Pemberontak HTS kuasai Damaskus, rumah Assad dijarah warga – Apa yang terjadi di Suriah?

Warga merayakan keberhasilan kelompok pemberontak merebut kota Damaskus, Suriah, pada 8 Desember 2024.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Warga merayakan keberhasilan kelompok pemberontak merebut kota Damaskus, Suriah, pada 8 Desember 2024.
Waktu membaca: 12 menit

Keluarga Assad telah memerintah Suriah selama lebih dari 50 tahun dengan tangan besi. Kini, semua itu sudah berakhir.

Bashar al-Assad menjadi presiden setelah ayahnya, Hafez, meninggal pada 2020. Ia telah memerintah selama hampir tiga dekade.

Pada 2011, ia secara brutal menumpas rangkaian aksi unjuk rasa pro-demokrasi yang damai, yang kemudian memicu perang saudara. Rentetan peristiwa itu menewaskan lebih dari setengah juta orang dan memaksa 12 juta orang lainnya meninggalkan rumah mereka.

12 hari lalu, kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan faksi-faksi pemberontak sekutu mereka melancarkan serangan besar-besaran di sebelah barat laut Suriah.

Para pemberontak dengan cepat merebut kota terbesar kedua di Suriah, Aleppo, lalu bergerak ke selatan menuju Ibu Kota Damaskus setelah militer tumbang.

Rusia mengumumkan Assad telah mengundurkan diri dan meninggalkan Suriah pada Minggu (08/12), beberapa jam setelah pemberontak memasuki Damaskus.

Sebagian orang berkumpul di jalan-jalan untuk merayakan kejatuhan rezim Assad.

Sementara itu Pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jolani yang tiba di Damaskus berkata kepada warga Suriah: "Masa depan adalah milik kita".

Pemimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Abu Mohammed al-Jolani, menyampaikan pidato di hadapan khalayak di Masjid Umayyah, Damaskus pada 8 Desember 2024.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pemimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Abu Mohammed al-Jolani, menyampaikan pidato di hadapan khalayak di Masjid Umayyah, Damaskus pada 8 Desember 2024.

Perdana Menteri (PM) Suriah, Mohammed Ghazi al-Jalali, mengatakan dia tetap berada di Damaskus dan bahwa dia siap membantu melakukan upaya yang terbaik demi rakyat Suriah.

Dia juga menginginkan pemilihan umum yang bebas di Suriah untuk menentukan siapa pemimpin Suriah yang baru.

Ghazi al-Jalali mengatakan hal itu dalam wawancara dengan Al-Arabiya yang dikutip Reuters.

garis

BBC News Indonesia hadir di WhatsApp.

Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

garis

Dia juga mengaku telah melakukan kontak dengan pemimpin pemberontak, Abu Mohammed al-Jolani tentang masa transisi.

Dalam pidato yang disiarkan di media sosial, Mohammed Ghazi al-Jalali juga mengatakan bahwa Suriah "dapat menjadi negara normal yang membangun hubungan baik dengan tetangganya dan dunia".

Di mana Bashar al-Assad?

Bashar al-Assad saat ini berada di Rusia, tempat ia mendapatkan suaka.

Hal itu dilaporkan oleh media pemerintah Rusia, yang mengutip sumber Kremlin.

Lebih lanjut disebutkan, Bashar al-Assad, istri, dan tiga anaknya tiba di Moskow sebelum pemberontak menguasai Damaskus.

Baca juga:

"Presiden Suriah, Assad, telah tiba di Moskow. Rusia telah memberikan suaka kepadanya dan keluarganya atas dasar kemanusiaan," lapor kantor berita TASS.

Assad diketahui meninggalkan Suriah dari bandara internasional Damaskus pada Minggu (08/12) pagi, kata pejabat Suriah seperti dikutip kantor berita Reuters. Namun, Assad tidak mengungkapkan tujuannya.

Keberadaan Assad tidak diketahui bahkan oleh orang terdekatnya.

