Perubahan wajah boneka barbie

Sumber gambar, mattel

Boneka ini telah hadir selama hampir 60 tahun, dan mengambil setiap bentuk mulai dari cheerleader sampai astronot. Katya Foreman menelaah tampilan abadi sebuah boneka plastik.

Minggirlah Hillary Clinton! Kandidat presiden perempuan lain telah siap memasuki laga di musim gugur ini: Barbie.

Maksudnya beberapa Barbie, karena, untuk pencalonannya yang keenam untuk berkantor di ruang oval di Gedung Putih, ikon budaya pop dari plastik ini akan dijual sebagai dua Barbie, presiden dan wakil presiden, yang dibuat dalam beberapa warna kulit.

Konsep ini sejalan dengan keinginan Richard Dixon, presiden direktur dan kepala operasional kantor Barbie di California – kantor pusat Mattel, dijabarkan sebagai sebuah 'revolusi keberagaman' yang ambisius bagi ikon berbahan plastik itu.

"Ini sangat berbeda dengan Barbie-barbie yang lama,” ungkapnya dalam sebuah jumpa pers baru-baru ini di Los Angeles.

Barbie yang pertama, seorang model remaja, diluncurkan tahun 1959.

Sumber gambar, Mattel

Keterangan gambar, Barbie yang pertama, seorang model remaja, diluncurkan tahun 1959.

Mundur dari posisinya sebagai putri berkat kaki datar yang fleksibel, menurut Dixon, telah “membebaskan Barbie dari sepatu berhak tingi,”

Barbie Untuk Semua Perempuan yang baru (baru-baru ini berwujud pada tiga jenus tubuh “perempuan yang nyata” - tinggi, mungil dan montok) bahkan hadir dengan tagar ala teori Darwin, #TheDollEvolves dan slogan: “Imajinasi hadir pada semua bentuk dan ukuran. Itulah mengapa dunia Barbie berevolusi.”

Tampil di depan kelompok ini adalah Hello Barbie, boneka Barbie dengan kecerdasan buatan pertama di dunia, seorang ahli diskusi yang canggih yang muncul di sampul majalah The New York Times menjelang rilis di bulan November, disertai judul utama “Now I have a Brain!” –“Sekarang saya punya otak.”

Dengan lesunya penjualan belakangan dan munculnya produk laris Mattel, American Girl, sosok pesaing yang agak lebih sehat, ini waktunya Barbie tampil sebagai sesuatu yang lebih nyata.

Gadis Barbie

Mungkin cukup mengagetkan, bahwa otak di belakang desain Barbie yang asli, dengan segala bentuk payudaranya yang terkenal itu, adalah seorang perempuan, Ruth Handler.

Pengusaha dan pedagang yang visioner itu disebutkan sebagai tokoh penggerak utama di balik suaminya, Elliot Handler, sang penemu dan pendiri Mattel.

Tetapi Barbie adalah sepenuhnya proyek dan gagasannya, tegas Anne Monier, kurator dari pameran Barbie yang sedang berlangsung di Les Arts Décoratifs di Paris, di mana para pengunjung dapat mendalami beberapa ‘kehidupan’ boneka itu dalam konteks sejarah dan sosiologi, hingga soundtrack lagu Aqua di tahun 90an yang menggebrak, Barbie Girl.

Ruth Handler sedang memperhatikan anak perempuannya Barbara (nama Barbie diambil dari namanya) bermain dengan boneka-boneka kertas saat ia mendapat ide untuk membuat boneka berbentuk perempuan, sebagai alternatif dari boneka bayi atau anak-anak.

Konsep ini sebenarnya dibuat untuk merombak passar mainan, tetapi berhubungan dengan suatu tradisi, kata Monier, yang memilih untuk menyelenggarakan acara Barbie dengan koleksi boneka orang dewasa dari awal abad ke19 berpakaian sesuai zamannya.

Ide Handler mendapat pematangan pada saat perjalanannya ke Swiss pada tahun 1956 ketika dia melihat boneka produksi Bild, tabloid Jerman, dari tokoh komik strip populer, Lilli.

“Dia adalah tokoh yang selalu terjebak dalam situasi bersama pria,” kata Monier sambil tertawa. “Misalnya, ada satu episode di mana dia mengenakan gaun putih dengan cap telapak tangan di seluruh permukaan payudara dan bokongnya, dengan tulisan “Mobil saya mogok dan jika tak ada montir yang datang untuk mengulurkan tangan, saya akan terus berdiri menunggu di pinggir jalan.”

Anak perempuan Ruth Handler sudah menikah ketika Barbie – nama lengkapnya Barbara Milicent Roberts; pekerjaan model remaja – akhirnya diluncurkan pada 1959 setelah bertahun-tahun upaya meyakinkan manajemen Mattel bahwa Barbie akan berjaya.

