Selebrasi peselancar Olimpiade hingga erupsi Gunung Ruang – 12 foto paling memukau sepanjang 2024

Foto selebrasi anti-gravitasi peselancar Brasil, Gabriel Medina, setelah berhasil menaklukkan ombak besar di putaran ketiga kompetisi selancar putra Olimpiade Paris pada 29 Juli 2024.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Foto selebrasi anti-gravitasi peselancar Brasil, Gabriel Medina, setelah berhasil menaklukkan ombak besar di putaran ketiga kompetisi selancar putra Olimpiade Paris pada 29 Juli 2024.
    • Penulis, Kelly Grovier
  • Waktu membaca: 11 menit

Ada banyak momen ikonik yang tertangkap kamera dalam setahun terakhir.

Kami telah memilih 12 di antaranya, dari foto selebrasi peselancar Olimpiade di Tahiti hingga kepalan tangan Donald Trump setelah percobaan pembunuhannya di Pennsylvania, AS, dan erupsi Gunung Ruang di Indonesia.

Foto-foto ini bisa dikatakan memukau secara teknis dan/atau membawa cerita yang kuat.

Selain itu, setiap foto mengingatkan kita akan karya-karya seni legendaris yang tak lekang oleh waktu.

Sebagai catatan, penomoran foto di artikel ini tidak menunjukkan peringkat.

1. Gerhana matahari di Bloomington, AS

Gerhana matahari di Bloomington, AS.

Sumber gambar, Reuters

Sebuah pesawat terbang tertangkap kamera tengah membelah gerhana matahari total di langit Bloomington di Indiana, AS, pada 8 April lalu. Siluet jejak kondensasi pesawat di korona matahari yang berkilauan membuat foto ini kian estetis.

Tentu saja, ini bukan pertama kalinya lintasan pesawat terbang dan gerhana matahari bersilangan.

Pada Januari 1925, tujuh ilmuwan sengaja menaiki USS Los Angeles, kapal udara milik Angkatan Laut AS, sambil membawa sejumlah teleskop seberat 227 kilogram untuk mengamati sedekat mungkin gerhana matahari yang melintasi New York.

Beberapa pihak menyebut ini adalah gerhana yang paling banyak ditonton dalam sejarah.

Howard Russell Butler, pelukis AS, turut mengabadikan fenomena alam ini. Ia membuat lukisan tiga serangkai gerhana yang menakjubkan, masing-masing dari tahun 1918, 1923, dan 1925, yang diharapkan dapat menginspirasi anak-anak sekolah lintas generasi.

Garis.

BBC News Indonesiahadir di WhatsApp.

Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

Garis.

2. Upacara pembukaan Olimpiade Paris, Prancis

Upacara pembukaan Olimpiade Paris, Prancis.

Sumber gambar, Akun YouTube Olympics

Memahami sejarah seni bisa menghindarkan kita dari stres dan sakit hati yang tak perlu.

Setidaknya, inilah salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari kontroversi terkait pertunjukan teatrikal saat upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024.

Di pertunjukan itu, sebuah tudung saji raksasa ditarik perlahan ke atas, hingga menampilkan sosok pria nyaris telanjang dengan seluruh tubuh dicat biru di atas meja panjang besar.

Sembari berbaring di nampan yang disesaki buah-buahan, pria itu lantas bernyanyi dengan gaya menggoda dan para drag queens di belakangnya perlahan berdansa.

Baca juga:

Banyak umat Kristen dan orang-orang konservatif yang marah melihat pertunjukan itu, yang disangka memarodikan adegan perjamuan terakhir Yesus di lukisan "The Last Supper" karya Leonardo da Vinci. Mereka mengutuk dan menyebutnya sangat tidak senonoh.

Panitia penyelenggara Olimpiade Paris 2024 meminta maaf, seraya mengklarifikasi bahwa pertunjukan tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk memarodikan adegan "The Last Supper".

Pria nyaris telanjang di nampan buah itu justru disebut merepresentasikan Dionysus, dewa pembuat anggur dalam mitologi Yunani.

