BBCIndonesia.com
  • Bantuan
Diperbaharui pada: 19 Desember, 2007 - Published 18:00 GMT
Email kepada temanVersi cetak
Antasari Azhar tentang rencana KPK
Antasari Azhar
Antasari Azhar terpilih setelah menjalani fit dan proper test
Ketua baru KPK Antasari Azhar berencana untuk menerapkan langkah preventif dan represif dalam menangani korupsi selama kepemimpinannya di lembaga tersebut.

Langkah preventif dan represif tersebut perlu dilakukan bersama-sama agar penanganan korupsi efektif, kata Antasari dalam acara Tokoh BBC Siaran Indonesia, Hari Minggu, 30 Desember 2007.

Dia mengatakan langkah preventif harus dimulai dari awal seperti penerimaan pada tingkat penerimaan mahasiswa dan penerimaan pegawai negeri.

Antasari mengatakan, dia sering mendengar keluhan calon PNS harus menyediakan dana besar untuk bisa lolos dengan bantuan pengambil keputusan dalam penyaringan pegawai.

Pencalonan ditentang

Soal upaya represif, Antasari mengatakan, dia tidak akan berfokus pada kasus tertentu.

Antasari Azhar
 Semua [kasus korupsi akan ditangani] selama tetap kita menempuh langkah-langkah hukum. Ada fakta, ada bukti, jalan
Antasari Azhar

"Semua [kasus korupsi akan ditangani] selama tetap kita menempuh langkah-langkah hukum. Ada fakta, ada bukti, jalan," tegas Antasari.

Antasari Azhar pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

Azhar juga sempat menjadi Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung.

Dari kursi Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, dia terpilih sebagai pimpinan KPK 2007-2011 melalui seleksi di DPR.

Namun sejumlah kalangan terutama aktivis anti korupsi sejak awal menentang pencalonan Antasari karena menganggap sosok tersebut memiliki catatan kurang bersih.

Mereka antara lain menuduh Antasari terlibat kesepakatan untuk menyelamatkan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan memperlambat kasus Tommy Suharto.

Akan tetapi Antasari Azhar membantah semua tudingan tersebut, seperti tersaji dalam Tokoh BBC Siaran Indonesia, hari Minggu, 30 Desember 2007, siaran pukul 05.30 WIB.

Tanggapan pendengar

Karena keterbatasan ruang, BBC tidak bisa memuat semua tanggapan yang masuk.

"Bagus semoga lebih baik dari sebelumnya dan lebih komitmen dalam bekerja.. dan tidak tambal sulam"
Yokonaura, Korea Selatan

"Beri dia waktu untuk membuktikan komitmennya dalam pemberantasan korupsi, tidak usah menambah lagi menjadi hakim yang keblinger"
Eko Budi Prasetyo, Salatiga

"Saya ragu karena bekas dari Kejaksaan, dan paling-paling diintervensi oleh bekas atasannya, saya sangat pesimis, karena terpilihnya juga dipaksakan oleh gol tertentu"
Hendro Soetjipto, Serpong

"Sebaiknya Pak Antasari jangan banyak janji dulu. Bertekadlah secara jujur untuk berantas korupsi seperti mendiang Bapak Baharuddin Lopa"
Doni, Padang

Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
TokohTokoh
Dengarkan fakta dan kisah para Tokoh di BBC Siaran Indonesia
 BJ HabibieTokoh Juli
B.J. Habibie berbicara tentang kebijakan teknologi
Istri mendiang aktivis HAM Munir, Suciwati di studio BBCTokoh Agustus
Suciwati bicara soal kematian misterius suaminya, Munir
Panglima TNI Marsekal Djoko SuyantoTokoh September
Panglima TNI Djoko Suyanto: Peralatan kurang memadai
Kapten Ganahadi RatnuatmadjaTokoh Oktober
Pilot Indonesia Ganahadi, pilot pesawat Gadaffi
lion airTokoh November
Bos Lion Air ingin terbangkan banyak orang
Habibie tak puas demokratisasi
18 Juni, 2007 | Acara
Wiranto ingin cetak model baru
11 Mei, 2007 | Acara
Ambisi politik Anwar Ibrahim
27 April, 2007 | Acara
Berita utama saat ini
Email kepada temanVersi cetak
Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
BBC Copyright Logo^^ Kembali ke atas
Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
Bantuan | Privacy