Keuntungan hidup 'pura-pura' kaya

Sumber gambar, Getty
Jika Anda menilik akun Instagram milik penyanyi rap 50 Cent, Anda akan menemukan foto-foto dirinya hidup dengan kekayaan berlimpah ruah.
Ada foto di mana penyanyi bernama asli Curtis James Jackson III itu nyaris terkubur dengan lembaran US$100. Ada pula foto dimana dia menyimpan timbunan uang di kulkasnya, tetapi anehnya ada pula jepretan sang rapper yang menyusun lembaran US$100 menjadi formasi tulisan "broke" atau bangkrut.
Foto terakhir tersebut ternyata yang menggambarkan keadaan sebenarnya. Juli tahun lalu, Jackson melaporkan bahwa dirinya bangkrut dengan jumlah utang mencapai US$50 juta, setara Rp660 miliar. Namun, ketika hakim di pengadilan Connecticut, Februari lalu, menyidangkan tentang kebangkrutan ini, sang hakim bingung melihat siapa lelaki yang duduk di hadapannya.

Sumber gambar, 50 Cent Instagram
Reaksi Jackson terhadap kondisi ini ternyata amatlah sederhana.
"Uang-uang di foto hanyalah properti foto", katanya di sebuah dokumen pengadilan. "Hanya karena saya di foto dengan kendaraan mewah, menggunakan pakaian mahal, atau duduk dengan uang berlimpah, bukan berarti saya memiliki semua itu".
Dan Jackson bukanlah orang pertama yang membantu mendongkrak citranya menggunakan barang-barang pinjaman. Sudah diketahui khalayak bahwa di Hollywood, banyak sekali pakaian dan perhiasan yang digunakan selebritis merupakan pinjaman dari berbagai merk fashion. Mobil-mobil mewah? Juga, tak jarang disewakan oleh diler-diler papan atas.
Dan ini tidak hanya terjadi pada selebritis. Belakangan, semakin banyak orang biasa yang 'menyewa gaya hidup mewah' untuk mendongkrak citra, yang diharapkan dapat membuka berbagai kesempatan untuknya.
Layakkan berinvestasi dalam hal ini?
Konsultan tentang image dan citra diri, Marian Rothschild mengungkapkan sedikit mengubah gaya hidup agar terlihat lebih kaya kerap terbukti bermanfaat bagi karir jangka panjang seorang profesional. Jadi, ini seperti berinvestasi.
"Orang belakangan ini semakin menyadari bahwa mereka ingin semakin terlihat di hal-hal yang dinilai merupakan potensinya. Jadi, misalnya, mereka berinvestasi dengan membeli jam Rolex, menyewa sebuah mobil mewah, atau menggunakan pakaian bermerk," tutur Rothschild. "Seperti burung merak yang mengembangkan bulu-bulunya dan seakan berucap, 'Hei lihat saya!'".

Sumber gambar, iStock
Sebuh survei dari organisasi global yang meneliti soal karyawan, OfficeTeam, menemukan bahwa 80% atasan memasukkan kriteria pilihan pakaian dalam memilih karyawan yang akan dipromosikan. Studi serupa di Korea menyebut, calon pekerja yang menggunakan pakaian mahal saat wawancara, cenderung terpilih untuk mendapatkan pekerjaan, bahkan dengan tawaran gaji lebih tinggi.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa status calon pencari kerja otomatis meningkat di mata perekrut, dengan menyalakan sinyal bahwa mereka adalah orang yang mapan dan mampu membeli barang mahal, sehingga terlihat lebih tinggi statusnya dalam hirarki kapitalisme.
- <link type="page"><caption> Bagaimana rasanya berhenti membuang waktu Anda?</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/vert_cap/2016/05/160510_vert_cap_waktu_terbuang" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Minuman yang lebih mahal dari emas</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/vert_cul/2016/05/160501_vert_tra_minuman_emas" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mencari harta karun bawah laut dengan teknologi canggih</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/vert_fut/2016/04/160422_vert_fut_harta_kapalkaram" platform="highweb"/></link>
Namun, profesor dalam bidang pemasaran, Carol Megehee menyebut, konsep tersebut tidak selalu benar.
"Jika seorang perempuan diwawancara perempuan lain, barang-barang bermerk cenderung memberikan efek negatif," ungkapnya. Dalam studinya Megehee menyebut barang bermerk memang cenderung memberikan efek positif dalam interaksi antar manusia, namun ada bias gender kalau ini terjadi antara dua perempuan. Ada unsur iri yang muncul di sana.
Meminjam kemewahan
Julie Fisk telah berprofesi selama 25 tahun sebagai penyiar radio. Tahun 2014, dia kehilangan pekerjaannya itu dan memutuskan memulai karir baru sebagai kritikus film. Pekerjaan baru ini membuatnya harus tampil di dua stasiun TV, sekaligus muncul di berbagai acara di kotanya, Dallas, Texas. Di sana dia biasanya akan mewawancarai sejumlah aktor dan sutradara terkenal.
Karena harus tampil di tempat umum, dia mendatangi Rent The Runway, sebuah layanan di mana orang bisa meminjam pakaian desainer terkenal, dengan harga yang cukup murah.