Pacar Barbie, Ken – namanya diambil dari anak laki-laki Handler – diluncurkan pada tahun 1961.

Sumber gambar, Mattel

Keterangan gambar, Pacar Barbie, Ken – namanya diambil dari anak laki-laki Handler – diluncurkan pada tahun 1961.

Membanggakan bentuk tubuh yang berdasarkan mimpi (baca: tidak realistis) dari bintang Hollywood seperti Liz Taylor dan Marilyn Monroe, pakaian pertama Barbie, baju renang model kemben bermotif garis-garis zebra, didisain untuk menjadi ‘telegenik’ untuk iklan komersial televisi hitam putih.

Dari bentuk mata kucing sampai anting-anting dan sepatu, semua dapat dilepas, dengan sebuah lemari yang berisi pernak-pernik kecil menanti para penggemar untuk menghabiskan uang jajannya. Idenya terangkat. Satu dinding di akhir pameran di Paris memamerkan 7,000 disain lemari Barbie yang disusun dengan spektrum pelangi.

Mengalah pada tekanan dari fans yang ngotot bertemu pacar Barbie, Mattel meluncurkan Ken Carson (namanya diambil dari anak laki-laki Handler) di tahun 1961.

Segera saja Barbie menerima surat lebih banyak ketimbang seorang bintang Hollywood, yaitu sekitar 20,000 surat per minggu.

Diluncurkannya novel pendek tahun 60an yang menceritakan kehidupannya, keluarga dan temannya di Malibu (berlanjut sampai hari ini dengan seri animasi televisi Barbie: Life in the Dreamhouse), mitos Barbie berlanjut.

Bahasa tubuh

Barbie pertama kali dijual dalam warna rambut cokelat dan pirang, dengan diversifikasi lewat teman dan anggota keluarga yang keluar masuk hidupnya, menurut Monier.

‘Colored Francie’, boneka berkulit hitam pertama dalam dunia Barbie, dirilis pada tahun 1967 berdasarkan saudara Barbie, Francie Fairchild, yang berambut pirang maupun cokelat sekarang adalah sebuah kegagalan, kata Monier.

“Mereka memilih karakter yang salah.” Namun setahun setelahnya, dirilislah Christie, Barbie berkulit hitam pertama dari sudut pandang Mattel yang merupakan sukses besar dalam pemasaran, pada saat pergerakan hak-hak sipil meruyak di AS.

Barbie mengadopsi gaya bubble cut ala Jackie Kennedy dan gaya astronot di tahun 1960an.

Sumber gambar, Mattel

Keterangan gambar, Barbie mengadopsi gaya bubble cut ala Jackie Kennedy dan gaya astronot di tahun 1960an.

Perubahan besar penampilan Barbie terjadi di awal tahun 60-an ketika dia mengadopsi gaya bubble cut Jackie Kennedy.

Sebagai perempuan yang tumbuh semakin mandiri, bekerja, mengemudi mengenakan gaya yang lebih pendek, Barbie cukup luwes.

Dalam dekade itu juga diluncurkan ‘mata mengantuk’ Barbie yang bisa mengedip: membuka dan menutup, kaki yang dapat ditekuk dan pinggang yang dapat berputar.

Peluncuran Barbie Malibu di tahun 1971, dengan tampilan wajah baru, menampilkan gambaran boneka itu sebagai peselancar perempuan berambut pirang dari California dengan kulit berwarna tembaga.

Bibir yang sebelumnya datar berubah menjadi senyuman penuh, pandangan matanya, yang sebelumnya seperti diam-diam melirik ke samping sekarang menatap ke depan. Di akhir tahun 70-an, Barbie sudah cukup kuat untuk muncul dalam berbagai perbedaan warna kulit tanpa membingungkan pasar, jelas Monier.

Perubahan kunci lainnya terjadi di tahun 2000 dengan Jewel Girl yang terinspirasi dari bintang remaja seperti Britney Spears dan memperkenalkan fisik yang lebih atletis dengan pinggang yang dapat ditekuk.

Perubahan-perubahan baru-baru ini termasuk boneka-boneka presiden dan Hello Barbie, sebuah model model kepintaran buatan.

Sumber gambar, Mattel

Keterangan gambar, Perubahan-perubahan baru-baru ini termasuk boneka-boneka presiden dan Hello Barbie, sebuah model model kepintaran buatan.

Perdebatan tentang citra tubuh boneka yang membungkuk itu terus memanas.

