Indonesia in HRW report

Polisi dan rumah ibadah Ahmadiyah
Keterangan gambar, The accusations came in a report from the pressure group Human Rights Watch.

Pelajaran Bahasa Inggris dengan membaca berita tentang pemerintah Indonesia yang dituduh Human Right Watch telah gagal melindungi agama minoritas dan kesepakatan damai antara pemerintah Thailand dan kelompok pemberontak Islam.

Accusation by HRW

The authorities in Indonesia have been accused of failing to protect religious minorities from growing intolerance and violence. The accusations came in a report from the pressure group Human Rights Watch.

It spoke of a steady increase in attacks on Christians, Buddhists and members of Muslim minorities -- many at the hands of Islamist militants.

It said often, those responsible received little or no punishment. In response, the government said religious harmony remained strong in Indonesia, which has a large Sunni Muslim majority.

Tuduhan HRW

Pihak berwenang di Indonesia dituduh gagal melindungi agama minirotas dari berkembangnya intoleransi dan kekerasan. Tuduhan itu muncul dalam sebuah laporan kelompok penekan Human Rights Watch.

Laporan itu menyebutkan peningkatan yang terus berlangsung dalam serangan atas Kristen, Buddha, dan anggota Islam minoritas -banyak di tangan militan Islam. Dikatakan sering bahwa mereka yang terlibat mendapat hukuman ringan atau tanpa hukuman.

Sebagai tanggapan, pemerintah mengatakan keselarasan agama tetap kuat di Indonesia, yang memiliki mayoritas Islam Sunni yang besar.

A deal to start talks

The Thai government and a Muslim rebel group have signed a deal to start talks on trying to end a conflict in the south of the country. The insurgency flared up nine years ago and has led to more than 5,000 deaths.

It's the first time the Thai authorities have recognised the rebels and the prime ministers of Thailand and Malaysia are publicly backing the agreement. Previous attempts to end the fighting have failed.

The BBC South East Asia correspondent says those negotiating for the rebels are from an older generation, based in Malaysia, and it's not clear how much sway they have over mostly younger militants fighting inside Thailand.

Kesepakatan untuk memulai perundingan

Pemerintah Thailand dan kelompok pemberontak Musim sudah menandatangani kesepakatan untuk memulai perundingan dalam mengakhiri konflik di selatan negara itu. Perlawanan marak sembilan tahun lalu dan menyebabkan lebih dari 5.000 orang tewas.

Untuk pertama kalinya pihak berwenang Thailand mengakui pemberontak dan perdana menteri Thailand serta Malaysia secara terbuka mendukung kesepakatan itu. Upaya-upaya sebelumnya untuk mengakhiri pertempuran gagal.

Wartawan BBC untuk Asian Tenggara mengatakan mereka yang berunding untuk pemberontak berasal dari generasi yang lebih tua yang bermarkas di Malaysia dan masih belum jelas bagaimana pengaruh mereka atas sebagian besar militan yang lebih muda yang bertempur di Thailand.