"Nothing Compares 2 U" karya Prince yang bercerita tentang kehilangan

Prince

Sumber gambar, Michael Ochs Archives I Getty Images

Keterangan gambar, Lagu karya Prince Nothing Compares 2 U dianggap sebagai karya tentang kehilangan yang terbaik.

Sinead O’Connor, yang populer dengan lagu ciptaan Prince berjudul Nothing Compares 2 U, meyakini tembang itu merupakan lagu abadi tentang kehilangan. Lagu ini memiliki arti baru setelah kematian Prince.

Nothing Compares 2 U dikenal sebagai lagu patah hati terbaik yang pernah ditulis dan juga dianggap sebagai salah satu hits terbaik sepanjang masa.

Bagi artis yang populer dengan lagu itu, Nothing Compares 2 U juga dianggap sangat universal dalam mengungkapkan rasa emosional karena bercerita tentang kehilangan - sesuatu yang bisa memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio 6 Music, Sinead O’Connor – yang meluncurkan sebuah versi dari lagu ini pada 1990 - mengungkapkan isi lagu yang emosional ini memungkinkan dia untuk menampilkannya berulang-ulang selama beberapa tahun.

"Ini benar-benar tentang emosi, ini bukan hanya mengenai catatan… Saya tidak pernah menyanyikan sebuah lagu yang saya tak dapat secara emosional mengidentifikasikannya," jelas dia.

Sinead O'Connor

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Sinead O'Connor mengatakan lagu Nothing Compares 2 U dengan penuh emosi.

Nothing Compares 2 U selalu ada dalam kuis musik dengan pertanyaan, misalnya, "lagu terkenal yang Anda tidak tahu siapa penulisnya". Sekedar catatan, lagu itu diciptakan Prince, yang aslinya menulis lagu ini untuk kelompok musik sampingannya, The Family, pada 1985.

Tetapi versi Sinead O’Connor, bersama dengan videonya yang terkenal, melambungkan lagu dan penyanyinya ke dalam tangga lagu dan meraih ketenaran di seluruh dunia.

Dalam video itu, O'Connor yang tampil botak menatap langsung ke kamera, seperti berbicara dengan seseorang yang dicintai untuk menyampaikan permintaan yang emosional.

"It’s been 7 hours and 15 days since you took your love away". Dan puncaknya adalah ketika dia menyanyi dengan air mata yang menetes di pipinya.

O’Connor menjelaskan emosi yang muncul dalam penampilannya itu merupakan bagian dari gaya bernyanyi yang dia pelajari.

“Itu disebut Bel Canto”, kata dia kepada BBC, "tetapi itu sedikit seperti metode akting Stanislavsky - Anda harus menemukan emosi di dalam diri Anda yang dapat Anda gunakan.

"Itu selalu sesuatu yang sama dan selalu berhasil.. Saya berpikir tentang ibu saya.. karena itu saya dapat meneteskan sedikit air mata dalam video itu. Ibu saya meninggal ketika saya berusia 17 tahun dan tak lama setelah peristiwa itu saya membuat video itu".

Popularitas lagu itu juga membuktikan kejeniusan Prince sebagai penulis lagu dan lirik, juga sebagai pemain berbakat yang tidak memiliki rasa takut, produser dan multi-instrumentalis.

Prince merupakan penulis lagu yang produktif. Lagu lain yang dia tulis, lalu kemudian direkam oleh artis lain, meliputi Manic Monday oleh The Bangles dan I Feel for You oleh Chaka Khan.

Prince menampilkan Nothing Compares 2 U secara langsung dengan Rosie Gaines, dan artis-artis lain yang telah menyanyikannya termasuk Soundgarden dan vokalis Audioslave Chris Cornell.

Penggemar Prince

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Seorang penggemar meratapi kematian Prince, pencipta lagu Nothing Compares 2 U.

Ketika Prince meninggal secara mengejutkan pada 21 April, Cornell mengunggah versi lagu miliknya ke media sosial, dan menulis :“Saya memberikan penghormatan kepada artis yang tidak ada bandingannya, yang memberikan inspirasi dalam seluruh hidup kita."

Penggemar Prince mengunggah penghormatan terhadap artis tersebut melalui media sosial dengan menggunakan judul lagu dari lagu-lagunya yang terkenal.

Pada saat kematiannya, kerumunan penggemar berkumpul di luar Apollo Theater di New York untuk mengelar sebuah pesta dadakan.

Di papan pengumuman gedung tersebut terpampang judul-judul lagu terkenal karya Prince seperti Nothing Compares 2 U dan The Beautiful Ones.

Lagu ini memiliki arti yang baru bagi penggemarnya setelah kematian Prince.

Mungkin seperti yang pernah dijelaskan dengan tepat oleh Sinead O’Connor: "Saya pikir saya mungkin sama dengan jutaan orang yang menyukai lagu tersebut, dan kami semua orang berhubung dengan lagu tentang kehilangan."