Sumber gambar, Getty
"Tentu saya tidak bisa beli gaun rancangan Carolina Herrera. Tapi saya bisa menyewanya," jelas Fisk. Setiap acara berbeda, dia menyewa baju berbeda, karirnya pun kini semakin cemerlang.
"Bahkan jika atasan atau orang yang menggunakan jasa Anda, tidak tahu kalau Anda menggunakan pakaian mahal desainer, tapi apa yang Anda rasakan saat menggunakan pakaian tersebut, merasa fantastis, benar-benar berpengaruh," kata Fisk. "Jika Anda merasa kuat, mempesona dengan pakaian mahal, itu akan kelihatan".
Penilitian Universitas Chicago pada 2012 memperlihatkan, bagaimana kita berpakaian memang mempengaruhi kepercayaan diri kita. Sehingga, itu juga akan mempengaruhi bagaimana orang lain menerima kita.
Membeli barang? Itu sudah kuno
Salah satu investor utama di Silicon Valley, Ron Conway, dalam konferensi Goldman Sachs mengungkapkan, telah terjadi "pergeseran pada banyak mimpi dan keinginan orang Amerika". Orang-orang, katanya, sekarang kurang tertarik untuk 'memiliki' barang.
Rent The Runway adalah salah satu contoh bahwa penyewaan barang mewah sekarang semakin profesional. Tidak hanya itu, di Amerika juga sekarang muncul Eleven James yang berfokus dalam usaha penyewaan mobil mewah dalam jangka pinjaman tahunan. Servis lainnya, LeTote dan Gwynnie Bee, menyediakan layanan penyewaan pakaian secara bulanan.

Sumber gambar, Getty
Jika mobil sport masih dinilai biasa, beberapa klub, seperti JumpJet atau NetJets bahkan telah menyediakan rental pesawat pribadi dengan harga diskon.
Berlebihankah?
Tapi tentu saja, gaya hidup menyewa, bisa berubah dari yang semula diyakini sebagai investasi yang bijak, menjadi kebiasaan tidak sehat. Jujur kepada diri sendiri tentang kecukupan budget yang dimiliki, menjadi kunci agar tidak terjebak dalam kebiasaan menyewa, kata Rothschild.
Contohnya, jika kamu mulai menggunakan uang hasil pinjaman untuk meminjam pakaian mewah, itu sudah pertanda yang tidak baik.
Rothschild percaya, jika Anda ingin terlihat "mewah, tetapi sekaligus bertanggung jawab dan kompeten," maka amat penting untuk menjaga diri agar terlihat 'natural' di saat "berbagai upaya kita dilakukan untuk mendongkrak citra diri, yang kita harapkan orang lain lihat".
----------------
<italic>Anda juga dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris berjudul</italic><link type="page"><caption> The surprising benefits of living beyond your mean</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20160406-there-are-surprising-benefits-of-living-above-your-means" platform="highweb"/></link><italic>atau artikel lain di</italic><link type="page"><caption> BBC Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/" platform="highweb"/></link>.









