BBCIndonesia.com
  • Bantuan
Diperbaharui pada: 18 Agustus, 2007 - Published 14:32 GMT
Email kepada temanVersi cetak
Tekad Suciwati ungkap dalang

Istri mendiang aktivis HAM Munir, Suciwati di studio BBC
Suciwati sering bepergian ke luar negeri untuk mengadvokasikan kasus Munir
Istri mendiang Munir, Suciwata merasa misteri kematian suaminya sama sekali belum terungkap hampir tiga tahun setelah Munir meninggal dunia dalam penerbangan dari Singapura ke Amsterdam, 7 September tahun 2004.

"Apa yang saya yakini atas meninggalnya Munir belum saya dapatkan", kata Suciwati dalam acara Tokoh BBC Siaran Indonesia, Hari Minggu, 26 Agustus 2007.

Menyusul kematian suaminya, seorang aktivis HAM dan pendiri LSM Kontras, Suciwati berada di baris depan untuk mengungkap dalang dan mencari keadilan atas kematian mendadak Munir.

Suciwati menghabiskan banyak waktu untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, seperti Australia, Kanada, Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk mengadvokasikan kasus ini.

Sebagai orang tua tunggal, Suciwati mengatakan waktunya dibagi antara mencari nafkah, mengasuh anak dan melakukan kampanye untuk kasus Munir.

Pada September, mendiang Munir Said Thalib - demikian nama lengkap sang aktivis HAM kelahiran 8 Desember 1965 - bersiap untuk melanjutkan studi di salah satu universitas ternama Belanda.

mendiang munir
 Apa yang saya yakini atas meninggalnya Munir belum saya dapatkan
Suciwati

Namun, dia meninggal dua jam sebelum mendarat di Schipol, Amsterdam.

Hasil pemeriksaan laboratorium forensik Belanda belakangan menyatakan, arsenik ditemukan di jasad Munir, dalam dosis yang mematikan.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hari Kamis, 16 Agustus 2007 menggelar sidang perdana peninjauan kembali kasus kematian pegiat HAM Munir.

Jaksa Penuntut Umum mengajukan sejumlah bukti baru atau novum, berupa kesaksian yang mengarah ke pilot Garuda, Pollycarpus Budihari Priyanto sebagai pelaku utama dan keterlibatan Badan Intelijen Negara.

Pollycarpus membantah dia terlibat dalam kematian Munir. Sebelumnya, Mahkamah Agung menyatakan terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan dan hanya dihukum 18 bulan dalam kasus pemalsuan dokumen.

Tanggapan pendengar

Berbagai tanggapan pendengar masuk ke meja redaksi BBC, namun karena keterbatasan ruang, kami tidak bisa memuat semua komentar.

"Kasus kematian Munir agak mirip dengan cerita komik DDS, dimana BIN adalah Meiose yang punya kemampuan merencanakan kejahatan dengan sempurna dan Pollycarpus hanya pesuruh biasa. Aktor intelektualnya harus bisa terungkap"
Mas Basy, Kudus

"Saya sebagai makluk ciptaan Tuhan yang turut merasakan apa yang dilakukan Munir adalah sangat muliah dan seharusnya dihormati oleh semua orang dan dihayati"
Henrique da Costa, kelahiran Timor Leste, sedang menyelesaikan S2 di universitas Federal do Ceará - Brasil

"Pemerintah sangat lamban dalam menangani kasus ini. Hendaknya pemerintah segera mengungkap dalang di balik pebunuhan Munir"
Syella Ayunisa Rani, Magelang

"Saya bangga dengan semua kerja keras yang dilakukan Ibu Suciwati, semoga beliau tabah dan kuat"
Manda, Tarakan

Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
Anwar IbrahimTokoh April
Ambisi Anwar Ibrahim untuk kembali ke panggung politik
WirantoTokoh Mei
Jendral Wiranto ingin cetak kepemimpinan model baru
 BJ HabibieTokoh Juni
B.J. Habibie tidak puas dengan proses demokratisasi
 BJ HabibieTokoh Juli
B.J. Habibie berbicara tentang kebijakan teknologi
Panglima TNI Marsekal Djoko SuyantoTokoh September
Panglima TNI Djoko Suyanto: Peralatan kurang memadai
Kapten Ganahadi RatnuatmadjaTokoh Oktober
Pilot Indonesia Ganahadi, pilot pesawat Gadaffi
Berita utama saat ini
Email kepada temanVersi cetak
Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
BBC Copyright Logo^^ Kembali ke atas
Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
Bantuan | Privacy