Puluhan imigran gelap ditangkap di Sulawesi Selatan

Sekitar 80 pencari suaka asal Burma, Iran dan Somalia ditangkap di Makassar setelah kapal kayu mereka terdampar di Sinjai, Sulawesi Selatan.
Juru bicara Imigrasi Sulawesi Selatan, Muhammad Bakrie, menjelaskan para imigran itu terdiri dari 51 orang etnis Rohingya, 24 orang Iran dan tujuh orang Somalia.
"Dari Makassar mereka hendak menuju Australia," kata Bakrie. Empat orang awak kapal warga negara Indonesia turut ditangkap dalam insiden ini.
Para imigran gelap tersebut kini ditahan di rumah detensi imigrasi dan warga etnis Rohingya dipisahkan dari tahanan lain.
Langkah itu diambil setelah pecah keributan di Rumah Detensi Imigrasi di Medan, Sumatra Utara pekan lalu antara imigran Rohingya beragama Buddha dan Muslim.
Khawatir terulang
Delapan orang etnis Rohingya beragama Buddha meninggal dunia.
"Kami khawatir ada hal yang tidak diinginkan apalagi setelah ada kerusuhan waktu itu," kata Bakrie.
Ini adalah kedua kalinya dalam satu pekan kapal pembawa imigran etnis Rohingya, yang disebut PBB sebagai salah satu etnis paling teraniaya di dunia, terdampar di Indonesia.
Akhir pekan lalu, 74 orang diselamatkan nelayan di perairan Aceh setelah terombang-ambing di atas kapal tanpa makanan selama beberapa hari.
Sementara itu dalam laporan terpisah, ada dugaan kapal pencari suaka lainnya tenggelam di kawasan Selat Sunda.
Sejumlah media Australia melaporkan pencarian kini tengah dilakukan.
Indonesia selama ini menjadi transit bagi para imigran gelap dari sejumlah negara seperti Iran, Afghanistan, Vietnam dan Burma yang mencari suaka ke Australia.









