Bagaimana peradaban Maya bisa ditemukan?

Piramida Maya

Sumber gambar, Grand Velas Riviera Maya Flickr CC BY SA

Keterangan gambar, Sisa peradaban Maya ditemukan tersembunyi di tengah hutan.

Beberapa lukisan dinding paling menakjubkan dari peradaban Maya –berangka tahun 100 tahun Sebelum Masehi– ditemukan di belantara hutan San Bartolo, Guatemala pada 2001.

Jelas bahwa San Bartolo punya banyak hal lainnya untuk dilihat, tetapi hutan itu sangat lebat.

“Sangat berbahaya berjalan menembus hutan untuk menemukan situs. Sangat lembab dan banyak ular,” kata Diane Davies, peneliti di Institute of Archaeology, UCL, yang bekerja di wilayah itu di pertengahan 2000-an.

  • <link type="page"><caption> Mengapa foto veteran misterius ini selalu menjadi viral?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/05/160501_vert_cul_foto_viral.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pesawat Perang Dunia II yang melampaui zamannya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/04/160413_vert_fut_pesawat_ww2.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kenyataan di balik robot seks</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160322_vert_fut_robot_seks.shtml" platform="highweb"/></link>

“Kita bisa berada di sekitar tujuh atau delapan meter saja dari sebuah piramida di dalam hutan dan kita tak bisa melihat apa pun karena tetumbuhannya sangat lebat,” kata Davies.

Namun, melalui analisa pencitraan satelit, situs arkeologi yang tadinya tersembunyi, bisa ditemukan.

Davies ingat bantuan dari ilmuwan NASA, Thomas Sever yang belakangan bisa mengenali berbagai macam tampilan menakjubkan –termasuk piramida peradaban Maya– lewat pencitraan satelite.

Karena kebanyakan bangunan peradaban Maya dibangun dengan batu kapur, komposisi kimia di sekitar reruntuhan berubah akibat pengaruh waktu dan ini tampak pada pencitraan satelit.

Citra satelit Maya

Sumber gambar, Nasa

Keterangan gambar, Hasil pencitraan satelit bangunan sisa peradabatan Maya.

Ketika memindai daerah reruntuhan arkeologis, spektrum gelombang elektomagnetik berbeda digunakan untuk memunculkan pola-pola di tanah, ujar Geoffrey Braswell, dari University of California San Diego.

Light detection and ranging (Lidar), yang menggunakan sinar laser, bisa juga digunakan untuk mengukur topografi.

“Jika Anda terbang di atas kanopi, kebanyakan sinar ini dipantulkan daun dan tak menyentuh tanah tapi beberapa di antaranya bisa,” ujar Braswell. “Ini bisa membuat kita melihat ciri yang unik di tanah.”

  • <link type="page"><caption> Berkah dan kutukan bagi orang yang tidak bisa lupa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/03/160320_vert_fut_ingatan.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Bagaimana membuat batu bata di permukaan bulan?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2016/02/160210_vert_fut_desa_bulan.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mahasiswa India merancang traktor revolusioner</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/02/160210_vert_fut_traktor.shtml" platform="highweb"/></link>

Namun Lidar mahal, dan selama beberapa tahun ini, merupakan teknologi yang tak terjangkau, karenanya hanya dipakai oleh militer.

Braswell akan senang hati menggunakannya untuk memindai seluruh wilayah Amerika Tengah untuk melihat situs arkeologi mana yang terlewatkan, tetapi hal itu belum memungkinkan sekarang ini.

Ada persoalan lain. Kebanyakan para peneliti peradaban Maya sepakat bahwa situs yang ditemukan melalui pengindraan jarak jauh harus dipastikan melalui ekspedisi di darat.

Ini disebabkan banyak penemuan ternyata sama sekali bukan hal yang menarik minat, sebuah lapangan dan bukan bangunan, atau bangunan buatan manusia yang berusia muda, dan bukan reruntuhan kuno.

“Di bagian utara peradaban Maya di Yucatan, pengindraan jarak jauh memberi 70% laporan yang dipastikan palsu,” kata Braswell.

Namun, lebih banyak yang setuju bahwa keuntungan dari teknologi lebih besar. Beberapa situs yang jebat berhasil ditemukan lewat cara ini dan di beberapa kasus lagi, bisa memangkas waktu ekspedisi yang bisa bertahun-tahun menembus kawasan hutan yang lebat.

Artikel ini dalam bahasa Inggris <link type="page"><caption> How we unravelled Maya secrets from the air</caption><url href="http://www.bbc.com/future/story/20160526-how-we-unravelled-mayan-secrets-from-the-air" platform="highweb"/></link><italic>, </italic>dan artikel lain sejenis bisa Anda baca di <link type="page"><caption> BBC Future</caption><url href="http://www.bbc.com/future" platform="highweb"/></link><italic>.</italic>