Jangan dengarkan Donald Trump, Brussel bukan #hellhole

atomium
Keterangan gambar, Atomium di Brussel tadinya dibangun untuk Expo 58, Pameran Dunia tahun 1958 di Brussel.

Calon kandidat pemilihan presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, menyebut Brussels sebagai 'hell hole atau lubang neraka, tetapi banyak orang yang tidak setuju.

Dan amat banyak tagar #hellhole yang menjadi tren di Twitter, yang menanggapi ucapan Trump itu.

Untuk warganya, pengunjung, dan orang-orang yang sering harus datang ke kota itu untuk urusan bisnis, ibu kota Belgia itu jauh dari neraka.

Sebagai pusat dari sejumlah lembaga Uni Eropa dan NATO, Brusselss sering digambarkan sebagai kota para pegawai negeri yang serius dan kaku dengan blok-blok perkantoran monolitik. Tetapi sebenarnya kota yang tampaknya serius ini ternyata memiliki gaya tidak konvensional dan keanehan tersendiri.

“Brussels sudah pasti merupakan kota yang penuh dengan kontras. Ini merupakan kota yang mudah dan terbuka dengan campuran budaya yang nyata,” kata Patrick Bontinck, Ketua Eksekutif biro wisata dan konvensi kota itu, VisitBrusselss.

Lanskap kota ini memang diwarnai blok-blok beton yang brutal, tetapi juga dikenal dengan gedung-gedungnya yang gaya Art Nouveau, Gotik, dan Barok yang terbaik. Dan, walaupun memang ada pekerjaan politik serius dijalankan di sini, tidak ada sama sekali kesan suasana yang sesak membosankan.

Permata arsitektur terletak di lapangan pusat kota, Grand Place —sebuah situs warisan budaya dunia UNESCO— yang mewakili bakat untuk tampil berbeda tetapi harmonis dengan para penjual cokelat yang elegan dan kafe-kafe di luar yang berdampingan dengan para penjual bunga, permen, maupun cendera mata di sepanjangan jalan.

Lapangan di pusat kota ini merupakan titik pertemuan yang meriah: mulai dari acara akhir pekan untuk merayakan Le Tapis de Fleurs atau karpet bunga yang luas -yang dengan desain rumit menampilkan lebih dari setengah juta bunga begonia dan akan dibentangkan kembali pada tahun 2016 ini- sampai festival bir setiap bulan September yang menampilkan lebih dari 400 bir, serta festival jaz terbuka yang ramai maupun Pasar Natal.

Banyak bahasa

Di kota kecil berpenduduk sekitar satu juta jiwa ini, Anda dapat mendengarkan tiga bahasa resmi Belgia: Belanda, Prancis dan Jerman.

Warga yang berbahasa Belanda, kebanyakan berasal dari komunitas Flemish, membentuk 59% dari penduduk negara itu, sementara mereka yang berbahasa Prancis, kebanyakan dari komunitas Walloon, 41%. Kurang dari 1% merupakan penduduk yang berbahasa Jerman.

Selain itu, sejumlah bahasa lain juga bisa terdengar di Brussels, mulai dari bahasa Arab sampai bahasa Italia, serta banyak bahasa Inggris.

brussel choc

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Untuk pesta cokelat buatan para perajin, tempat terbaik adalah Place du Grand Sablon/Grote Zavel.

“Tidaklah mudah mengintegrasikan lembaga-lembaga Eropa ke sebuah kota kecil,” kata Bontinck. “Tetapi kini orang-orang dari Uni Eropa sangat berbaur dengan penduduk Brussels… Ada suasana yang unik di sini.”

Uni Eropa merupakan tempat bekerja kedua terbesar di Brussels dengan lebih dari 40.000 orang bekerja di badan-badan seperti Parlemen Eropa, Dewan Para Menteri dan Komisi Eropa.

Lebih dari 3.000 organisasi internasional berbasis di kota itu, bersama-sama dengan sepasukan para pelobi, konsultan dan pusat media dunia yang hanya sedikit lebih kecil dari pusat media di Washington DC.

Namun tempat bekerja terbesar adalah sektor pariwisata yang mempekerjakan sekitar 54.000 orang. Lima tahun yang lalu, 70% pengunjung datang ke Brussels untuk bisnis, sementara hanya 30% datang untuk berwisata.

