Ketika perusahaan judi mendominasi sponsor klub Liga Premier Inggris

Fulham melawan Everton di Liga Premier pada Oktober 2022, kedua tim disponsori oleh perusahaan perjudian yang terdaftar di luar Inggris.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Fulham menghadapi Everton dalam pertandingan Liga Premier Inggris pada Oktober 2022. Kedua tim disponsori oleh perusahaan judi yang terdaftar di luar Inggris.
    • Penulis, Annabel Rackham
    • Peranan, BBC News

Sepak bola dan perjudian memiliki hubungan yang sangat erat, sampai-sampai publik sulit membayangkan suasana pertandingan sepak bola tanpa taruhan.

Fenomena ini tersebar di berbagai aspek pertandingan, mulai dari sponsor yang tertera pada kostum pemain, iklan-iklan, hingga tim sepak bola yang bermitra dengan perusahaan judi di stadion.

Para pegiat berharap adanya perubahan kebijakan sehingga rantai antara sepak bola dan perjudian akhirnya akan putus. Namun, hal itu sepertinya tidak akan terjadi.

Bahkan, kemungkinan besar Liga Premier hanya akan sepakat untuk melarang pemasangan logo perusahaan judi pada kostum tim sepak bola, tetapi jenis-jenis iklan lainnya masih diperbolehkan.

Dalam musim 2022-2023 ini, semakin banyak kaus tim sepak bola Liga Premier disponsori oleh perusahaan judi dibandingkan dengan jenis perusahaan lainnya. Perbandingannya sebesar 8:20.

Karena ajang pertandingan sepak bola telah berkembang menjadi komoditas ekspor olahraga terbesar Inggris, perusahaan-perusahaan menyadari kekuatan periklanan global yang dimilikinya.

Oleh karena itu, perusahaan perjudian memanfaatkan kesempatan menjadi sponsor Liga Premier untuk membuka akses masuk mereka ke pasar Asia, khususnya China. Meskipun sebenarnya perjudian tergolong ilegal di negara tersebut.

Sistem ‘merek putih’

Mungkin Anda mengenali sejumlah perusahaan judi sebagai sponsor klub sepak bola Liga Premier Inggris, beberapa di antaranya Dafabet untuk Bournemouth, Stake.com untuk Everton, atau W88 untuk Fulham.

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Tetapi ada lebih banyak lagi, seperti SBOTOP untuk Leeds United, Fun88 untuk Newcastle United dan Sportsbet.io untuk Southampton. Serangkaian sponsor tersebut merupakan perusahaan-perusahaan judi yang terlibat dalam Liga Premier.

Namun, kabarnya tidak banyak orang Inggris yang benar-benar menggunakan jasa mereka untuk taruhan pertandingan. Sebab, pasar mereka tidak menjangkau para penonton Inggris yang ingin ikut taruhan.

Jika Anda mengunjungi situs mereka, Anda akan menyadari tampilan mereka mirip dengan satu sama lain. Hal ini karena mereka semua, kecuali Dafabet, dikendalikan oleh satu perusahaan, yakni TGP Europe.

TGP Europe adalah pemilik lisensi dan menyewa hak pengoperasian perusahaan-perusahaan perjudian tersebut. Hal ini dikenal sebagai perjanjian ‘merek putih’ (white label agreement).

Matt Zarb-Cousin, seorang mantan pecandu judi yang kini memimpin kelompok kampanye Bersihkan Perjudian (Clean Up Gambling) menuntut transparansi yang lebih besar dari industri tersebut.

“Anda harus mengantongi lisensi untuk beriklan dalam pasar Inggris dan ini merupakan sebuah cara untuk menghindari itu,” kata dia kepada BBC.

“Anda bisa mengambil lisensi yang jenisnya berbeda, sehingga perusahaan-perusahaan ini hanya perlu membayar biaya sewa yang memberikan mereka kesempatan untuk memasarkan diri di Inggris dan juga mengakses pasar global lewat Liga Premier.”

Zarb-Cousin mengatakan karena mereka tidak perlu mendaftarkan diri untuk lisensi penuh, mereka bisa memboncengi lisensi milik operator. Sehingga mereka juga tidak perlu memenuhi kriteria penuh yang biasa diwajibkan oleh Komisi Perjudian bagi perusahaan-perusahaan yang ingin memiliki lisensi.

“Dan ini artinya mereka bisa mengakses pasar Asia, di mana judi online dan iklan perjudian itu ilegal. Orang-orang kemudian mengenal merek-merek tersebut dan akan mencarinya setelah menonton TV," tambahnya.

