Strike begins in Greece over state broadcaster closure

Greek's state broadcaster, Getty images
Keterangan gambar, Workers occupy the main hall of the headquarters of the Greek public broadcaster ERT in Athens.

Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang protes yang terjadi di Yunani karena penutupan stasiun TV nasional dan penangkapan aktivis feminisme di Tunisia.

Strike begins in Greece over state broadcaster closure

A general strike has begun in Greece in protest at the abrupt closure of state-run TV and radio.

The Hellenic Broadcasting Corporation (or ERT) was shut down with just a few hours' notice.

The Greek government said it was to save money, accusing the station of waste.

But staff are occupying its headquarters in Athens and have continued to broadcast online.

Trade unions in Greece are holding a twenty-four-hour strike and have planned protests for later on Thursday.

A BBC correspondent in Athens says the closure has plunged the coalition government into crisis with two parties refusing to support it and threatening new elections.

The government says it will re-open ERT, but with a smaller staff.

Unjuk rasa karena stasiun TV nasional Yunani ditutup

Unjuk rasa di Yunani untuk memprotes penutupan tiba-tiba stasiun televisi dan radio nasional telah dimulai.

Hellenic Broadcasting Corporation atau ERT ditutup hanya dengan pengumuman beberapa jam sebelumnya.

Pemerintah Yunani mengatakan bahwa keputusan ini diambil untuk penghematan dan menganggap bahwa saluran ini sebagai pengeluaran yang sia-sia.

Tetapi karyawan tetap menduduki kantor pusat ERT di Athena dan terus melakukan siaran melalui internet.

Serikat jurnalis melakukan unjuk rasa 24 jam dan merencanakan protes pada hari Kamis.

Wartawan BBC di Athena mengatakan bahwa penutupan saluran ini telah menimbulkan krisis pada pemerintahan koalisi dengan dua partai menolak untuk mendukung dan mengancam akan menggelar pemilu baru.

Pemerintah mengatakan akan membuka kembali ERT tetapi dengan jumlah karyawan lebih sedikit.

Tunisian court jails European feminists after topless protest

Femen feminist activist, Reuters
Keterangan gambar, Police officers detain an activist from the women's rights group in front of Tunisia's Ministry of Justice.

A court in Tunisia has sentenced three European feminists to four months in prison for staging a topless protest in solidarity with a detained Tunisian activist.

The women -two French and one German- were convicted of public indecency.

They were arrested last month after publicly displaying messages on their bare chests in support of the Tunisian feminist Amina Sboui, who is herself on trial for alleged writing graffiti on a cemetery wall.

Ms Sboui caused controversy in Tunisia in March by posting online photos of herself topless with the slogan My Body is My Own written on her torso.

Tunisia penjarakan aktivis feminisme karena 'telanjang dada'

Satu pengadilan di Tunisia menjatuhkan hukuman empat bulan penjara bagi tiga aktivis feminisme Eropa karena melakukan protes dengan bertelanjang dada sebagai aksi solidaritas terhadap aktivis asal Tunisa yang ditahan.

Ketiga wanita -dua asal Prancis dan satu Jerman- dianggap telah melakukan tindakan tidak senonoh di hadapan publik.

Mereka ditangkap bulan lalu setelah secara terbuka menunjukkan pesan yang dituliskan di dada mereka sebagai dukungan atas aktivis feminisme Tunisia, Amina Sboui yang diadili karena diduga menuliskan grafiti di tembok makam.

Sboui mengundang kontroversi di Tunisia pada bulan Maret karena mengunggah foto dirinya bertelanjang dada dengan tulisan 'Tubuh saya adalah milik saya' di bagian perut.