Dan, pertunjukan itu sebenarnya bermaksud menggambarkan ulang adegan di lukisan "The Feast of the Gods" yang dibuat Jan van Bijlert pada 1635.

3. Antrean pengungsi di Renk, Sudan Selatan

Antrean pengungsi di Renk, Sudan Selatan.

Sumber gambar, Getty Images

Foto ini menunjukkan para pengungsi yang tengah menunggu giliran untuk mendapatkan bantuan di tengah antrean yang padat di pusat transit di Kota Renk, Sudan Selatan, pada Februari lalu.

Sejak April 2023—saat perang pecah antara tentara Sudan dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF)—hingga Januari 2024, PBB mencatat 1,5 juta warga Sudan telah melarikan diri ke enam negara tetangga untuk menghindari konflik.

Lebih dari 500.000 orang di antaranya memilih kabur ke Sudan Selatan. Imbasnya, negara yang baru berdiri pada 2011 ini kewalahan menampung mereka.

Di foto ini, para pengungsi mengenakan kain dengan warna-warna riang dan pola yang kaya, sangat kontras dengan situasi pilu yang sesungguhnya tengah mereka hadapi.

Harmoni yang tercipta di sana mengingatkan kita akan karya-karya abstrak seniman Sudan, Hussein Shariffe, yang lukisannya kerap mengaburkan batas antara warna yang kita lihat dan rasakan.

4. Erupsi Gunung Ruang di Indonesia

Erupsi Gunung Ruang di Sitaro, Indonesia.

Sumber gambar, AFP

Gunung Ruang, gunung api aktif di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Indonesia, berulang kali erupsi pada April silam, memuntahkan lava panas dan kolom-kolom abu setinggi ribuan meter.

Foto-foto yang mengabadikan momen tersebut tampak mengancam dan memukau di saat bersamaan.

Tak hanya fotografer, para seniman pun sejak lama terpikat dengan kekuatan letusan gunung api yang dahsyat.

Dan, foto erupsi Gunung Ruang, dengan semburan abu vulkanik, bebatuan, dan material lainnya yang tampak begitu sublim, mengingatkan kita akan karya seniman Inggris, John Martin, dari dua abad lalu.

Pada 1822, ia membayangkan kembali letusan Gunung Vesuvius di Italia pada tahun 79 Masehi dan menuangkannya ke sebuah lukisan apokaliptik berjudul "The Destruction of Pompeii and Herculaneum".

5. Tinju Trump pasca-penembakan di Pennsylvania, AS

Tinju Trump pasca-penembakan di Pennsylvania, AS.

Sumber gambar, Getty Images

Terkadang, komposisi terbaik muncul begitu saja di momen-momen bersejarah yang tertangkap kamera. Hasilnya: foto-foto ikonik yang tak lekang oleh waktu.

Kita bisa menemukan ini, misalnya, di foto dua atlet berkulit hitam AS mengacungkan kepalan tangan ke udara saat Olimpiade Musim Panas 1968 di Meksiko.

Ini mereka lakukan sebagai bentuk perlawanan atas rasisme sistemik di Negeri Paman Sam.

Baca juga:

Kepalan tangan bersejarah lainnya tampak di foto Donald Trump pasca-percobaan pembunuhannya ketika berkampanye di Pennsylvania, AS, pada Juli lalu.

Setelah peluru melukai telinga kanannya, Trump justru seakan menantang balik dan mengacungkan tinju dengan wajah berlumuran darah.

Banyak orang menilai ini adalah momen kunci yang membawa Trump kembali menang di pemilu presiden AS.

6. Secercah cahaya di kamp pengungsi Palestina, selatan Gaza

Secercah cahaya di kamp pengungsi Palestina, selatan Gaza.

Sumber gambar, Getty Images

Dalam rangka menyambut Ramadan, dua gadis Palestina menyalakan lentera untuk menghiasi tenda-tenda pengungsi yang penuh sesak di wilayah selatan Gaza pada 29 Februari lalu.

