Charles and Camilla visit Syrian refugees

Dua berita BBC mengenai kunjungan Pangeran Charles ke kamp pengungsi di Yordania dan penelitian Neanderthal menjadi bahan pelajaran bahasa Inggris kali ini.
Charles and Camilla visit Syrian refugees
The heir to the British throne, Prince Charles and his wife, the Duchess of Cornwall, are visiting a small refugee camp in Jordan which is home to 1.500 Syrians displaced by fighting in their own country.
The couple are at the camp as part of a three-day tour of the Middle East.
The refugees are living within sight of the Syrian border.
Charles dan Camilla kunjungi pengungsi Suriah
Ahli waris tahta Inggris, Pangeran Charles dan istrinya, Duchess of Cornwall, mengunjungi kamp kecil pengungsi di Yordania. Kamp itu menampung 1.500 warga Suriah yang mengungsi akibat perang di negara mereka.
Pasangan itu berada di kamp sebagai bagian dari kunjungan tiga hari ke Timur Tengah.
Para pengungsi tinggal tidak jauh dari perbatasan Suriah.
New research on Neanderthal demise

New research suggests Neanderthals had sharper vision and bigger bodies than their early modern human cousins and this may have led to their demise.
Analysis of fossil data indicates that larger areas of the Neanderthal brain were devoted to vision and movement, leaving less space for the higher-level thinking needed to form large social groups.
The researchers say living in smaller social groups would mean fewer friends to come to the rescue in times of need.
Penelitian baru tentang kematian Neanderthal
Penelitian baru menunjukkan manusia Neanderthal mempunyai penglihatan lebih tajam dan tubuh lebih besar dibanding manusia modern tahap awal dan hal ini mungkin menyebabkan kematian mereka.
Analsis data fosil menunjukkan sebagian besar otak Neanderthal dikhususkan untuk penglihatan dan gerakan, sehingga ruang untuk berpikir tingkat tingggi kurang padahal hal itu diperlukan untuk membentuk kelompok-kelompok sosial lebih besar.
Para peneliti mengatakan dengan hidup bersama kelompok sosial lebih kecil maka mereka memiliki lebih sedikit teman untuk membantu bila diperlukan.









