebakaran hutan di Provinsi Riau itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Operasional Bandar Udara Riau Baiquini Sudrajat kepada BBC Indonesia.

Jarak pandang sore ini menjadi 600 meter. Jarak pandang memang berasal dari asap dari pembakaran hutan kemudian menebal. Info dari BMKG, arah angin menuju kota Pekan Baru sehingga bandara ini terkena dampaknya sehingga mempengaruhi jarak pandang," jelas Baiquni Sudrajat.

Dengan kondisi tersebut, 50 dari 84 penerbangan harian dalam negeri maupun luar negeri hingga sore ini dibatalkan di bandar udara tersebut.

"Penerbangan tidak bisa maksimal dan kemudian tidak bisa dilakukan pergerakan pesawat baik take off maupun landing. Dari segi komersial artinya suatu kerugian," kata Baiquni.

Meskipun asap kebakaran telah terjadi selama sekitar dua bulan terakhir, kondisi ekstrem sampai membatalkan banyak penerbangan berlangsung selama dua hari terakhir.

Akibatnya para penumpang menumpuk di bandar udara guna menunggu kejelasan penerbangan mereka.

Menurut Baiquni, bila sewaktu-waktu jarak pandang membaik para penumpang siap diberangkatkan. Pilihan lainnya, mereka dapat mengajukan pengembalian harga tiket dari maskapai penerbangan.

Bandar udara di ibukota Provinsi Riau melayani rute domestik dan luar negeri termasuk Singapura, Penang dan Malaka di Malaysia.

Asap telah masuk ke gedung-gedung, tutur Baiquni, dan menyebabkan sesak nafas.