Assad, Suriah, Damaskus

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Laporan-laporan menyebutkan Assad telah meninggalkan Damaskus setelah digulingkan kelompok pemberontak.

Karena itu Perdana Menteri Mohammed Ghazi al-Jalali, mengakui kepada saluran televisi Al Mamlaka dari Yordania bahwa ia terakhir kali mengontak Assad pada Jumat hingga Sabtu.

"Saat itu dia berada di kantornya di Damaskus," ujar Ghazi al-Jalali.

Beberapa jam kemudian Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa Assad telah mengundurkan diri dari jabatannya dan meninggalkan Suriah.

Moskow sangat penting bagi Assad untuk tetap berkuasa selama 13 tahun perang saudara yang telah menghancurkan Suriah.

Rusia menggunakan angkatan udaranya yang modern dan ribuan tentara untuk menyerang para penentang Assad.

Tapi strategi itu tidak berhasil lagi. Meskipun dalam beberapa hari terakhir Angkatan Udara Rusia, yang memiliki pangkalan udara di pesisir Suriah, mengebom lokasi para pemberontak tapi aksi itu terbukti tidak mampu menghentikan laju mereka ke Damaskus.

Suriah, Damaskus, Assad

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Di ibu kota Suriah, Damaskus, masyarakat merayakan keberhasilan kelompok oposisi mendepak Presiden Assad dari kursinya.

Moskow kemudian tidak hanya menyambut Assad dan keluarganya, namun juga telah menjalin kontak dengan para pemberontak demi menjamin keamanan dua pangkalan militer Rusia di Suriah.

Kantor berita milik pemerintah Rusia, RIA Novosti, melaporkan para pemberontak meyakinkan pemerintah Rusia bahwa fasilitas militer dan misi diplomatik di Suriah tidak dalam situasi bahaya.

"Kami berharap dialog akan terus berlanjut demi kepentingan rakyat Suriah dan pengembangan hubungan bilateral antara Rusia dan Suriah," kata sumber itu.

Rumah Assad dijarah, Istana Presiden dibakar

Setelah merebut Damaskus, para pemberontak yang menggulingkan rezim Bashar al-Assad menyerbu Istana Presiden dan kediaman pribadi mantan presiden tersebut.

BBC mengonfirmasi sebagian Istana Presiden telah dibakar dan kediaman pribadi Assad dijarah warga.

Kediaman Assad
Keterangan gambar, Kediaman pribadi keluarga Assad tergenang air setelah rezimnya ditumbangkan.
Kubu pemberontak dan warga menjarah isi kediaman pribadi keluarga Assad.
Keterangan gambar, Kubu pemberontak dan warga menjarah isi kediaman pribadi keluarga Assad.
Kediaman Assad
Keterangan gambar, Berbagai barang diambil dari kediaman pribadi keluarga Assad.
Kediaman Assad
Keterangan gambar, Keluarga Assad telah memerintah Suriah selama lebih dari 50 tahun dengan tangan besi.
Istana Presiden Suriah

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Kondisi Istana Presiden Suriah setelah rezim Assad ditumbangkan.
Istana Presiden Suriah

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Beberapa bagian Istana Presiden Suriah hangus dibakar.
Istana Presiden Suriah

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Seorang pria tampak mengambil beberapa benda dari Istana Presiden Suriah.

Bagaimana pengambilalihan kekuasaan terjadi?

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Selama empat tahun terakhir, rasanya perang saudara di Suriah telah berakhir.

Pemerintahan Assad sudah merebut kembali sebagian besar kota-kota di Suriah dengan bantuan Rusia, Iran, dan milisi sokongan Iran seperti Hizbullah.

Namun, sebagian besar wilayah Suriah masih di luar kendali pemerintah.

Lokasi kekuatan terakhir pemberontak berada di Provinsi Aleppo dan Idlib, yang berbatasan dengan Turki dan menjadi tempat tinggal lebih dari empat juta orang—kebanyakan memilih mengungsi.

Wilayah itu dikuasai oleh HTS, tetapi sejumlah kelompok pemberontak sekutu mereka dan faksi jihad juga bermarkas di sana.

