Exxon diminta tangani merkuri di Aceh

Logo Exxon
Keterangan gambar, Exxon berjanji akan membantu mengatasi merkuri
    • Penulis, Rohmatin Bonasir
    • Peranan, BBC Indonesia

Pemerintah Indonesia meminta perusahaan minyak dan gas, Exxon Mobil membersihkan dugaan pencemaran merkuri di bekas lahannya di Aceh Utara, kata pejabat.

Asisten Deputi Urusan Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Pertambangan, Energi, dan Migas Kementerian Lingkungan Hidup Rasio Ridho Sani mengatakan permintaan tersebut telah disampaikan secara lisan dan akan segera menyampaikan permintaan tertulis kepada PT ExxonMobil Indonesia.

"Tim kami setelah melakukan pemantauan di bekas lahan milik PT ExxonMobil Indonesia yang telah diserahkan kepada pemerintah Aceh, ditemukan ada merkuri pada kedalaman 60 cm," kata Sani kepada BBC Indonesia.

Lahan seluas 4,2 hekar tersebut diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada 2009 lalu setelah tidak digunakan lagi oleh Exxon.

Masih terikat

Meski lahan telah diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Aceh Utara, menurut Rasio Ridho Sani, Exxon masih terikat kontrak peraturan lingkungan hidup.

"Siapa yang mencemari, dia harus bertanggungjawab. Kedua terkait pengolahan limbah B3, termasuk merkuri, ada prinsip-prinsip liability, tanggungjawab mutlak dari penghasil limbah tersebut. Sejauh ini berdasarkan apa yang kami lihat, karena lahan tersebut adalah milik PT Exxon dan kami temukan pada kedalaman 60 cm, itu diperkirakan dari kegiatan lama," tambah Sani.

Exxon menggunakan lahan tersebut, antara lain untuk bengkel, klinik, dan perkantoran. Namun humas Exxon di Indonesia, Maman Budiman menegaskan Exxon tidak melakukan pencemaran di bekas lahan operasinya.

Bagaimanapun, Budiman mengatakan Exxon bersedia bekerjasama meski bentuk-bentuknya masih akan dibicarakan.

"ExxonMobil memang sudah berkomitmen untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk menangangi masalah ini," kata Budiman.

Dia menambahkan lahan telah diserahkan kembali ke pemerintah setelah digunakan oleh operasional Exxon.

"Di daerah itu selama digunakan oleh kita, tidak ada operasi produksi minyak dan gas. Itu daerah bekas bengkel alat-alat berat, ada klinik masyarakat, kemudian ada juga welding shop (bengkel las) dan gudang. Jadi tidak ada operasi merkuri di daerah yang sekarang ini ditemukan ada merkuri di dalam tanah," tutur Budiman.

Dia membantah bila komitmen Exxon membantu pembersihan merkuri terkait pengakuan bahwa perusahan minyak dan gas tersebut mempunyai andil dalam pencemaran di bekas lahannya.