Polri tak keberatan TNI umumkan investigasi Cebongan

Kepolisian Republik Indonesia menyatakan tidak keberatan dengan langkah Tim Investigasi TNI Angkatan Darat yang akan mengumumkan hasil penyelidikan penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta hari ini.
Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Timur Pradopo mengatakan pengumuman TNI AD tidak akan mengganggu penyelidikan yang dilakukan institusinya.
Polisi, kata Timur, masih mengembangkan dua sketsa wajah pelaku berdasarkan keterangan dua orang saksi dalam kasus penyerangan tersebut.
"Mabes Polri masih menyempurnakan sketsa wajah dari keterangan dua saksi. Tentunya kita ingin secepatnya terungkap," kata Timur.
"Kita tidak terganggu dengan rencana tim investigasi TNI AD, kan kita sinergi, artinya mana yang dibutuhkan TNI, kita juga berikan.'
Tim penyidik Polri juga belum menemukan titik terang tentang pelaku penyerangan yang menewaskan empat tahanan di LP Cebongan.
Para korban adalah tersangka pengeroyokan yang menewaskan Sersan Kepala Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dari Grup II Kandang Menjangan, Kartasura, Jawa Tengah. Mereka ditembak mati oleh sekelompok orang bertopeng.
TNI AD rencananya akan mengumumkan hasil penyelidikan tim investigasi bentukannya di Jakarta Kamis sore.
Sementara itu, hari Rabu (3/4) Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengatakan akan melindungi 31 tahanan LP Cebongan yang menyaksikan pembunuhan keempat korban.
Para saksi itu, kata wakil ketua LPSK Lies Sulistiani, menderita trauma dan takut memberikan keterangan, kata seorang pejabat Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
"Mereka adalah saksi yang dalam hal ini melihat langsung peristiwa penembakan di lapas. Lapas kan tempat yang aman tapi peristiwa tersebut yang tak bisa dihindarkan dan mereka dalam posisi yang sangat ketakutan, dalam posisi yang sangat trauma, dan sangat mungkin mereka juga potensial untuk terancam," kata Lies.
Mereka adalah penghuni Blok Anggrek LP Cebongan dimana









