Ada 'istri simpanan' di buku anak-anak

Sumber gambar,
Dua hari terakhir ini, dunia pendidikan dikejutkan dengan sebuah cerita berjudul Bang Maman dari Kali Pasir, yang termuat di buku pelajaran Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta untuk murid kelas 2 sekolah dasar.
Cerita fiksi itu mengisahkan seorang pedagang buah bernama Bang Maman yang menyuruh seorang perempuan untuk berpura-pura menjadi istri simpanan menantunya dengan harapan sang menantu yang telah jatuh miskin bercerai dengan anak kesayangannya.
Pihak Kementerian Pendidikan berjanji akan segera menyelidiki kasus ini termasuk meminta keterangan dari penerbit dan penulis cerita, namun kementerian menekankan mereka hanya bertanggungjawab terhadap buku wajib. Sedangkan Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta bukan buku wajib.
Sejumlah orang tua murid yang terkejut karena anak mereka tiba-tiba menanyakan apa arti istri simpanan mempertanyakan mekanisme kontrol sehingga teks itu lolos.
Salah satunya adalah Aprilina Prastari seorang ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai penulis cerita anak.
"Dalam pengertian anak saya, istri simpanan itu adalah istri yang disimpan dalam lemari. Akhirnya saya memutuskan untuk menjelaskan apa adanya saja dengan tekanan bahwa memiliki istri simpanan bukan hal yang baik," kata Aprilina kepada BBC Indonesia.
Menurut Aprilina, untuk mengajarkan nilai-nilai yang baik bisa dilakukan dengan kisah lain.
"Kalau cuma menjelaskan antagonis dan protagonis ada beribu cerita yang bisa dikisahkan, tidak harus dengan tokoh manusia. Kalau pun dengan tokoh orang, ya tidak perlu dengan kisah istri simpanan. Hal itu mencerminkan tidak adanya editor dan korektor yang mengecek buku pelajaran itu dengan baik," kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan DKI yang dihubungi oleh BBC Indonesia belum bisa dimintai komentarnya.
Inilah teks lengkap cerita Bang Maman dari Kali Pasir.
"Bang Maman dari Kali Pasir"
Bang Maman adalah pedagang buah di Kali Pasir. Bang Maman mempunyai anak perempuan bernama Ijah dan berkata ingin menjodohkannya dengan Salim anak Pak Darip orang kaya di Kali Pasir. Tak lama setelah Salim dan Ijah menikah, Pak Darip meninggal dunia. Pak Darip meninggalkan harta warisan berupa kebun yang sangat luas kepada Salim.
Salim tidak bisa mengurus kebun peninggalan ayahnya, dan minta Kusen mengurusnya. Istri Kusen mempunyai rencana jahat, dia meminta suaminya menjual kebun Salim. Setelah kebun dijual mereka melarikan diri. Salim menjadi miskin, harta warisan ayahnya sudah habis. Akhirnya Salim berjualan buah di pasar.
Bang Maman mengetahui Salim telah jatuh miskin. Bang Maman ingin Ijah bercerai dengan Salim, karena Salim telah jatuh miskin. Ijah tidak mau, biar miskin Ijah tetap setia kepada Salim.
Akhirnya Bang Maman meminta bantuan kepada Patme supaya berpura-pura menjadi istri simpanan Salim. Patme setuju atas permintaan Bang Maman. Kemudian Patme datang ke rumah Salim dan berbicara dengan Ijah. Patme mengaku sebagai istri Salim. Patme dan Ijah bertengkar. Ijah merasa kecewa dan marah kepada Salim.
Kemudian Salim memberikan penjelasan kepada Ijah, namun Ijah tidak percaya. Akhirnya Salim pergi meninggalkan Ijah.
Suatu hari Ijah berkenalan dengan Ujang. Ujang Adalah seorang perampok yang sudah lama dicari polisi. Dengan menyamar seperti orang kaya Ujang datang melamar Ijah. Lamaran Ujang diterima dan akhirnya Ujang dan Ijah menikah.
Pada saat pernikahan berlangsung datanglah polisi menangkap Ujang dan gentong. Mereka sudah lama dicari polisi karena sebagai perampok. Namun Ijah tidak tahu kalau mereka sebagai perampok. Mereka akhirnya dibawa ke kantor polisi dan Bang Maman sebagai saksi.
Polisi minta agar semuanya tenang. Dijelaskan oleh polisi bahwa yang ditangkap itu adalah buronan. Mereka ditangkap karena sering berbuat jahat. Mereka suka merampok dan menipu. Akhirnya pesta perkawinan berangsur-angsur bubar.









