Qantas investigates its in-flight headphones
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC antara lain tentang masalah headphones yang dipakai Qantas dan kekhawatiran PBB atas obat bius legal.
Qantas investigates its in-flight headphones

The Australian airline Qantas has launched an investigation into allegations that its in-flight headphones were made in a Chinese prison where inmates are regularly beaten.
Former inmates, in Dongguan Prison, in the province of Guangdong, told an Australian newspaper they had been made to work more than seventy hours a week and paid one dollar and thirty cents a month.
The inmates were also held in solitary confinement if they failed to meet production targets.
The items were supplied to several airlines, including British Airways and Emirates, by a company based in Vietnam .
A Qantas spokesman said the company was very concerned by the allegations and had suspended its use of the supplier until an investigation was carried out.
Qantas selidiki headphones yang dipakai dalam penerbangan
Maskapai penerbangan Australia, Qantas melakukan penyelidikan atas tuduhan yang menyebutkan bahwa headphones yang mereka pakai dalam penerbangan dibuat oleh tahanan di sebuah penjara di Cina yang seringkali dipukuli.
Seorang bekas tahanan, di Penjara Dongguan, Provinsi Guangdong mengatakan kepada surat kabar Australia bahwa mereka dipaksa bekerja selama lebih 70 jam seminggu dan hanya dibayar US$1,3 per bulan.
Para tahanan akan dikurung seorang diri jika mereka tidak mencapai target produksi yang ditentukan.
Produk-produk itu disuplai ke beberapa maskapai penerbangan termasuk British Airways dan Emirates, oleh sebuah perusahaan yang berpusat Vietnam.
Juru bicara Qantas menyampaikan bahwa perusahaan itu merasa prihatin atas masalah ini dan telah menghentikan pemakaian headphones yang disuplai perusahaan itu sampai penyelidikan selesai.
UN warns on 'legal higs' danger

The United Nations Office on Drugs and Crime says there is an alarming increase in so called legal highs.
In its latest World Drug Report, it says that while the use of traditional drugs such as heroin or cocaine is globally stable, new psychoactive substances are being identified all the time and the authorities are struggling to keep up.
The report warns that these substances can be far more dangerous than traditional drugs.
It says many of these new psychoactive substances appear to originate in Asia and are spread via the internet.
North America and Europe appear to be the biggest markets, although the UN says this is a global problem.
PBB peringatkan bahaya narkotika yang dianggap legal
Badan PBB yang menangani masalah narkoba dan kejahatan menyampaikan kekhawatiran atas pemakaian obat-obatan yang dianggap legal yang terus meningkat.
Dalam laporan tahunannya mengenai narkoba dan kejahatan, mereka menyebutkan bahwa meskipun pemakaian beberapa obat-obatan (narkotika) seperti heroin atau kokain secara global cukup stabil, kandungan priskotropika baru selalu diidentifikasi dan pihak yang berwenang mengalami kesulitan mengikuti perkembangannya.
Laporan itu memperingatkan bahwa kandungan-kandungan itu bisa lebih membahayakan daripada obat-obatan tradisional.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa banyak kandungan psikotropika yang baru berasal dari Asia dan menyebar melalui internet.
Amerika Utara dan Eropa menjadi pasar terbesar, meskipun PBB mengatakan bahwa ini adalah masalah global.









