BBCIndonesia.com
  • Bantuan
Diperbaharui pada: 06 Agustus, 2008 - Published 10:33 GMT
Email kepada temanVersi cetak
Syafii: Pemuka agama jangan hanya mengurung diri
Menurut Syafii, kunci pluralisme adalah mewujudkan persaudaraan universal dengan menghargai perbedaan
Menurut Syafii, kunci pluralisme adalah mewujudkan persaudaraan universal dengan menghargai perbedaan
Prof Dr Ahmad Syafii Maarif, peraih penghargaan Magsaysay Award 2008, mengatakan kunci pluralisme baik kaum yang beragama maupun yang tidak, adalah mewujudkan persaudaraan universal dengan menghargai perbedaan yang ada.

"Dengan kaum yang tidak beragama, kita katakan, kita bisa berdamai di muka bumi dengan catatan jangan ada agenda tersembunyi untuk saling meniadakan. Kita saling menghormati dalam batas-batas hidup duniawi," kata Prof Maarif kepada BBC.

Namun dia mengakui upaya dialog antar pemuka agama yang juga melibatkan dirinya, memang sulit diterapkan di tingkat masyarakat bawah.

Oleh karena itu, Profesor Maarif menghimbau kepada pemuka-pemuka agama yang terlibat dalam dialog untuk rajin turun ke bawah guna menyampaikan apa yang telah dilakukan oleh kalangan elit agama.

"Orang Muslim jangan hanya mengurung diri di masjid, Kristen di gereja, di sinagog, tapi (para tokoh lintas agama harus) turun ke bawah," tambahnya.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pendiri Maarif Institute tersebut baru saja mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay kategori Perdamaian dan Saling Pengertian Antar Bangsa.

Wawancara Heyder Affan dengan Prof Dr Syafii Maarif, dalam acara Tokoh BBC, telah disiarkan Hari Minggu, 31 Agustus 2008, siaran pukul 05.30 WIB.

Versi panjang Tokoh ini disiarkan oleh sejumlah radio FM mitra BBC di sejumlah kota, Senin, 1 September 2008.

Penghargaan

Maarif merupakan orang Indonesia kedua yang mendapatkan penghargaan kategori tersebut setelah Sujatmoko yang dinugerahi penghargaan tahun 1978.

Adapun 17 orang Indonesia lainnya yang berhasil meraih penghargaan Magsaysay adalah untuk kategori sastra, jurnalisme, kememimpinan dan lain-lain.

Syafii diberi anugerah itu atas komitmen dan kesungguhannya dalam membimbing umat Islam untuk mentolerir dan menerima pluralisme sebagai dasar bagi keadilan dan keharmonisan di Indonesia maupun dunia.

Penghargaan Magsaysay yang pertama kali diberikan tahun 1957, sering disebut-sebut sebagai Hadiah Nobel Asia. Nama tersebut diambil dari nama mendiang presiden ketiga Filipina, Ramon Magsaysay yang dinilai merupakan pemimpin yang rendah hati dan sederhana.

Pendapat anda

Acara Tokoh dengan tamu Syafii Maarif mengundang berbagai komentar pendengar, namun karena ruang terbatas, tidak semua email bisa kami muat.

Sukardi Ali Hasan, Bekasi
"Beruntunglah Indonesia, mempunyai putra seperti Bapak Ahmad Syafii Maarif, bila disetiap RT di seluruh Indonesia mempunyai putra/putri seperti Bapak Ahmad Syafii Maarif, mungkin Bumi Pertiwi ini sesuai dengan apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini".

 Bagi saya dalam Islam jelas pegangannya untuk bergaul dengan umat agama lain, yakni bagimu agamamu bagiku agamaku
Heru Subroto

Thomas Setyoko, Solo
"Yang penting kita bisa berdamai dengan semua golongan, baik yang tidak beragama maupun yang beda agama. Hormat dan hargailah keyakinan mereka dengan murni".

Andi Suryono, Yogyakarta
"Selamat pak Maarif. Benar sekali yang bapak katakan tentang kerukunan umat beragama di indonesia yang masih terkesan ragu-ragu. Pasalnya apa yang menjadi komitmen elit agama di jakarta belum direspon dan ditindaki oleh para pemuka agama di daerah, di desa-desa".

Heru Subroto
"Saya sebagai pemeluk agama Islam sangat setuju dengan pendapat Prof Maarif. Bagi saya dalam Islam jelas pegangannya untuk bergaul dengan umat agama lain, yakni bagimu agamamu bagiku agamaku".

Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
TokohTokoh
Dengarkan fakta dan kisah para Tokoh di BBC Siaran Indonesia
 BJ HabibieTokoh Juni
B.J. Habibie tidak puas dengan proses demokratisasi
Kapten Ganahadi RatnuatmadjaTokoh Oktober
Pilot Indonesia Ganahadi, pilot pesawat Gadaffi
Mahathir Mohamad Tokoh Mei
Mahathir Mohamad prihatin soal masa depan Malaysia
kapoldaTokoh Juni
Brigjen Rumiah janji tak akan kecewakan polwan
marsiusTokoh Juli
Marsius Sitohang, dosen musik yang buta aksara
Berita utama saat ini
Email kepada temanVersi cetak
Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
BBC Copyright Logo^^ Kembali ke atas
Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
Bantuan | Privacy