BBCIndonesia.com
  • Bantuan
Diperbaharui pada: 09 November, 2008 - Published 15:02 GMT
Email kepada temanVersi cetak
Carmel prihatin soal Papua

Carmel bersama Xanana Gusmao tak lama setelah tokoh pro-kemerdekaan Timor Timur itu dibebaskan dari tahanan 1999
Carmel bersama Xanana Gusmao tak lama setelah tokoh pro-kemerdekaan Timor Timur itu dibebaskan dari tahanan 1999
Pendiri TAPOL, Carmel Budiardjo, memprihatinkan pelanggaran hak-hak dasar, keterbelakangan ekonomi dan dampak transmigrasi di Papua.

Saat ini, kata Carmel, Papua menjadi perhatian serius lembaganya. Oleh karena itu, dia turut mendukung upaya sejumlah kalangan yang mendesak agar dibentuk komite parlemen Inggris tentang masalah Papua.

"Walaupun memang diberikan otonomi khusus, keadaan di Papua masih sulit sekali, masih banyak problem. Problem hak-hak dasar, itu masih ada tahanan politik di Papua dan ada masalah ekonomi, transmigrasi dari tempat-tempat lain di Indonesia," kata Carmel kepada BBC Siaran Indonesia.

Di samping itu, menurutnya, masyarakat Papua masih kesal dengan cara daerahnya diintegrasikan ke dalam wilayah Indonesia melalui penentuan pendapat rakyat Papua tahun 1969 yang dinilai hanya diwakili oleh segelintir penduduk Papua melalui penunjukkan.

Carmel yang pernah dipenjarakan di Indonesia di zaman Orde Baru itu mengaku lmasa depan lembaganya yang berbasis di Inggris itu belum pasti sejak Indonesia mengalami reformasi 10 tahun terakhir.

Dia mengatakan relevansi TAPOL di masa depan selalu menjadi pertanyaan besar setelah para tahanan politik di Indonesia dibebaskan, setelah Timor Timur lepas dari Indonesia dan setelah Aceh damai.

Selain itu, sejak reformasi bergulir, berbagai lembaga swadaya masyarakat menjamur di Indonesia yang juga mengangkat isu-isu HAM, demokratisasi dan keadilan.

Namun Carmel mengatakan saat ini organisasi pemerhati isu HAM dan demokrasi di Indonesia tersebut, masih memiliki relevansi karena pelanggaran HAM masih biasa ditemukan terutama di Papua.

"Mudahan-mudahan relevansi TAPOL akan berakhir. Harapan kami supaya TAPOL tidak relevan lagi, supaya Indonesia berjalan seperti negara demokratis yang biasa," tambahnya.

Wawancara dengan Carmel Budiardjo telah disiarkan dalam acara Tokoh BBC Siaran Indonesia, Minggu, 30 November 2008, pukul 05.30 WIB.

Versi panjang wawancara tersebut juga disiarkan oleh sejumlah radio FM mitra BBC, Senin, 1 Desember, mulai pukul 06.00 WIB.

Latar belakang

TAPOL, singkatan dari tahanan politik, didirikan tahun 1973 sebagai organisasi untuk menyuarakan tuntutan pembebasan para tahanan politik yang masih berada di penjara.

Sebagian dari tahanan politik tersebut dijebloskan ke penjara tanpa diadili karena dicurigai terlibat dalam Partai Komunis Indonesia, menyusul upaya pembasmian PKI tahun 1965.

Carmel, kelahiran tahun 1925, adalah warga Inggris lulusan London School of Economics dan menikah dengan seorang pejabat pemerintah Indonesia, Suwondo Budiardjo yang dikenalnya di Praha.

Dia pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia tahun 1952 dan sempat bekerja di Kantor Berita Antara sebagai penerjemah dan sebagai peneliti ekonomi di Departemen Luar Negeri Indonesia di Jakarta antara tahun 1955-1965.

Namun Carmel dipecat dari Departemen Luar Negeri tahun 1965 setelah militer di bawah pimpinan Jendral Suharto berkuasa.

Tiga tahun kemudian, suaminya dipenjarakan oleh Pemerintah Orde Baru karena dituduh terlibat gerakan komunis di Indonesia.

Carmel juga ditahan selama tiga tahun tanpa diadili. Pada tahun 1971, Carmel dibebaskan dari penjara dan diusir dari Indonesia.

Setelah Setelah Abdurrahman Wahid menjadi presiden RI, Carmel baru mendapat izin masuk ke Indonesia tahun 2000.

Pengalaman pribadinya saat dipenjara dituangkan dalam buku berjudul ""Bertahan Hidup di Gulag Indonesia" terbitan tahun 1996.

Carmel pernah menerima penghargaan dari lembaga Swedia "The Right Livelihood Award" yang dipandang sebagai Hadiah Nobel alternatif.

Menurut mantan ketua PBHI, Hendardi, organisasi seperti TAPOL itu memiliki pengaruh besar "dalam upaya-upaya mendorong perubahan rezim dan perubahan kekuasaan pada masa Orde Baru".

Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
TokohTokoh
Dengarkan fakta dan kisah para Tokoh di BBC Siaran Indonesia
yosieTokoh Oktober
Yosie, wanita Padang yang memutuskan menjadi PMK
kallaTokoh September
Kalla menilai latar belakang suku capres kini tidak penting
tokoh syafiiTokoh Agustus
Prof Syafii, peraih penghargaan Magsaysay 2008
Berita utama saat ini
Email kepada temanVersi cetak
Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
BBC Copyright Logo^^ Kembali ke atas
Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
Bantuan | Privacy