Keluarga TKI masih yakin ada organ jenazah yang hilang

herman_abdul_kadir_
Keterangan gambar, Keluarga masih menyakini organ tubuh ketiga TKI telah hilang setelah diterbangkan dari Malaysia.

Keluarga tiga TKI asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang tewas di Malaysia akan mempertanyakan hasil otopsi yang dilakukan Kepolisian Indonesia.

Sebelumnya keluarga ketiga TKI -Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noon- menduga adanya organ tubuh yang hilang dari jenazah ketiganya. Namun belakangan Kepolisian Indonesia mengatakan organ tubuh ketiganya berada dalam kondisi yang lengkap.

Pegiat Migrant Care, Anis Hidayah mengatakan keluarga korban juga akan menyampaikan laporan tentang kondisi jenazah ketiganya kepada Komnas HAM di Jakarta.

"Keluarga tetap menyakini ada beberapa organ yang tidak ada, kita kan tidak bisa mengabaikan apa yang dilihat keluarga. Jadi Orang yang melihat bahwa ada bola mata atau tidak itu kan kelihatan itu ada barang apa tidak dan bukan persoalan apakah mereka mempunyai kemampuan ilmu forensik atau tidak," kata Anis kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

"Kita juga hari Rabu (02/05) akan menyampaikan laporan pembanding kepada Komnas HAM karena prosedur penembakannya juga masih dipersoalkan."

Polisi pada akhir pekan lalu telah mengatakan mereka tidak menemukan adanya organ ketiga jenazah yang hilang. Menurut hasil otopsi yang dilakukan oleh Polisi ketiganya tewas akibat luka tembak.

"Berdasarkan hasil otopsi dari jenazah terhadap tiga jenazah TKI, disimpulkan bahwa sebab kematian tiga jenazah adalah akibat luka tembak dan dada sebelah kiri, sedangkan seluruh organ vital tubuh meliputi otak, mata, jantung, ginjal, hati dalam keadaan lengkap," Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Polisi Dr. Musaddeq Ishaq.

Lapor Komnas HAM

Menurut Anis, keluarga ketiga TKI masih belum puas dengan hasil otopsi yang dilakukan Kepolisian Indonesia.

Selain berencana menyampaikan laporan pembanding kepada Komnas HAM, keluarga ketiga korban bersama Migrant Care dan sejumlah lembaga yang kerap memeberikan advokasi kepada pekerja migran akan mendatangi Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta untuk menyampaikan sejumlah tuntutan.

"Kita besok (01/05) akan datang membuat aksi ke depan Kedubes Malaysia meminta pengusutan tuntas kasus penembakan terhadap tiga TKI dan penghentian kriminalisasi buruh migran asal Indonesia juga penegakan HAM," kata Anis.

Untuk menuntaskan kasus ini Pemerintah Indonesia terus berupaya menunjukkan komitmennya, Kementerian Luar Negeri awal pekan lalu telah mengirimkan tim untuk mengetahui peristiwa penembakan TKI di Malaysia tersebut.

Pemerintah Malaysia lewat kepolisian setempat kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang dikirimkan telah mengatakan bahwa penembakan terhadap tiga WNI itu dilakukan sebagai pembelaan diri karena mereka melawan ketika akan ditangkap.