Dihentikan serangan udara udara atas Yaman

Sumber gambar, EPA
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengakhiri serangan udaranya atas kelompok pemberontak Syiah Houthi di Yaman, seperti dilaporkan stasiun TV pemerintah negara itu.
Operasi koalisi yang diberi nama Decisive Storm atau Badai Penentu itu disebut sudah mencapai tujuan militernya.
Sebuah operasi baru yang diberi nama Restoring Hope atau Pemulihan Harapan, ditujukan pada upaya penyelesaian krisis politik di Yaman dan keamanan serta kontraterorisme di dalam negeri.
Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi berlangsung hampir sebulan belakangan namun secara umum gagal menghentukan gerak kelompok Houthi yang ingin menjatuhkan pemerintahan <link type="page"><caption> Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi, yang sudah melarikan diri ke Arab Saudi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150327_yaman_presiden_saudi" platform="highweb"/></link>
Yaman menghadapi krisis politik dan militer dengan kelompok Houthi menguasai beberapa wilayah di negara itu, termasuk sebagian ibukota Sanaa.
Hari Senin 20 April, <link type="page"><caption> serangan udara atas pangkalan rudal di ibukota Sanaa menewaskan sedikitnya 18 orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150420_yaman_bom" platform="highweb"/></link> dengan 300 lainnya cedera.
Tak lama setelah serangan tersebut, l<link type="page"><caption> edakan menghantam gedung Kedutaan Besar RI di Sanaa,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150420_kbri_yaman_bom" platform="highweb"/></link> namun Kementrian Luar Negeri Indonesia menegaskan KBRI bukan merupakan sasaran serangan dan hanya terkena dampaknya.
PBB mengatakan konflik di Yaman sejauh ini menyebabkan serkitar 150.000 orang mengungsi dan sedikitnya 12 juta orang menghadapi kekurangan pangan.













