Apa makna foto perdana menteri berlutut bagi Inggris?

Ratu Elizabeth II

Sumber gambar, Getty

Sebagai perdana menteri baru Theresa May difoto berlutut di depan Ratu Elizabeth II.

Setelah beberapa hari terjadi kemelut politik di Westminster, satu foto yang menenangkan muncul di hari Rabu malam (20/07) dari bagian dalam otorita kerajaan: Ratu bertemu secara pribadi dengan Theresa May, yang menggantikan David Cameron sebagai perdana menteri Inggris.

Hal ini bisa saja diremehkan sebagai bagian dari ritual, foto pemimpin baru Partai Konservatif yang berkuasa dan monarki yang mengundangnya untuk membentuk pemerintahan baru. Sebenarnya ini adalah dokumen kebudayaan yang menarik.

  • <link type="page"><caption> Gunung Rushmore mencapai umur 75 tahun</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/07/160717_vert_cul_rushmore" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Inilah aktor wanita bukan pahlawan yang ditunggu-tunggu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/07/160717_vert_cul_tv" platform="highweb"/></link>

Di permukaan, gambar ini memperkuat bahwa demokrasi di Inggris, paling tidak secara simbolis, masih tunduk terhadap kekuasaan karena garis keturunan. Meskipun foto ini kemungkinan dihiasi senyuman dan kemewahan fashion perancang mode, kesunyian mewarnai foto tersebut. Hal ini tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya dibicarakan antara Ratu dan perdana menteri baru.

Peringatan Abad ke-16 di Bacton Church, Herefordshire memperlihatkan Ratu Elizabeth I dengan salah satu pengikut setianya (Kredit: Colin Ward/Jenny Lawrence/Herefordshire Churches).

Sumber gambar, Colin Ward

Keterangan gambar, Peringatan Abad ke-16 di Bacton Church, Herefordshire memperlihatkan Ratu Elizabeth I dengan salah satu pengikut setianya (Kredit: Colin Ward/Jenny Lawrence/Herefordshire Churches).

Pose bisu kedua perempuan ini mengingatkan gambar Abad ke-16 di Bacton Church, Herefordshire: patung yang mengingatkan kita pada betapa rahasianya pantomim kekuasaan, sejak lama. Sama seperti foto yang dikeluarkan Istana Buckingham pada hari Rabu malam, patung marmer ini memperlihatkan seseorang berlutut di depan kerajaan, dalam kasus ini Blanche Parry di depan Ratu Elizabeth I. Dia ditugaskan melayani sejak calon ratu tersebut masih bayi, Blance menjadi teman dekat ratu.

Elizabeth kemudian memberikan Blance tanggung jawab yang jauh melebihi statusnya sebagai dayang ratu. Dia bertanggung jawab atas perhiasaan, pakaian dan buku kerajaan. Tidak lama setelah itu, Blance menikmati sewaan tanah kerajaan di Inggris, di samping mempengaruhi masalah kenegaraan. Apa yang membuat Blance mendapatkan perlakuan ini? Apakah karena kebijakasanaannya? Kepintarannya? Apa yang dianggap lebih tinggi oleh Ratu Elizabeth I adalah kesetiaan melayani, yang diperlihatkan bukan dari pemikiran tetapi dari berlutut.

Sekarang, ratu memiliki jauh lebih sedikit hadiah kerajaan dibandingkan pendahulunya di zaman Renaissance. Berlututnya Theresa May dengan demikian tidak mewakili kepatuhan Blance Parry kepada kerajaan empat abad lalu. Dengan berlutut begitu dalam, dia berada di atas.