|
Sultan akan perbaiki kebijakan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sultan Hamengkubuwono X menawarkan 'restorasi' terhadap sejumlah kebijakan selama era reformasi yang dinilai merugikan bangsa Indonesia. Sebagai salah seorang deklarator Ciganjur yang menuntut reformasi tahun 1998, dia merasa reformasi semakin menjauh dari cita-cita awal. "Kalau konstitusi menyatakan segala yang terkandung di dalam tanah udara, air dan sebagainya menjadi miliki negara, sekarang tak ada ketentuan yang megatur itu. Siapa pun boleh punya," kata Sri Sultan kepada BBC baru-baru ini. Akibat kebijakan tersebut, kata Sultan, kekayaan Indonesia dikeruk dan dikendalikan oleh perusahaan-perusahaan asing tanpa memberikan nilai lebih bagi rakyat Indonesia, selain sebagai buruh. Menurutnya, investasi asing perlu dikendalikan untuk memastikan investasi tersebut memberikan kontribusi bagi kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, dia berjanji akan mendorong perubahan undang-undang yang mengatur kekayaan negara tersebut, apabila terpilih menjadi presiden tahun 2009. "Kenapa kita tidak bisa mengatakan, misalnya, bahwa semua transaksi yang terjadi pada penggundulan hutan, pada tanah yang digali, pada proses laut, harus dilakukan di bumi Indonesia dengan perbankan Indonesia. Kenapa kita tidak berani melakukan itu?", tanya Sultan. Selain itu, dia berencana menjadikan semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai strategi olah kreatif untuk menjadikan masyarakat rukun dan bersatu. "Jangan bicara orang Jawa mayoritas, yang lain minoritas. Islam mayoritas, agama lain minoritas. Kalau itu yang terjadi pasti ada konflik. Kita mesti memegang kesepakatan bersama, yang berarti besar dan kecil punya kontribusi sama untuk bangsa ini," jelas Sultan yang saat ini menjabat sebagai gubernur DIY itu. Kekuasaan Sultan Jogyakarta itu menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon presiden dalam pidato di forum Gelar Budaya dan Pisowanan Ageng, 28/10/2008. "Motivasi saya dari awal memang tidak untuk memperebutkan kekuasaan itu sendiri, tetapi memenuhi harapan sebagain besar masyarakat, sehingga saya tidak membentuk partai politik sendiri sebagai alat mencari kekuasaan", kata Sultan.
Sejauh ini, baru partai Repubika Nusantara, sebuah partai baru yang menyatakan akan mencalonkan Sultan sebagai calon presiden dalam pemilihan langsung 2009. Meski duduk di salah satu dewan penasehat Golkar, dia mengaku tidak banyak berharapkan dicalonkan oleh partai tersebut. "Kalau Golkar memilih saya secara organisatoris, itu kita anggap sebagai durian runtuh," tutur pria kelahiran 2 Maret 1946 tersebut. Pengamat politik dari UGM, Ari Sudjito, mengatakan Sri Sultan Hamengkubuwono X belum memiliki instalasi pengumpul suara yang riil untuk dijadikan alat bersaing secara formal. "Betapa pun dukungan yang terekam dari media itu banyak, tapi hal itu belum punya korelasi positif degan alat pengumpul suara dalam pemilihan," tambah Ari yang saat ini menulis disertasi doktoral tentang ideologi partai politik. Adapun kelebihan Sultan, kata Ari, pemimpin dari Keraton Yogyakarta ini merupakan figur baru yang belum menjadi presiden dan figur yang relatif belum terkena sorotan masalah. Wawancara Sri Sultan Hamengkubuwono X telah disiarkan dalam acara Tokoh, Minggu, 1 Februari 2009, pukul 05.30 WIB. Versi lebih panjang Tokoh juga disiarkan oleh sejumah radio FM mitra BBC, Senin, 2 Februari 2009, pukul 06.00 WIB. Komentar anda BBC mengucapkan terima kasih atas kiriman komentar anda, dan berikut sebagian email yang kami terima. Arif, Jakarta: Tony, Waitbula-NTT: Suherman, Karawang: Pono, Cirebon: Maria, Jakarta: Alfan, Jakarta: Syariffuddin Hutabarat, Jakarta: |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||