Pengungsi Syiah Sampang diharapkan bisa pulang

Kesepakatan damai atau islah antara warga Sampang, Madura, dengan umat Syiah sudah ditandatangani, Senin (23/09) sore waktu setempat.
Dengan kesepakatan itu maka diharapkan para pengungsi Syiah bisa segera kembali ke rumah mereka.
"Dari pihak pelaku maupun provokator yang sudah memprakarsai islah ini juga berharap para pengungsi untuk segera ke kampung halaman," jelas Ali Ridho dari Ahlul Bait Indonesia yang mendampingi umat Syiah, kepada wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar.
"Hanya saja kita ingin juga ada peran pemerintah yang lebih aktif untuk menyiapkan infrastruktur pascakerusuhan satu tahun yang lalu."
<link type="page"><caption> Kekerasan yang dialami umat Syiah di Sampang pada</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/08/120827_syiahindonesia.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Agustus tahun lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/08/120827_syiahindonesia.shtml" platform="highweb"/></link> sampai menewaskan seorang umat Syiah sementara tujuh lainnya menderita luka berat.
Puluhan rumah juga dibakar dalam aksi kekerasan tersebut oleh warga yang tidak menerima umat Syiah di sekitar tempat tinggal mereka.
Sebelumnya, pada Desember 2011, massa membakar pesantren Misbahul Huda dan sejumlah rumah pemeluk Syiah.
Modal sosial
Aksi kekerasan dengan sasaran umat Syiah di Sampang ini membuat pemerintah didesak untuk bertindak untuk menggagas perdamaian dan menjamin keamanan umat Syiah.
Dan kesepakatan yang dicapai pada hari Senin, menurut Ali Ridho, merupakan tindak lanjut dari sosialisasi ke dalam kedua masyarakat yang selama ini sudah ditempuh.
Dia mengakui belum semua warga masyarakat ikut dalam kesepakatan islah, namun sudah cukup menjadi modal sosial untuk mencapai perdamaian yang lebih luas dan kekal di Sampang.
"Ya memang tidak semua pihak terangkum dalam islah tetapi ada 76 tokoh yang menandatangani ikrar perdamaian dan kita melihat hal itu sudah merupakan modal sosial yang bisa dikembangkan," tambah Ali Ridho.
Dia juga mengharapkan keterlibatan pemerintah dan aparat keamanan untuk menjamin agar perdamaian bisa diwujudkan secara baik.
"Bisa jadi ada satu atau dua orang yang masih belum menerima itu dan akan mengacaukan proses perdamaian yang ada."
<link type="page"><caption> Sekitar 200 warga Syiah masih harus mengungsi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/07/130729_galerifoto_syiahsampang_sidoarjo.shtml" platform="highweb"/></link> karena ketakutan akan menghadapi kekerasan jika kembali ke rumahnya.