Cahaya lembut lentera itu tampak kontras dengan kegelapan yang mulai menyelimuti sekitar sesaat sebelum matahari tenggelam seutuhnya, plus dengan situasi kelam yang dihadapi para pengungsi.

Saat itu, nyaris 2 juta warga Gaza atau sekitar 90% dari total populasinya telah mengungsi akibat perang.

Baca juga:

Foto secercah cahaya lentera di kamp pengungsi Palestina mengingatkan kita akan lukisan terkenal karya John Singer Sargent berjudul "Carnation, Lily, Lily, Rose".

Di lukisan itu, tampak dua gadis—yang adalah anak dari teman Sargent—tengah menyalakan lampion khas China di sebuah taman di sebelah barat daya Inggris saat senja.

Agar bisa menggambarkan efek cahaya saat senja dengan tepat, Sargent memutuskan melukis dua gadis itu di luar ruangan alih-alih di studio.

Karena itu, pada September-November 1885, setiap harinya ia hanya bisa menghabiskan beberapa menit saat senja untuk mencicil pengerjaan lukisannya.

Dari sana, lahirlah karya indah yang berhasil menangkap kepolosan anak-anak di tengah redup senja yang sementara.

7. Selebrasi anti-gravitasi peselancar Medina di Tahiti

Selebrasi anti-gravitasi peselancar Gabriel Medina saat Olimpiade Paris 2024.

Sumber gambar, Getty Images

Foto selebrasi peselancar Brasil, Gabriel Medina, setelah berhasil menaklukkan ombak besar di putaran ketiga kompetisi selancar putra Olimpiade Paris pada 29 Juli lalu segera viral di media sosial karena ia terlihat seakan melawan gravitasi.

Adegan Medina melayang di udara mengingatkan kita pada banyak sekali karya seni Barat yang menggambarkan kenaikan Yesus ke surga, termasuk lukisan ciptaan Giotto, Rembrandt, Il Garofalo, dan Salvador Dalí.

Gaya Medina mengacungkan telunjuknya pun kian mempertebal kemiripan antara adegan selebrasinya dan kenaikan spiritual.

8. Banjir bandang dari perspektif balkon di Valencia, Spanyol

Banjir bandang dari perspektif balkon di Valencia, Spanyol.

Sumber gambar, Getty Images

Seorang perempuan di Valencia, Spanyol, menatap dari balkonnya pada 30 Oktober ke tumpukan mobil yang tersapu banjir bandang di bawah.

Banjir terjadi setelah hujan lebat datang bersamaan dengan angin kencang dan tornado sehari sebelumnya, yang dipicu fenomena meteorologi DANA—akronim bahasa Spanyol untuk depresi terisolasi di dataran tinggi.

Baca juga:

Dari sudut pandang perempuan di balkon tersebut, kita seakan menyaksikan dunia runtuh.

Hal senada juga muncul di lukisan berjudul "Concurrency, Woman on the Balcony" yang diciptakan seniman Italia, Carlo Carra, pada 1912.

Lukisan bergaya kubisme itu menampilkan fragmentasi perempuan yang tengah menatap dunia dari balkonnya.

9. Billie Eilish larut dalam cahaya di New York, AS

Billie Eilish larut dalam cahaya di New York, AS.

Sumber gambar, Getty Images

Di sebuah acara listening party untuk memperkenalkan album barunya, "Hit Me Hard and Soft", di New York, AS, pada Mei lalu, penyanyi Billie Eilish seakan larut dalam cahaya berasap dan berubah menjadi bayangan besar di sebuah adegan yang bagai mimpi.

Tema luluh dalam cahaya nan megah semacam ini bisa kita temukan pula di lukisan "Light and Colour (Goethe's Theory) – The Morning after the Deluge" yang dibuat seniman JMW Turner pada 1843.

Melalui lukisan tersebut, Turner mencoba menggambarkan momen iluminasi agung yang membuka jalan bagi dimulainya peradaban baru manusia.

10. Perobohan patung diktator Suriah

Perobohan patung diktator Suriah.

