Yudhoyono minta pengusutan kasus LP Cebongan transparan

Presiden Susilo Bambang Yudyohono memerintahkan agar kasus penyerangan di LP Cebongan Sleman, Yogyakarta, diungkap secara transparan.
“Saya sudah berikan instruksi untuk usut dengan tuntas. Tanggung jawab kepada rakyat. Bikin semuanya transparan, akuntabel,” kata Yudhoyono dalam rapat terbatas di kantor presiden, Senin (1/4).
"Siapapun yang terlibat, terbukti bersalah, beri sanksi hukum untuk kepastian hukum di negeri ini dan untuk keadilan," tambahnya.
Sementara itu polisi masih berusaha mengidentifikasi kelompok penyerang.
“Kita kembangkan dari salah satu tersangka yang tidak pakai tutup muka, itu sekarang kita periksa bersangkutan yang tahu, kemudian mudah-mudahan dari yang dia ketahui kita formulasikan dalam bentuk sketsa sehingga masyarakat bisa mengetahi itu semua,” kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo.
Para pelaku mendatangi lembaga pemasyarakatan itu pada Sabtu, 23 Maret 2013 dan menembak mati empat tahanan di Blok Anggrek yang telah membunuh seorang anggota Kopassus.
Mereka merusak server dan monitor kamera CCTV sehingga aparat kini hanya bisa berharap dari kesaksian sipir dan para tahanan di Blok Anggrek yang menyaksikan peristiwa itu.
Polisi juga masih menunggu hasil uji balistik terhadap peluru yang digunakan oleh pelaku penyerangan.
“Hasilnya masih dua minggu lagi,” kata Timur.
Uji balistik ini menurut polisi untuk mengetahui jenis senjata yang digunakan oleh pelaku. Akhir pekan kemarin, polisi telah merampungkan sketsa pelaku penyerangan dan akan disebarkan.
Peristiwa ini mendapat kecaman keras dari banyak pihak. Keamanan fasilitas negara seperti lembaga pemasyarakat dipertanyakan. Komnas HAM juga mendesak dibentuknya tim pencari fakta independent untuk menyelidiki kasus ini.