Faksi pemberontak yang didukung Turki juga menguasai wilayah tersebut dengan dukungan pasukan Turki.

Pada 27 November lalu, HTS dan sekutunya melancarkan serangan mendadak.

Setelah tiga hari, mereka menduduki sebagian besar Aleppo—kota terbesar kedua di Suriah.

Mereka mengaku tidak banyak menghadapi perlawanan setelah pemerintah Suriah dengan cepat menarik pasukan keamanannya.

grafis kronologi serangan pemberontak suriah

Sementara itu, kelompok pemberontak yang didukung Turki memanfaatkan kemunduran pemerintah Suriah dengan melancarkan serangan terpisah di wilayah utara Aleppo yang dikuasai oleh aliansi milisi suku Kurdi sokongan Amerika Serikat yakni Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Assad bersumpah untuk "menghancurkan" para pemberontak dengan bantuan sekutunya.

Pesawat tempur Rusia dilaporkan mengintensifkan serangan di wilayah yang dikuasai pemberontak. Sedangkan milisi dukungan Iran mengirim bala bantuan untuk membantu militer Suriah di dekat Hama—kota di selatan Damaskus.

Tetapi, Hama akhirnya jatuh ke tangan pemberontak pada Kamis (05/12), setelah beberapa hari pertempuran sengit. Hal ini mendorong militer Suriah untuk mundur.

Kubu pemberontak menyatakan tujuan mereka berikutnya adalah merebut Homs, kota terbesar ketiga di Suriah. Mereka berhasil mencapainya pada Sabtu (07/12) malam setelah menjalani satu hari pertempuran.

Pada saat yang sama, faksi pemberontak lainnya mencapai Kota Damaskus.

pemberontak kuasai jalan ke damaskus

Kemudian Minggu (08/12) pagi, pemberontak yang dipimpin HTS mengumumkan mereka telah memasuki Damaskus dan membebaskan para tahanan dari penjara militer paling terkenal di negara itu, Saydnaya.

Kurang dari dua jam berikutnya, mereka menyatakan: "Tiran Bashar al-Assad telah melarikan diri."

Aktivis dan perwira militer mengatakan Presiden Assad telah meninggalkan Damaskus dengan pesawat ke lokasi yang dirahasiakan.

Damaskus, Suriah, Assad

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Warga Ibu kota Damaskus merayakan berakhirnya kekuasaan Bashar al-Assad.

Sementara itu Perdana Menteri Suriah, Mohammed al-Jalali, mengumumkan dalam sebuah video bahwa dia "siap bekerja sama dengan setiap pemimpin yang dipilih oleh rakyat Suriah".

Pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jawlani, lantas memerintahkan pasukannya untuk tidak mendekati lembaga resmi negara dan mengatakan mereka akan tetap berada di bawah wewenang perdana menteri sampai mereka "resmi" mengambil alih.

Para pemberontak juga berjanji untuk membangun "tanah air untuk semua, termasuk semua faksi dan kelas sosial".

Sebuah kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, melaporkan sedikitnya 910 orang tewas, termasuk 138 warga sipil, sejak dimulainya serangan oleh pemberontak.

Apa itu Hayat Tahrir al-Sham?

Kelompok militan yang memimpin serangan terhadap Assad ini didirikan pada 2012 dengan nama lain: Front al-Nusra.

Front al-Nusra, yang berjanji untuk setia kepada al-Qaeda, dianggap sebagai salah satu kelompok paling efektif dan mematikan dalam memerangi Presiden Assad.

Namun, kelompok ini ditakuti karena ideologi jihadnya dan dianggap berseberangan dengan koalisi pemberontak utama yang sebagian besar sekuler, yaitu Tentara Pembebasan Suriah.

penguasa suriah

Pada 2016, Front al-Nusra memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan berganti nama menjadi Hayat Tahrir al-Sham ketika bergabung dengan faksi lain setahun kemudian.