Seorang juru bicara Komisi Perjudian menyatakan kepada BBC: “Perjanjian merek putih, dan periklanan ajang olahraga, sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari Kajian Pemerintah atas Peraturan Perjudian 2005.

“Kami menyatakan dengan sangat jelas bahwa tanggung jawab untuk kooperasi berada di tangan pemegang lisensi dan tidak bisa diberikan ke pihak mana pun.

“Kegagalan untuk mempertahankan kendali atas pihak-pihak ketiga dapat menimbulkan Tindakan, termasuk penangguhan atau pencabutan izin operasi.”

Baca juga:

Mengapa pasar Asia menjadi sasaran?

Kasino seperti yang di gambar ini hanya legal beroperasi jika mereka berada di daerah bagian China yaitu Macau, yang diberi julukan Las Vegas versi Asia.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kasino seperti yang di gambar ini hanya legal beroperasi jika mereka berada di daerah bagian China yaitu Macau, yang diberi julukan Las Vegas versi Asia.

Jonathan Sullivan, seorang spesialis urusan China dari Universitas Nottingham, menjelaskan bahwa perjudian sudah menjadi ilegal di negara tersebut sejak berdirinya Republik Rakyat China (RRC) pada 1949.

“Partai Komunis China memandangnya sebagai praktik buruk kapitalis yang tidak memiliki nilai sosial dan berpotensi melemahkan tenaga kerja,” kata dia kepada BBC.

Namun, menurut Sullivan, China sudah berkembang menjadi pasar ekonomi sosialis dengan karakteristik China”. Sehingga, beberapa lubang mulai muncul, salah satunya dengan pembangunan kasino di daerah Makau (yang kini dikenal sebagai Las Vegas versi Asia) dan lotre negara.

“Taruhan pertandingan olahraga tetap tergolong ilegal di RRC, itulah mengapa banyak perusahaan taruhan asing mulai menargetkan calon penjudi dari China yang bermunculan. Karena permintaannya besar,” tambah Sullivan.

“Taruhan olahraga untuk Liga Premier Inggris sudah menjadi sangat populer.”

Gabungan penonton Liga Premier secara global diperkirakan dapat mencapai miliaran, dengan China sebagai negara dengan jumlah penonton terbanyak.

Sullivan menyatakan pertandingan biasanya disiarkan secara gratis oleh stasiun TV di China, dengan banyak peliputan dan peminat.

Tentunya, jutaan penonton melihat logo-logo sponsor pada kaus pemain. Beberapa pun di antara mereka memiliki tulisan bahasa China yang tertera, serta kumpulan iklan dengan logo perusahaan judi.

“Anda tidak bisa pergi ke toko taruhan dan menaruh sejumlah uang untuk taruhan pertandingan karena itu ilegal, sehingga Anda perlu sebuah penyedia jasa daring untuk memfasilitasi taruhanmu,” kata dia.

Marc Roca, pemain untuk Leeds United, bermain melawan Allan Saint-Maximin dari Newcastle United. Keduanya mengenakan kaus yang disponsori perusahaan ‘merek putih’ seperti SBOTOP dan Fun88.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Marc Roca, pemain untuk Leeds United, bermain melawan Allan Saint-Maximin dari Newcastle United. Keduanya mengenakan kaus yang disponsori perusahaan ‘merek putih’ seperti SBOTOP dan Fun88.

Baca juga:

“Meskipun itu sebenarnya ilegal dan sangat disensor, warga China bisa mengakses situs-situs itu menggunakan virtual private network (VPN).

“Perusahaan-perusahaan ini tidak bisa berbasis di China, sehingga beberapa basisnya di negara lain seperti Filipina.

Mereka perlu menembus pasar agar dapat menjangkau calon konsumen dari China dan mengiklankan perjudian itu ilegal maka mereka perlu mencari cara alternatif dan cara apa yang lebih baik daripada mengiklankan kaus yang dikenakan tim saat mereka bermain?"

Semua demi uang

Aston Villa mengumumkan pada Januari bahwa mereka telah menyetujui kesepakatan dengan perusahaan judi online dari Malaysia, yakni BK8, sebagai sponsor baru yang akan muncul pada kaus mereka untuk musim 23/24.

Kesepakatan ini menuai reaksi negatif dari para penggemar.