Di tahun 2011, Galia Slayen dari The Huffington Post, yang membangun sebuah boneka Barbie seukuran manusia untuk National Eating Disorder Awareness Week, memperhitungkan bahwa jika Barbie adalah seorang perempuan sungguhan, tingginya akan mencapai 175.26 sentimeter, lingkar dada 99.06 sentimeter, lingkar pinggang 45.72 sentimeter, lingkar pinggul 83.82 sentimeter dan ukuran sepatu nomor 3 dan menyimpulkan: ”Jika Barbie adalah perempuan sungguhan, dia akan harus berjalan dengan merangkak karena proporsi tubuhnya itu.”

Majalah Time, dalam nada yang nyinyir, baru-baru ini mengeluarkan sampul Barbie berbadan besar dengan tulisan: “Bisakah kini kita berhenti membicarakan tubuh saya?”

Seperti bisa dilihat pengunjung pada pertunjukan di Les Arts Décoratifs, Barbie memiliki ribuan wajah. Dia sulit disimpulkan pada satu gambaran saja: penampilannya muncul mulai dari plastik berkepala kosong sampai sosok penuh daya dan wibawa.

Di balik kubah kaca, ditampilkan suatu pasukan Barbie dengan lebih dari 180 pekerjaan sepanjang kehidupan boneka itu: daftar riwayat hidupnya mencakup kasir di McDonald, pelatih sepakbola, teknisi komputer, penyanyi pop, dokter bedah, pemadam kebakaran hingga paleontologis.

Barbie pernah menjadi pemandu sorak dan Miss America, tetapi karir penting pertamanya datang di tahun 1960an, ketika dia menjadi astronot perempuan, Miss Astronaut. Barbie, sebuah simbol langkah raksasa bagi perempuan yang dirilis empat tahun sebelum manusia pertama mendarat di bulan.

Di tahun 1980 dia menjadi perempuan pekerja sebagai Boardroom Barbie. Sementara kampanye presidennya yang pertama di tahun 1992, mengejutkan dengan kostum ala Clinton berwarna biru terang, yang disebutkan Mattel, muncul sebelum adanya kandidat perempuan untuk pemilihan presiden AS.

Monier dengan segera menunjukkan bahwa berita-berita positif tentang Barbie cenderung ditulis lebih sedikit dibanding perdebatan mengenai citra tubuh yang terus saja berlangsung. Misalnya, Ella Chemotherapy Barbie yang tidak memiliki rambut, digagas untuk anak-anak penderita kanker.

Pameran di Les Arts Décoratifs menampilkan 7,000 desain lemari baju Barbie.

Sumber gambar, Les Arts Dcoratifs

Keterangan gambar, Pameran di Les Arts Décoratifs menampilkan 7,000 desain lemari baju Barbie.

“Masih ada gambarannya tentang Barbie dalam warna merah muda dan berkilau dari tahun 90an selama fase putri rajanya, tetapi dia selalu menjadi boneka yang membuat anak-anak bercita-cita menjadi perempuan independen. Dia sedikit feminis. Dia tidak menikah, dia tidak memiliki anak. Dia benar-benar bebas, dalam arti apa yang dia inginkan sebagai karir - semuanya mungkin terwujud,” kata Monier. Ia berkeliling sepanjang pameran, bergerak melewati kumpulan Barbie yang disusun dari para kolektor Barbie sampai perancang gaun Barbie termasuk karya terakhir Andy Warhol, Barbie, Portrait of BillBoy (1986) dan sebuah miniatur gaun pengantin karya Yves Saint Lauren di tahun 1965 yang terinspirasi oleh boneka Rusia.

Dalam satu etalase, ‘tampilan Barbie’ merupakan cerminan zaman mereka, dalam kreasi yang hampir sama dengan koleksi busana museum. Di sisi lain, Barbie-barbie di atas podium mengambil berbagai peran terkenal seperti Ratu Elizabeth I, Audrey Hepburn dan Tippi Hedren dalam The Birds dengan burung camar di atas kepalanya.

Penghujung pameran ditampilkan seri fotografi peringatan 50 tahun Barbie jepretan Karl Lagerfeld menampilkan Barbie bersama seorang model, Baptiste Giabiconi dalam peran sebagai Ken memunculkan pertanyaan: yang mana yang plastik?

“Telah terjadi banyak kontroversi terhadap bentuk tubuh dan penampilan Barbie, seolah-olah dia hidup. Padahal, jika dipikirkan, sedikit sekali boneka yang memiliki proporsi tubuh yang realistis (jadi bukan cuma Barbie). Itu sungguh mengagumkan,” kata Monier. “Pada akhirnya, ia hanyalah boneka.”

Anda bisa juga membaca artikel ini dalam bahasa Inggris berjudul <link type="page"><caption> The Changing Faces of Barbie </caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20160511-the-changing-faces-of-barbie" platform="highweb"/></link>dan artikel lainnya di <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link>.