Indonesia gagas penanganan korban trafficking

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr untuk membahas soal penyelundupan dan perdagangan manusia di pulau Bali, Selasa (2/4).
Marty dan Carr memimpin Konferensi Tingkat Menteri Regional ke-5 yang bertujuan untuk membahas mekanisme dalam mengatasi perdagangan manusia yang meliputi negara asal, negara transit dan tujuannya.
Pertemuan ini adalah bagian dari "Bali Process" sebuah kolaborasi antara 49 negara anggota dari kawasan Asia Pasifik dan Timur yang sudah berjalan sejak tahun 2002.
Marty mengusulkan pengenalan dari ‘pusat korban’ dalam konferensi.
“Para korban membutuhkan bantuan melampaui berakhirnya eksploitasi atas mereka dan tuntutan hukum apa pun yang mungkin dikenakan pada mereka,” kata dia.
Sejumlah pulau di Indonesia telah lama menjadi tujuan transit para pengungsi. Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat ada peningkatan jumlah pencari suaka yang bepergian ke Australia dengan kapal.
Mempidanakan penyelundup manusia
Banyak dari mereka berasal dari Afghanistan, Irak, Iran dan Sri Lanka dan singgah di Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan laut ke Australia.
Pulau Christmas, yang terletak sekitar 2.600 km dari Australia tetapi hanya berjarak 300 km di selatan Indonesia, sering menjadi tujuan mereka karena itulah wilayah Australia yang terdekat dari Indonesia.
Buruknya kondisi kapal dan kurangnya pasokan serta persiapan, para pencari suaka kerap hilang di lautan antara Indonesia dan Australia.
"Membekali para pembuat kebijakan dan praktisi dengan keahlian untuk mempidanakan pelaku penyelundupan dan perdagangan manusia juga penting," kata Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr
"Saya senang dengan adanya proposal untuk mengembangkan panduan kebijakan,” tambahnya.









