Kecelakaan KA Brantas di Semarang: Detik-detik kejadian menurut saksi mata

Sumber gambar, Fauzi
Polisi telah mengamankan supir dan kernet dalam insiden kecelakaan antara kereta api (KA) 112 Brantas dengan truk tronton di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (19/07) lalu.
Seorang saksi mata peristiwa itu menyebutkan, kecelakaan dipicu oleh truk tronton gandeng tanpa muatan yang berhenti karena bannya tersangkut di perlintasan rel kereta api.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Ixfan Hendri Wintoko, mengatakan masinis, asistennya, dan para penumpang dalam kondisi selamat.
Ixfan juga mengatakan mulai Rabu (19/07) pagi, proses evakuasi lokomotif KA 112 Brantas relasi Pasar Senen-Blitar yang membawa 626 penumpang itu telah selesai dilakukan dan jalur hulu dapat dilalui dengan kecepatan terbatas.
BBC News Indonesia mewawancarai beberapa orang saksi mata yang menyaksikan rentetan kejadian sebelum hingga sesudah kecelakaan itu.
Detik-detik sebelum tabrakan, ‘mobil tersangkut di rel’
Artikel ini memuat konten yang disediakan Google YouTube. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca Google YouTube kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati YouTube pesan
Fauzi, 21 tahun, tengah kongko bersama tiga temannya di dekat perlintasan rel kereta di Jalan Madukoro, Semarang, sekitar pukul 19.00 WIB.
“Terus saya lihat di sebelah rel sana, mobil menyangkut di rel. Saya bilang sama teman saya, 'mobil itu kenapa?'” kata Fauzi saat dihubungi BBC News Indonesia, Rabu (19/07).
Fauzi dan temannya lantas langsung mendekati mobil itu. Dia melihat, “Mobil masih menyala, dan ternyata bannya sangkut di rel,” katanya yang juga merekam video kejadiaan tersebut.
Fauzi melihat supir truk itu menginjak gas untuk menggerakkan kendaraannya, “Tapi roda belakangnya cuma berputar saja, mobil tidak gerak sama sekali,” tambahnya.
Beberapa detik kemudian, Fauzi mengatakan, supir dan kernet turun dari truk ketika KA 112 Brantas mendekati kendaraan tersebut.
Fauzi mengatakan, kondisi saat itu cukup ramai karena di belakang truk terdapat banyak mobil yang mengantre.
Dia yang tinggal di dekat wilayah tersebut mengatakan, palang lintas rel kereta dan sirene berfungsi baik, dan ada pos penjagaan di sekitarnya.
“Tapi sering ada yang terobos-terobos juga di situ baik motor maupun mobil,” tambahnya.
Menurutnya, jalan di sekitar rel dalam kondisi relatif rusak.
Baca juga:

Sumber gambar, Fauzi
Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, yang mendatangi lokasi kejadian mengatakan, kecelakaan dipicu oleh truk yang tiba-tiba mogok di perlintasan rel kereta api - berdasarkan informasi awal.
“Driver dan kernet truk melompat keluar, lari ke pos palang [petugas jaga lintas KA] meminta pertolongan, selang sebentar kereta mendekat dan terjadi kecelakaan,” kata Irwan, seperti yang dilaporkan wartawan Margi Ernawati untuk BBC News Indonesia.
Irwan menambahkan, pihaknya melakukan berbagai upaya penyelidikan untuk mengetahui ledakan dan kebakaran yang terjadi. “Sedang kita dalami, apakah dari tangki BBM. Kepolisian melakukan pemeriksaan dan penyelidikan,” lanjutnya.

Sumber gambar, Margi Ernawati
Berdasarkan rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian, terlihat truk tersebut melaju dari utara ke selatan.
Lokasi itu adalah rel ganda. Truk itu sudah melintas rel sisi utara. Terlihat gandengannya panjang dan kosong tanpa muatan. Saat hendak melintasi rel sisi selatan, truk tiba-tiba mogok.
Truk kemudian dihantam KA Brantas yang melaju dari barat ke timur.
Pad rekaman CCTV itu pula terlihat seseorang yang diduga sopir truk berpakaian warna gelap turun dan lari ke arah utara.
Sebelum benturan dengan kereta api, terlihat beberapa orang di sana dan petugas pos menghampiri truk dan mencoba memberikan peringatan bahaya di rel kereta api. Namun, karena jarak yang sudah dekat, tabrakan tak bisa dihindarkan.
Suara tabrakan yang ‘keras diikuti kobaran api’

Sumber gambar, Fauzi
Fauzi yang berada di lokasi kejadian melihat KA 112 menabrak truk tersebut hingga terjadi ledakan. Pintu kereta pun, kata Fauzi, terbuka.
Pihak kereta api mengatakan, kecelakan itu terjadi sekitar pukul 19.32 WIB.
Fauzi menjelaskan, setelah tabrakan, petugas yang berada di ruang kemudi turun dari kereta, ”Lalu, masinis lari ke belakang lokomotif, dan langsung loncat ke kali banjir kanal,” kata Fauzi.
Di sisi lain, dia juga melihat, seorang penumpang perempuan melompat dari gerbong ke jalan, sementara penumpang lainnya berlari ke gerbong belakang lalu kemudian keluar dari kereta.

