|
Mahathir desak Badawi mundur | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Untuk mengatasi keterpurukan politik yang dialami oleh koalisi Barisan Nasional yang memerintah di Malaysia, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengusulkan agar pucuk pimpinan segera mundur. Dalam pemilu tanggal 8 Maret 2008, Barisan Nasional yang dimotori oleh Organisasi Nasional Melayu Bersatu, UMNO gagal meraih mayoritas dua pertiga suara untuk pertama kalinya sejak Malaysia merdeka tahun 1957. Atas kekalahan itulah, Mahathir berpendapat harus ada yang bertanggungjawab. "Saya dilatih sebagai dokter perobatan (dokter medis) dan bagi saya kalau kaki itu sudah busuk, kita potong saja kaki itu. Kalau kita simpan semua badan kemudian akan mengalami penyakit yang sama," kata Tun Mahathir kepada BBC. Setelah berkuasa selama 22 tahun, Mahathir Mohamad menyerahkan jabatan kepada Wakil Perdana Menteri yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden UMNO saat itu, Abdullah Badawi pada Oktober tahun 2003. Meskipun menunjuk Abdullah secara langsung sebagai penggantinya, Mahathir sekarang justru menjadi pengecam keras penerusnya tersebut. Sejarah politik Tun Mahathir kembali menyerukan kepada Abdullah Ahmad Badawi untuk mundur, karena apabila seorang pemimpin mengalami kekalahan begitu besar, maka biasanya mereka dengan sendirinya akan meletakkan jabatan. Pengunduran diri tersebut, kata Mahathir, sudah pernah terjadi dalam sejarah politik Malaysia. Dia mencontohkan mantan PM, Datuk Hussein Onn dan Tunku Abdul Rahman.
Namun Perdana Menteri, Abdullah Badawi sudah menegaskan tidak akan mundur di tengah keterpurukan ini karena tidak adil bagi penerusnya untuk menyingkirkan lumpur politik dan mengharapkan situasi akan kembali normal. Berbagai masalah antara lain kenaikan harga bahan pokok, ketegangan antar ras, perusakan tempat-tempat ibadah kaum minoritas, maraknya korupsi dan berbagai kebijakan yang dirasakan hanya menguntungkan golongan warga Melayu dituding memiliki andil dalam menjatuhkan koalisi partai-partai yang memerintah sejak Malaysia merdeka.
Dalam pemilu tahun 2004 atau beberapa bulan setelah Mahathir Mohamad menyerahkan kekuasaan ke Perdana Menteri Abdullah Badawi, Barisan Nasional meraih 199 suara dari 219 kursi atau hampir 91 persen. Namun dalam pilihan raya 2008, kubu oposisi yang terdiri dari tiga partai, PAS, DAP dan PKR meraih 82 kursi dari 222 kursi parlemen. Selain itu, oposisi juga kini sekaligus memerintah di lima dari 13 negara bagian Malaysia, yaitu Kelantan, Kedah, Perak, Penang, dan Selangor. Sebelumnya, oposisi yaitu PAS hanya berkuasa di negara Kelantan. Menurut Mahathir, kemenangan oposisi tersebut bukan karena peran mantan wakilnya yang pernah dipenjarakan, Anwar Ibrahim, tapi lebih karena pemilih tidak puas hati dengan pemerintah. Wawancara eksklusif untuk Tokoh BBC dengan Mahathir berlangsung di London, Inggris di sela-sela kunjungannya ke sejumlah kota dan komunitas Malaysia di Inggris. Wawancara ekslusif dengan tamu Tun dr Mahathir Mohamad hadir dalam Tokoh BBC Siaran Indonesia pada 1 Juni 2008, siaran pukul 05.30 WIB. Versi panjang Tokoh BBC juga bisa anda ikuti di sejumlah radio FM mitra BBC di berbagai kota di Indonesia, tanggal 2 Juni, mulai pukul 06.00 WIB. Tanggapan anda Sejauh ini sejumlah email pendengar sudah sampai di meja redaksi BBC. Imam Tadjri, Semarang: H.M.Amin Badawi, Jakarta: Wening, Purwokerto, Jawa Tengah: |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||