Perusahaan itu sebelumnya telah menandatangani kesepakatan sponsorship dengan Norwich City pada tahun 2021, namun perjanjian itu segera dibatalkan setelah iklan online berisi konten eksplisit seksual BK8 muncul.

Namun, Grup Konsultasi Penggemar Aston Villa bertemu dengan jajaran dewan pengurus tetapi mengumumkan kesepakatan sponsor akan dilanjutkan karena klub membutuhkan uang.

Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan: "Realitas komersialnya, bahwa untuk tim di luar enam besar, sponsor tersebut menawarkan klub dua kali lebih banyak daripada perusahaan non-judi."

Hentikan X pesan
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal

Lompati X pesan

Saat ini, tak ada satu pun dari tim sepak bola Liga Premier ‘Enam Besar’ – yakni Arsenal, Chelsea, Manchester City, Manchester United, Liverpool atau Tottenham Hotspur – memiliki logo perusahaan taruhan pada kaus tim mereka.

Walau begitu, mereka semua memiliki mitra taruhan. Artinya, penonton dari Asia tetap bisa melihat iklan yang disponsori perusahaan perjudian pada papan-papan stadion.

Perusahaan data konsumen Statista memperkirakan selama musim 19/20, dana dari sponsor kaus pada Liga Premier berjumlah hampir £350 juta (Rp6,53 miliar)

Zarb-Cousin mengatakan pandangan bahwa perusahaan perjudian bagaikan sapi perah yang menguntungkan adalah "cara yang sangat picik untuk melihat semua ini".

"Liga Premier digunakan untuk memfasilitasi perjudian ilegal di negara di mana perjudian itu ilegal - itu masalah merek globalnya," katanya.

”Itu juga berdampak pada anak-anak di sini, karena mereka melihat kata ‘taruhan’ pada bagian depan kaus. Apakah situs-situs itu bisa diakses oleh pelanggan Inggris tidak penting.

”Mereka masih bisa membangun koneksi pada benak anak muda bahwa sepak bola dikaitkan dengan taruhan."

Perusahaan perjudian disarankan untuk menyumbang 0,1% dari penghasilan mereka di Inggris setelah membayar kemenangan pada lembaga Sadar Perjudian (Gamble Aware).

Sadar Perjudian sebuah badan amal yang memberikan dukungan kecanduan kepada penjudi bermasalah dan sumber daya ke Pelayanan Kesehatan Nasional di Inggris yakni NHS.

Tingkat masalah perjudian, seperti yang dikaji oleh Komisi Perjudian, tetap stabil pada 0,3% penjudi, tetapi partisipasi baik daring maupun luring terus meningkat setiap tahun.

Sadar Perjudian menerbitkan daftar donasi setiap tahun pada situs mereka dan data terbaru sudah tercatat dari April 2021 sampai Maret 2022.

Tim sampingan Liga Premier, West Ham, memiliki Betway sebagai sponsor mereka. Betway adalah perusahaan berbasis Malta yang menargetkan pasar Inggris.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Tim sampingan Liga Premier, West Ham, memiliki Betway sebagai sponsor mereka. Betway adalah perusahaan berbasis Malta yang menargetkan pasar Inggris.

Baca juga:

TGP Europe, yang mengoperasikan situs-situs judi online sperti 12Bet, 8XBet, BK8, Fun88, SBOT0P, Stake dan Sportsbetio.uk dilaporkan telah menyumbang dana sebesar £2,000 (Rp37,4 juta).

Jika dibandingkan, Betway, perusahaan yang mensponsori West Ham menyumbang £60.200 (Rp1,13 miliar) dan Unibet, sponsor dari tim Championship Middlesbrough FC, membayar £92.000 (Rp1,72 miliar).

Perusahaan induk dari Bet365, yang mensponsori kaus dan stadion tim juara Stoke City, menyumbangkan £2,69 juta dalam kurun waktu yang sama.

Zarb-Cousin mengatakan angka donasi dari TGP Europe “mengecewakan”. Sebab, artinya uang yan mereka kumpulkan tidak banyak yang diinvestasikan untuk upaya membantu pecandu judi di Inggris.

BBC telah menghubungi TGP Europe untuk meminta komentar mengenai jumlah donasi mereka, tapi mereka menolak untuk memberi tanggapan.

Seorang juru bicara untuk Liga Premier mengatakan kepada BBC: "Mitra perjudian klub Liga Premier diatur dan dilisensikan oleh Komisi Perjudian dan diwajibkan untuk mematuhi aturan Otoritas Standar Periklanan."