Meski begitu, PBB, Amerika Serikat, Inggris, dan sejumlah negara lain masih menganggap HTS sebagai afiliasi al-Qaeda dan sering menyebutnya sebagai Front al-Nusra.

Amerika Serikat bahkan menyebut pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jawlani sebagai teroris global dan menawarkan hadiah US$10 juta atau Rp158 miliar untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Pendukung oposisi Suriah mengibarkan bendera oposisi dan bendera Druze saat merayakan pengambilalihan Damaskus oleh pemberontak, di Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel, 9 Desember 2024.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pendukung oposisi Suriah mengibarkan bendera oposisi dan bendera Druze saat merayakan pengambilalihan Damaskus oleh pemberontak, di Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel, 9 Desember 2024.

Kelompok HTS lantas mengonsolidasikan kekuatannya di Provinsi Idlib dan Aleppo dengan menghancurkan para pesaingnya, termasuk sel-sel kelompok al-Qaeda dan Negara Islam (ISIS).

Mereka juga mendirikan apa yang disebut Pemerintahan Keselamatan Suriah untuk mengelola wilayah tersebut menurut hukum Islam.

Mengapa pemberontak berhasil meruntuhkan rezim Assad?

Sebelum 2020, Idlib menjadi medan pertempuran saat pasukan pemerintah Suriah mencoba merebut kembali kendali di sana.

Namun pada 2020, Turki dan Rusia menjadi penengah gencatan senjata agar menghentikan upaya pemerintah Suriah merebut kembali Idlib.

Gencatan senjata sebagian besar berhasil meskipun terjadi pertempuran sporadis.

Kelompok HTS dan sekutunya mengatakan pada tanggal 27 November mereka telah melancarkan serangan untuk "mencegah agresi".

Pejuang pemberontak siaga dengan senjata mereka di Aleppo, setelah kelompok pemberontak mengumumkan bahwa mereka telah menggulingkan Bashar al-Assad di Alleppo, Suriah, 9 Desember 2024.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pejuang pemberontak siaga dengan senjata mereka di Aleppo, setelah kelompok pemberontak mengumumkan bahwa mereka telah menggulingkan Bashar al-Assad di Alleppo, Suriah, 9 Desember 2024.

Mereka menuduh pemerintah dan milisi sekutu sokongan Iran meningkatkan serangan terhadap warga sipil.

Tetapi, serangan itu sebetulnya terjadi pada saat pemerintah Assad telah dilemahkan oleh perang, sanksi, dan korupsi selama bertahun-tahun. Pada saat bersamaan, Rusia dan Iran disibukkan oleh konflik lainnya.

Kelompok Hizbullah yang didukung Iran baru-baru ini sedang tertekan akibat serangan Israel di Lebanon. Serangan Israel itu melenyapkan komandan militer Iran di Suriah, sedangkan Rusia disibukkan oleh perang di Ukraina.

Tanpa bantuan Iran dan Rusia, pasukan Assad rentan diserang.

Bagaimana reaksi dunia dan regional?

Rusia berkata bahwa mereka "mengikuti peristiwa dramatis di Suriah dengan sangat prihatin".

Kementerian Luar Negeri Rusia meminta "semua pihak yang terlibat" dalam konflik Suriah untuk "menolak penggunaan kekerasan dan menyelesaikan semua masalah pemerintahan melalui cara politik".

Rusia juga mengatakan pangkalan militer Rusia di Suriah "dalam keadaan siaga tinggi", meskipun "tidak ada ancaman serius terhadap keamanan mereka".

Sementara Iran menyampaikan harapan agar "konflik militer segera berakhir, tindakan teroris bisa dicegah, dan dialog nasional dimulai" dengan semua masyarakat Suriah.

Vladimir Putin, Bashar al-Assad

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Suriah Bashar al-Assad mengunjungi pangkalan udara Hmeymim di Provinsi Latakia, Suriah, pada 11 Desember 2017

Turki mengatakan Suriah sekarang berada pada tahap "di mana rakyat Suriah akan membentuk masa depan negara mereka sendiri".

