|
Kalla: asal suku tak penting | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Wakil Presiden Jusuf Kalla berpandangan, mayoritas masyarakat Indonesia sekarang tidak lagi melihat figur calon presiden dari latar belakang sukunya, apakah suku Jawa atau non-Jawa. Menurut Kalla, sesuai perkembangan zaman, masyarakat Indonesia akan lebih menitikberatkan kepada faktor "figur yang kuat untuk memimpin bangsa ini". "Ya, pasti dikotomi (Jawa dan non-Jawa) sudah lama makin kecil. Kalau 20 tahun lalu, anda tidak bisa bayangkan, orang hitam bisa menjadi calon presiden Amerika. Sekarang orang menerima, sama dengan di Indonesia," kata Jusuf Kalla dalam wawancara khusus dengan Heyder Affan untuk acara Tokoh BBC. Kalla menjelaskan, budaya paternalistik akan semakin kecil, seiring perkembangan zaman. Menurut diam, kecenderungan pemilih pada pemilu tahun depan akan lebih melihat "figur yang kuat untuk memimpin bangsa ini." Meski demikian, saat ditanya apakah dia akan maju sebagai calon presiden pada pemilu tahun depan, Kalla, yang juga ketua umum Partai Golkar -- pemenang pemilu legislatif empat tahun lalu -- mengatakan, dirinya masih menunggu hasil pemilu legislatif 2009. "Soal (calon) presiden dari Partai Golkar, itu nanti, setelah pemilu legislatif, kita ambil keputusan," tandas Jusuf Kalla, seraya menambahkan, yang penting sekarang adalah bagaimana memenangkan partainya pada pemilu legislatif. Wawancara Jusuf Kalla dapat anda ikuti dalam acara Tokoh BBC Siaran Indonesia, hari Minggu, 28 September 2008, siaran pukul 05.30 WIB. Versi panjang Tokoh dengan tamu Jusuf Kalla akan disiarkan oleh sejumlah radio FM mitra BBC, Senin, 29 September 2008, pukul 06.00 WIB. Hubungan dengan presiden Dalam wawancara dengan BBC, Jusuf Kalla menjelaskan alasannya kenapa membubarkan 'konvensi' Partai Golkar dalam menjaring calon presiden, yang pernah dilakukan di masa kepemimpinan Akbar Tandjung. Dia juga menepis hubungannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kurang serasi dan saling berebut pengaruh. Kalla mengatakan dia tetap wakil presiden yang menjalankan tugas-tugas sesuai dengan arahan umum presiden. "Bahwa ada perbedaan-perbedaan cara karena perbedaan latar belakang dalam hal menjalankan kebijakan itu, orang kadang-kadang menafsirkannya terlalu jauh padahal sebenarnya hanya suatu cara," kata Kalla. Dalam pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2004 yang merupakan pemilihan langsung pertama di Indonesia, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla mengantongi sekitar 60% suara, disusul dengan pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi. Sebelum aktif di Partai Golkar, dia dikenal sebagai pengusaha sukses di Sulawesi Selatan. Pada masa pemerintahan Presiden Abdurachman Wahid, Jusuf Kalla sempat menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian selama enam bulan sebelum diberhentikan karena dinilai tidak sepaham dengan Menteri Ekuin dan Menteri Keuangan. Gus Dur kemudian menyampaikan alasan terbaru soal pemecatan Kalla dengan mengatakan dia terlibat dalam sejumlah kasus korupsi, kolusi dan nepotisme di bidangnya. Namun tuduhan tersebut tidak pernah diusut. |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||