Kuwait jails woman for insulting the emir

Emir of Kuwait, Getty images
Keterangan gambar, Sheikh Sabah al-Sabah is described as "immune and inviolable" in the constitution.

Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang seorang wanita yang dipenjara karena dinyatakan bersalah menghina emir Kuwait dan penelitian hama tanaman transgenik.

Kuwait jails woman for insulting the emir

A court in Kuwait has sentenced a woman to eleven years in jail for insulting the emir of the country on the social media website Twitter.

Huda Al-Ajmi, a 37 year-old teacher, has been also convicted of trying to overthrow the regime and insulting a religious sect.

She can appeal the verdict.

Kuwait has punished several Twitter users in recent months for insulting its ruler, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah.

Kuwait penjarakan wanita karena menghina emir

Satu pengadilan di Kuwait memutusan untuk memenjarakan seorang wanita selama 11 tahun karena telah menghina emir melalui situs jejaring sosial, Twitter.

Huda Al-Ajmi, guru berumur 37 tahun juga didakwa berupaya menggulingkan rezim dan menghina satu sekte keagamaan.

Dia dapat mengajukan banding.

Kuwait telah menjatuhkan hukuman bagi beberapa pengguna Twitter dalam beberapa bulan terakhir karena menghina penguasa negara itu, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah.

Pests become more resistant to GM insect-repellent crops

Cotton plant, Getty images
Keterangan gambar, Insects can develop stronger resistance to a type of GM cotton if there are no organic fields nearby.

Scientists in the United States say they've discovered why pests are becoming more resistant to some genetically-modified, insect-repellent crops.

Writing in the journal Nature Biotechnology, a team from the University of Arizona found that insects can develop stronger resistance to a type of GM corn and cotton if there are no organic fields nearby.

The study's lead author, Bruce Tabashnik, told the BBC that when GM-resistant pests bred with insects from organic farming areas, their offspring would be genetically unable to adapt to GM crops, thus making GM crops more effective in the long-run.

Hama lebih kebal terhadap tanaman anti-hama transgenik

Ilmuwan di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka menemukan jawaban mengapa hama menjadi lebih kebal terhadap beberapa tanaman pengusir hama transgenik.

Seperti dijelaskan melalui artikel dalam jurnal Nature Biotechnology, sekelompok peneliti dari Universitas Arizona menemukan bahwa serangga dapat memperkuat kekebalan terhadap jenis jagung dan kapas transgenik jika tidak ada lahan organik di sekitarnya.

Pemimpin penelitian, Bruce Tabashnik mengatakan kepada BBC bahwa saat hama yang kebal tanaman transgenik berkembangbiak dengan serangga dari daerah lahan organik, gen keturunan mereka tidak akan bisa beradaptasi dengan tanaman transgenik, sehingga tanaman transgenik akan menjadi lebih efektif untuk jangka panjang.