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, bilang pemerintahan baru "harus dibentuk secara tertib" dan memperingatkan bahwa "prinsip inklusivitas tidak boleh dikompromikan".

Adapun Perdana Menteri Israel mengatakan runtuhnya pemerintahan Assad adalah "akibat langsung" dari tindakan negaranya terhadap Hizbullah dan Iran.

Presiden Israel, Benjamin Netanyahu, juga mengumumkan dia telah memerintahkan militer Israel untuk sementara "mengambil alih" posisi tentara Suriah di zona demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan.

Masyarakat dan anggota Asosiasi Suriah di Denmark membawa bendera oposisi Suriah saat merayakan pengambilalihan Damaskus oleh pemberontak, di Kopenhagen, Denmark, pada 8 Desember 2024.

Sumber gambar, EPA-EFE

Keterangan gambar, Masyarakat dan anggota Asosiasi Suriah di Denmark membawa bendera oposisi Suriah saat merayakan pengambilalihan Damaskus oleh pemberontak, di Kopenhagen, Denmark, pada 8 Desember 2024.

Ia juga mengeklaim perjanjian gencatan senjata tahun 1974 antara kedua negara telah "runtuh" karena pasukan Suriah sudah meninggalkan pos mereka.

Sedangkan Gedung Putih menyebut Presiden AS Joe Biden dan timnya "memantau dengan saksama peristiwa luar biasa di Suriah dan terus berhubungan dengan mitra regional".

Irak mengatakan pihaknya mendukung upaya untuk membuka dialog di Suriah "yang mengarah pada penerapan konstitusi pluralistik yang melindungi hak asasi manusia dan hak sipil warga Suriah".

Orang-orang membawa bendera oposisi Suriah saat merayakan pengambilalihan Damaskus oleh pemberontak, di Utrecht, Belanda, pada 8 Desember 2024

Sumber gambar, EPA-EFE/REX/Shutterstock

Keterangan gambar, Orang-orang membawa bendera oposisi Suriah saat merayakan pengambilalihan Damaskus oleh pemberontak, di Utrecht, Belanda, pada 8 Desember 2024

Kemudian Raja Yordania, Abdullah, yang mendukung faksi pemberontak pada awal perang, menyatakan mereka menghormati keinginan dan pilihan rakyat Suriah.

Ia menekankan pentingnya menegakkan stabilitas dan menghindari "konflik apa pun yang bisa menyebabkan kekacauan".

Terakhir, Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyebut jatuhnya Assad sebagai "perkembangan yang positif dan telah lama ditunggu" serta mengatakan prioritas mereka adalah untuk memastikan keamanan di kawasan tersebut.

'Assad telah jatuh, jangan takut'

Saat pasukan pemberontak menyerbu Suriah, mereka membebaskan tahanan dari penjara pemerintah.

Rekaman video menunjukkan para tahanan dibebaskan dari penjara Saydnaya yang terkenal di Suriah—termasuk seorang anak kecil yang ditahan bersama ibunya—setelah pemberontak menguasai negara tersebut.

Anak tersebut terlihat dalam rekaman video unggahan Asosiasi Tahanan dan Orang Hilang di Penjara Sednaya (ADMSP) yang berbasis di Turki, memperlihatkan para perempuan dibebaskan dari tahanan tersebut.

Dalam sebuah klip video, seorang anak kecil berjalan melalui pintu sel penjara Sednaya

Sumber gambar, ADMSP

Keterangan gambar, Dalam sebuah klip video, seorang anak kecil berjalan melalui pintu sel penjara Sednaya yang terbuka

"Dia (Assad) telah jatuh. Jangan takut," ucap suara daralam video tesebut, yang tampaknya mencoba meyakinkan para perempuan bahwa kini mereka aman.

Video yang diverifikasi oleh kantor berita AFP menunjukkan warga Suriah bergegas untuk melihat apakah kerabat mereka termasuk di antara mereka yang dibebaskan dari Saydnaya, tempat ribuan pendukung oposisi dikatakan telah disiksa dan dieksekusi di bawah rezim Assad.

