|
Antasari Azhar tentang rencana KPK | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ketua baru KPK Antasari Azhar berencana untuk menerapkan langkah preventif dan represif dalam menangani korupsi selama kepemimpinannya di lembaga tersebut. Langkah preventif dan represif tersebut perlu dilakukan bersama-sama agar penanganan korupsi efektif, kata Antasari dalam acara Tokoh BBC Siaran Indonesia, Hari Minggu, 30 Desember 2007. Dia mengatakan langkah preventif harus dimulai dari awal seperti penerimaan pada tingkat penerimaan mahasiswa dan penerimaan pegawai negeri. Antasari mengatakan, dia sering mendengar keluhan calon PNS harus menyediakan dana besar untuk bisa lolos dengan bantuan pengambil keputusan dalam penyaringan pegawai. Pencalonan ditentang Soal upaya represif, Antasari mengatakan, dia tidak akan berfokus pada kasus tertentu.
"Semua [kasus korupsi akan ditangani] selama tetap kita menempuh langkah-langkah hukum. Ada fakta, ada bukti, jalan," tegas Antasari. Antasari Azhar pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Azhar juga sempat menjadi Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung. Dari kursi Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, dia terpilih sebagai pimpinan KPK 2007-2011 melalui seleksi di DPR. Namun sejumlah kalangan terutama aktivis anti korupsi sejak awal menentang pencalonan Antasari karena menganggap sosok tersebut memiliki catatan kurang bersih. Mereka antara lain menuduh Antasari terlibat kesepakatan untuk menyelamatkan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan memperlambat kasus Tommy Suharto. Akan tetapi Antasari Azhar membantah semua tudingan tersebut, seperti tersaji dalam Tokoh BBC Siaran Indonesia, hari Minggu, 30 Desember 2007, siaran pukul 05.30 WIB. Tanggapan pendengar Karena keterbatasan ruang, BBC tidak bisa memuat semua tanggapan yang masuk. "Bagus semoga lebih baik dari sebelumnya dan lebih komitmen dalam bekerja.. dan tidak tambal sulam" "Beri dia waktu untuk membuktikan komitmennya dalam pemberantasan korupsi, tidak usah menambah lagi menjadi hakim yang keblinger" "Saya ragu karena bekas dari Kejaksaan, dan paling-paling diintervensi oleh bekas atasannya, saya sangat pesimis, karena terpilihnya juga dipaksakan oleh gol tertentu" "Sebaiknya Pak Antasari jangan banyak janji dulu. Bertekadlah secara jujur untuk berantas korupsi seperti mendiang Bapak Baharuddin Lopa" |
Habibie tak puas demokratisasi18 Juni, 2007 | Acara Wiranto ingin cetak model baru11 Mei, 2007 | Acara Ambisi politik Anwar Ibrahim27 April, 2007 | Acara | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||