Sumber gambar, Fauzi

Sumber gambar, Fauzi
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy, melalui keterangan tertulisnya, menyebut ada satu penumpang kereta api mengalami luka ringan.
Dari pantauan di lokasi kejadian, penumpang itu melompat dari gerbong penumpang ke aspal dan batu di perlintasan kereta, karena panik.
Dari sejumlah video amatir warga yang beredar, rekaman CCTV, ditambah informasi yang dikumpulkan di tempat kejadian perkara (TKP), KA 112 datang dari arah barat menghantam kepala truk berwarna putih hingga terdorong ke jembatan Sungai Banjir Kanal Barat.
Beberapa detik kemudian, truk meledak. Selain menimbulkan suara yang keras, kobaran api malam itu juga membumbung tinggi.
Beberapa warga yang berada di lokasi terlihat berlari menjauh, termasuk mereka yang berkendara. Saat itu posisi palang pintu perlintasan kereta sudah mulai menutup.
Saat terjadi kebakaran, beberapa penumpang terlihat turun dari gerbong penumpang.
Salah satu penumpang, Suharyono, 35 tahun, mengatakan kereta tiba-tiba mengerem.
“Kaget saya, tak kira ada apa, ternyata nabrak truk,” ungkap warga Kediri, Jawa Timur, itu, Selasa malam kepada wartawan Margi Ernawati yang berada di lokasi kejadian.
Pascatabrakan, proses evakuasi dan bau BBM yang ‘menyengat’

Sumber gambar, Margi Ernawati
Setelah kecelakaan tersebut, Fauzi mengatakan, beberapa menit kemudian dia melihat mobil pemadam kebakaran tiba dan melakukan evakuasi serta pemadaman.
Di sisi lain, akibat insiden itu, PT KAI menyebut, perjalanan sembilan kereta api penumpang mengalami keterlambatan.
Proses evakuasi untuk normalisasi jalur, baik kereta maupun lalu lintas berlangsung hampir delapan jam.
Gerbong penumpang ‘eksekutif 2’ ke belakang ditarik mundur menuju Stasiun Jerakah, sementara gandengan truk yang sempat terjepit di antara jembatan berhasil ditarik menggunakan truk lain dan forklift.
Baca juga:
Evakuasi gerbong penumpang berlangsung satu per satu, ditarik menggunakan alat berat crane.
Alat berat crane berwarna biru itu juga tampak mengangkut bagian depan truk yang terlihat hancur dan hangus.
Ketika itu menjelang Rabu dini hari (19/07), bau BBM bekas pembakaran menyengat tercium.

Sumber gambar, Margi Ernawati
Akhirnya, lokomotif dipindahkan sekira pukul 04.28 WIB. Jalur itu sudah bisa dilalui meskipun dengan kecepatan terbatas.
“Jalur hulu dapat dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas,” kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Ixfan Hendri Wintoko.
Meski jalur sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas, kepadatan di lintas masih terjadi dan secara bertahap akan terurai.

Sumber gambar, Margi Ernawati
Ixfan juga menambahkan, masinis dan asisten masinis KA 112 Brantas telah menjalani proses pemeriksaan kesehatan, “Masinis dan asisten masinis dalam kondisi selamat,” ungkap Ixfan yang juga mendatangi lokasi kejadian.
PT. KAI juga saat ini masih menghitung kerugian akibat kecelakaan tersebut.
“Sampai saat ini masih diperhitungkan. Karena ada kerusakan jembatan, kerusakan rel, kerusakan lokomotif dan kereta,” kata Ixfan.
Kerugian paling berat akibat insiden itu, sambung Ixfan, adalah dampak immaterial. “Ini menyangkut citra kereta api di mata pelanggan, di mata masyarakat kayak gini ini kurang bagus,” sambungnya.
Polda Jateng Turunkan tim ahli, ‘supir’ telah diamankan

Sumber gambar, Margi Ernawati
Kabid Humas Kombes Pol Iqbal, mengatakan Polda Jateng menurunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) Direktorat Lalu Lintas untuk menyelidiki apa penyebab terjadinya insiden itu.
Tim ini berisi polisi lalu lintas dengan keahlian masing-masing disiplin ilmu untuk melakukan penyelidikan.
“Kami melakukan upaya pengecekan lebih lanjut mengenai kondisi kereta api dan truk, tim TAA diturunkan untuk mengetahui detail penyebab kecelakaan,” ungkap Iqbal pada keterangan tertulisnya.

Sumber gambar, Margi Ernawati
Sementara itu, Polrestabes Semarang menyebut telah mengamankan sopir berinisial HS (43) warga Kabupaten Kendal, dan kernet truk tronton itu, yang sempat kabur karena disebut merasa ketakutan.
“Penyidik melakukan pendekatan melalui owner dan keluarganya, yang bersangkutan kemudian menyerahkan diri,” kata Kombes Irwan Anwar.
Saat ini keduanya berada di penyidik Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang untuk diambil keterangannya.
Rangkaian kecelakaan kereta api
Sebelum kejadian ini, ada beberapa peristiwa kecelakaan yang melibatkan kereta api.
Di Lampung Utara, terjadi kecelakaan antara kereta api dengan truk bermuatan tebu di perlintasan liar tanpa palang pintu, sekitar pukul 15:10 WIB, Selasa (18/07).
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan
Masih di Lampung, pada tahun 2022 juga terjadi tabrakan antara dua kereta api batu bara di Stasiun Rengas.
Kecelakaan kereta api terparah di Indonesia disebut terjadi pada tahun 1987 atau dikenal dengan Tragedi Bintaro yang menewaskan hingga 156 orang.
Tragedi itu terjadi ketika dua kereta api yang sedang melaju kencang dari arah berlawanan bertabrakan di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.












