Rekaman data penerbangan Sukhoi terus dicari

Kotak hitam

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kotak hitam berisi percakapan pilot cukup untuk investigasi kecelakaan Sukhoi Superjet 100.

Tim penyelamat Indonesia dan Rusia hingga, Senin (21/5) masih terus melakukan pencarian kotak rekaman data penerbangan (FDR) pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat.

"Masih dicari, cuma personil saja yang dikurangi. Karena yang dicari adalah benda kecil seberat lima kilogram maka lebih baik jika yang diturunkan mereka yang sangat ahli saja," papar juru bicara Basarnas Gagah Prakosa saat dihubungi BBC Indonesia.

Saat ini, lanjut Gagah, sekitar 86 orang anggota tim pencari masih berada di sekitar lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa 45 orang penumpang dan awak pesawat itu.

Gagah memastikan tidak ada batas waktu penghentian pencarian. Pekerjaan tim akan selesai jika FDR itu ditemukan.

Tim pencari Rusia, tambah Gagah, sejauh ini juga belum terlihat akan menghentikan upaya pencarian.

"FDR itu pada dasarnya adalah kotak hitam juga. Kotak hitam terdiri dari dua bagian yaitu CVR yang berisi percakapan pilot dan FDR yang berisi rekaman data penerbangan," terangnya.

Tidak menghambat

Meski berisi data-data rekaman penerbangan, Gagah mengatakan, investigasi penyebab kecelakaan tidak akan terhambat meski FDR nantinya dinyatakan tidak ditemukan.

"Memang investigasi akan lebih mudah jika FDR ditemukan. Namun KNKT sudah memastikan investigasi tak akan terganggu meski FDR tidak ada," kata Gagah.

Pendapat Gagah ini didukung pengamat penerbangan Dudi Sudibyo. Dia mengatakan investigasi bisa dilakukan cukup dengan rekaman percakapan pilot.

"Tentu bisa membantu karena CVR berisi rekaman pembicaraan pilot dengan ATC (pemandu lalu lintas udara), pilot dengan pramugari, public announcement dan pilot dengan pilot lain," kata Dudi.

Sejatinya, kotak hitam terdiri dari CVR dan alat perekam data penerbangan yang bisa memberikan data "perilaku" pesawat.

"FDR bisa detail lagi karena merekam perilaku pesawat, termasuk engine (mesin), gerakan flap (sayap) itu terekam semuanya," kata Dudi.