BBCIndonesia.com
  • Bantuan
Diperbaharui pada: 06 September, 2008 - Published 16:02 GMT
Email kepada temanVersi cetak
Kalla: asal suku tak penting

Dalam wawancara dengan Heyder Affan, Kalla mengatakan latar belakang suku tidak lagi penting
Kalla menegaskan suku tidak lagi penting bagi capres
Wakil Presiden Jusuf Kalla berpandangan, mayoritas masyarakat Indonesia sekarang tidak lagi melihat figur calon presiden dari latar belakang sukunya, apakah suku Jawa atau non-Jawa.

Menurut Kalla, sesuai perkembangan zaman, masyarakat Indonesia akan lebih menitikberatkan kepada faktor "figur yang kuat untuk memimpin bangsa ini".

"Ya, pasti dikotomi (Jawa dan non-Jawa) sudah lama makin kecil. Kalau 20 tahun lalu, anda tidak bisa bayangkan, orang hitam bisa menjadi calon presiden Amerika. Sekarang orang menerima, sama dengan di Indonesia," kata Jusuf Kalla dalam wawancara khusus dengan Heyder Affan untuk acara Tokoh BBC.

Kalla menjelaskan, budaya paternalistik akan semakin kecil, seiring perkembangan zaman.

Menurut diam, kecenderungan pemilih pada pemilu tahun depan akan lebih melihat "figur yang kuat untuk memimpin bangsa ini."

Meski demikian, saat ditanya apakah dia akan maju sebagai calon presiden pada pemilu tahun depan, Kalla, yang juga ketua umum Partai Golkar -- pemenang pemilu legislatif empat tahun lalu -- mengatakan, dirinya masih menunggu hasil pemilu legislatif 2009.

"Soal (calon) presiden dari Partai Golkar, itu nanti, setelah pemilu legislatif, kita ambil keputusan," tandas Jusuf Kalla, seraya menambahkan, yang penting sekarang adalah bagaimana memenangkan partainya pada pemilu legislatif.

Wawancara Jusuf Kalla dapat anda ikuti dalam acara Tokoh BBC Siaran Indonesia, hari Minggu, 28 September 2008, siaran pukul 05.30 WIB.

Versi panjang Tokoh dengan tamu Jusuf Kalla akan disiarkan oleh sejumlah radio FM mitra BBC, Senin, 29 September 2008, pukul 06.00 WIB.

Hubungan dengan presiden

Dalam wawancara dengan BBC, Jusuf Kalla menjelaskan alasannya kenapa membubarkan 'konvensi' Partai Golkar dalam menjaring calon presiden, yang pernah dilakukan di masa kepemimpinan Akbar Tandjung.

Dia juga menepis hubungannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kurang serasi dan saling berebut pengaruh.

Kalla mengatakan dia tetap wakil presiden yang menjalankan tugas-tugas sesuai dengan arahan umum presiden.

"Bahwa ada perbedaan-perbedaan cara karena perbedaan latar belakang dalam hal menjalankan kebijakan itu, orang kadang-kadang menafsirkannya terlalu jauh padahal sebenarnya hanya suatu cara," kata Kalla.

Dalam pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2004 yang merupakan pemilihan langsung pertama di Indonesia, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla mengantongi sekitar 60% suara, disusul dengan pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.

Sebelum aktif di Partai Golkar, dia dikenal sebagai pengusaha sukses di Sulawesi Selatan.

Pada masa pemerintahan Presiden Abdurachman Wahid, Jusuf Kalla sempat menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian selama enam bulan sebelum diberhentikan karena dinilai tidak sepaham dengan Menteri Ekuin dan Menteri Keuangan.

Gus Dur kemudian menyampaikan alasan terbaru soal pemecatan Kalla dengan mengatakan dia terlibat dalam sejumlah kasus korupsi, kolusi dan nepotisme di bidangnya. Namun tuduhan tersebut tidak pernah diusut.

Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
Logo tokohBincang tokoh
Acara berbicara fakta, argumentasi dan kisah tokoh.
Anwar IbrahimTokoh April
Ambisi Anwar Ibrahim untuk kembali ke panggung politik
WirantoTokoh Mei
Jendral Wiranto ingin cetak kepemimpinan model baru
Kapten Ganahadi RatnuatmadjaTokoh Oktober
Pilot Indonesia Ganahadi, pilot pesawat Gadaffi
marsiusTokoh Juli
Marsius Sitohang, dosen musik yang buta aksara
tokoh syafiiTokoh Agustus
Prof Syafii, peraih penghargaan Magsaysay 2008
Berita utama saat ini
Email kepada temanVersi cetak
Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
BBC Copyright Logo^^ Kembali ke atas
Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
Bantuan | Privacy