Sepanjang perang saudara, yang dimulai pada 2011, pasukan pemerintah menahan ratusan ribu orang di kamp-kamp tahanan.

Di sana, menurut sejumlah kelompok hak asasi manusia, penyiksaan merupakan hal yang biasa.

Pada 2022, sebuah laporan mencatat lebih dari 30.000 tahanan telah dieksekusi atau meninggal akibat penyiksaan, kurangnya perawatan medis, atau kelaparan pada periode 2011-2018.

Para perempuan yang dibebaskan dari penjara Saydnaya

Sumber gambar, ADMSP

Keterangan gambar, Para perempuan yang dibebaskan dari penjara Saydnaya

Bagaimana reaksi warga Damaskus?

Warga ibu kota Damaskus masih mencoba memahami peristiwa yang telah terjadi di negara itu.

"Untuk pertama kalinya, ada perasaan kebebasan yang sesungguhnya," kata seorang warga kepada BBC.

"Ini adalah perasaan yang belum pernah kami alami sebelumnya, dan ini mengejutkan kami," ujarnya.

Dia meminta agar namanya disamarkan demi alasan keamanan.

Rekaman video telah beredar di media sosial yang memperlihatkan sejumlah warga di pusat kota Damaskus merayakan jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.

"Jalan-jalan di luar dipenuhi dengan perayaan. Di Alun-alun Umayyah, orang-orang merayakan dengan cara yang begitu damai. Mereka menyalakan kembang api. Ya, kami mendengar beberapa tembakan, tetapi sebagian besar adalah kembang api," katanya.

"Apa yang kami rasakan benar-benar menyerupai apa yang kami rasakan selama revolusi yang dimulai pada tahun 2011. Ini adalah kelanjutan dari mimpi yang telah dimulai tahun itu."

Damaskus, Suriah, Assad

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Tiga orang perempuan warga Damaskus merayakan berakhirnya kekuasaan Presiden Assad dengan mendatangi salah-satu lokasi di tengah kota.

Warga Suriah anti-Assad di luar negeri rayakan jatuhnya pemerintahan

Warga Suriah yang mengungsi secara paksa ke luar negeri telah menggunakan media sosial untuk merayakan berakhirnya kekuasaan Presiden Bashar al-Assad.

"Ya Tuhan, saya tidak bisa berhenti menangis. Saya membayangkan hari ketika saya kembali," tulis aktivis HAM asal Suriah, Rima Flihan di halaman Facebook-nya.

Menurut UNHCR, Suriah mengalami krisis pengungsi terbesar di dunia.

Organisasi PBB yang menangani pengungsi itu memperkirakan bahwa sekitar 6,6 juta orang Suriah terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak 2011.

Lantaran informasi perkembangan terbaru di Suriah terus berdatangan hingga dini hari, 8 Desember 2024, banyak yang mengatakan mereka tidak bisa tidur.

Damaskus, Suriah, Assad

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Sejumlah anggota kelompok oposisi merayakan keberhasilan mereka menguasai Ibu Kota Damaskus.

"Bagaimana kami bisa tidur, ketika mendengar negara kami saat ini sudah dibebaskan," kata seorang pengguna media sosial.

Sebagian besar menyatakan ketidakpercayaan mereka pada perubahan yang berlangsung cepat di Suriah.

Ketika pasukan oposisi tiba di Damaskus, banyak pengguna mengunggah video perayaan kubu oposisi itu. Sebagian warga Suriah di pengasingan mengaku meneteskan air mata bahagia.

Banyak yang merayakan peristiwa itu, terutama ketika beredar berita bahwa pasukan oposisi mengambil alih penjara Saydnaya di dekat Damaskus, dan membebaskan puluhan ribu tahanan politik yang ditahan di sana.

"Ini adalah hari yang kita semua tunggu-tunggu," tulis seorang pengguna.

"Suriah saat ini untuk orang Suriah," kata yang lain.

Berita ini akan terus diperbarui.