Sumber gambar, Getty Images

Rasa benci yang mendalam mendorong warga Suriah berlomba merobohkan patung mantan presiden Hafez al-Assad di berbagai kota sebelum menginjak-injak bagian kepalanya, tak lama setelah keruntuhan rezim otoriter klan Assad pada 8 Desember.

Hafez menjabat presiden Suriah sejak 1971 hingga meninggal pada 2000. Posisinya lantas diteruskan anaknya sendiri, Bashar, yang melarikan diri ke Rusia pada 8 Desember setelah ibu kota Damaskus jatuh ke tangan pemberontak.

Baca juga:

Yang tertangkap di foto ini adalah momen warga Suriah menghentakkan sepatunya di kepala patung Hafez di Damaskus yang dirobohkan pada 9 Desember.

Bisa dikatakan, ada kegembiraan dan kelegaan massal dari perobohan patung-patung tersebut, seperti yang bisa kita temukan di lukisan karya William Walcutt pada 1857.

Lukisan itu menggambarkan perobohan patung Raja George III di New York setelah pembacaan deklarasi kemerdekaan AS dari Kerajaan Britania Raya pada Juli 1776.

11. Ratusan balerina di New York, AS

Ratusan balerina berkumpul di New York, AS.

Sumber gambar, Getty Images

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Pada 17 April lalu, 353 balerina muda dari berbagai negara berkumpul di Hotel Plaza di New York, AS, dan berhasil memecahkan Rekor Dunia Guinness untuk jumlah penari balet terbanyak yang berpose en pointe (bertumpu di ujung jari kaki) secara bersamaan.

Foto saat ratusan balerina itu berkumpul dan berbincang dengan riang sebelum tampil berhasil menangkap semangat dan keanggunan mereka.

Bila masih hidup, seniman Prancis, Edgar Degas, bisa jadi akan sangat tertarik dengan acara di New York tersebut.

Sepanjang hidupnya, Degas telah menciptakan ratusan lukisan dan patung balerina.

Namun, meski karya-karyanya kerap menangkap kenyataan pahit kehidupan balerina di abad ke-19, Degas sendiri tampaknya punya cara pandang yang problematik terhadap para penari tersebut.

Satu waktu, Degas menuntut sejumlah balerina muda, yang ia sebut "gadis-gadis monyet kecil", untuk berpose selama berjam-jam dan menahan rasa tidak nyaman yang menyiksa karena ia menikmati bunyi sendi-sendi mereka berderak.

"Saya mungkin terlalu sering menganggap perempuan sebagai binatang," katanya satu waktu kepada pelukis Pierre Georges Jeanniot.

12. Perempuan menantang tentara di Seoul, Korea Selatan

Perempuan menantang tentara di Seoul, Korea Selatan.

Sumber gambar, BBC Korean Service

Tak lama setelah Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, mengumumkan darurat militer pada 3 Desember, seorang perempuan muda terekam kamera saat berhadapan dengan tentara bersenjata yang dikerahkan untuk menghalangi para anggota parlemen memasuki Majelis Nasional.

Perempuan itu adalah Ahn Gwi-ryeong, 35 tahun, juru bicara Partai Demokrat selaku oposisi pemerintah.

Saat seorang tentara mengacungkan senjata api ke dirinya, Ahn dengan cepat menggenggam moncong senjata tersebut, terlihat berusaha merebutnya. Si tentara berhasil menarik mundur senjatanya, lantas berjalan menjauhi Ahn.

Baca juga:

"Yang saya pikirkan hanyalah saya harus menghentikan mereka," ujar Ahn kemudian.

"Saya mendorong mereka menjauh, menyingkirkan mereka, dan melakukan semua yang saya bisa."

Tekad teguh Ahn, ditambah kilauan cahaya di bajunya saat konfrontasi dengan tentara itu, mengingatkan kita akan lukisan Joan of Arc, pahlawan perempuan Prancis, yang dibuat seniman John Gilbert asal Inggris pada abad ke-19.

Versi bahasa Inggris dari artikel ini, Olympics surfer to Donald Trump: 12 of the most striking images of 2024, bisa Anda simak di laman BBC Culture.