Sekarang rasio itu berubah menjadi 50:50, kata Bontinck: “Citra Brussels sudah berubah. Orang-orang muda datang untuk melihat kota ini. Mereka tidak lagi memandangnya semata-mata sebagai pusat administrasi.”

Salah satu alasan lain mengapa kota itu populer adala

h karena mudahnya akses dari bagian lain di Eropa. Dari stasiun kereta api Bruxelles-Midi/Zuid (Brussels), London hanya dua jam jauhnya dengan menumpangi kereta cepat Eurostar, sementara kereta ke Amsterdam dan Koln hanya memerlukan satu jam 50 menit. Adapun Paris dapat dicapai dalam satu jam 22 menit.

Bandar Udara

Bandar udara Brussels, yang biasa disebut Brussels National atau Zaventem, terletak 11km di timur laut kota, dan dihubungkan dengan lebih dari 180 tempat tujuan di seluruh dunia.

Rute tercepat ke pusat kota adalah dengan naik kereta selama 15-25 menit dari stasiun SNCB yang ada di bawah terminal bandara. Kereta beroperasi setiap 15 menit ke stasiun Brusselss-Nord, Brusselss-Central dan Brusselss-Midi dengan tiket seharga 8,50 euro (Rp121.000).

Taksi bermeter dapat di temukan di luar bangsal kedatangan dan memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke pusat kota dengan biaya 45 euro (Rp643.000).

Perjalanan yang sama dapat dilakukan juga dengan menumpang bus De Lijn yang akan memakan waktu 50 menit dan dengan biaya enam euro (Rp85.000).

Masih ada lagi bus jalur Bandara untuk menuju ke kawasan Eropa yang memerlukan waktu 30 menit dan beroperasi setiap 20 sampai 30 menit. Jalur Bandara ini beroperasi dengan bus No. 12 atau 21 dengan tiket seharga enam euro juga.

brussels beer

Sumber gambar, Eric Danhierwww.visitbrussels.be

Keterangan gambar, Para pencinta bir akan senang di sini dengan tersedianya ratusan jenis bir Belgia.

Kepiawaian budaya

Di kota yang dihiasi dengan kekayaan para pedagang yang sukses ini, bisnis dijalankan dengan presisi.

“Lingkungan di sini sangat teratur. Orang-orang bekerja keras dan sangat tanggap. Mereka menghargai hubungan bisnis,” kata Claire Comery, yang berperan sebagai direktur operasi untuk acara-acara dan perusahaan penerbitan Tarsus.

Dia harus melakukan banyak perjalanan ke AS, Cina, India, Indonesia, dan Amerika Selatan selain sering harus muncul di Brusselss Expo —pusat festival terbesar di negara itu untuk festival-festival perdagangan— yang menjadi tempat Tarsus untuk menggear festival dagang Labelexpo Europe.

“Pertemuan-pertemuan tidak terlalu formal, tetapi sangat jelas dan terorganisasi. Bahkan jika sekalipun pertemuan berjalan sepanjang hari, mereka akan mengambil dua jam untuk makan siang, yang berlangsung dengan santai, lengkap dengan wine (minuman beralkohol terbuat dari anggur).” kata Comery.

lunch brussels
Keterangan gambar, Makan siang bisnis di Brussel cenderung berlangsung lama dan santai.

Museum dan museum

Penulis Prancis Victor Hugo mendeklarasikan Grand Place sebagai 'lapangan paling indah di seluruh dunia'.

Jadi, jangan sampai meninggalkan Brussels tanpa meluangkan waktu berleha-leha di sekitar gedung-gedung dengan bagian muka bersepuh dan berukiran dari abad ke-15 sampai ke-19 ini, termasuk Aula Kota dengan menara loncengnya yang menawan.

Inilah kota tempat pelukis surealis Rene Magritte pertama kali mempelajari seni dan menghabiskan sebagian besar waktu dalam hidupnya. Tidak aneh jika koleksi terbesar karya-karyanya, termasuk film-film pendek yang disutradarainya, ditempatkan di Museum Magritte di daerah Place Royale/Konigsplein.

Dari sana, dengan berjalan sebentar saja, terdapat Rue de la Regence/Regentschapsstraat dan tiga museum lain yang dikelola oleh Royal Museums of Fine Arts of Belgium. Masuklah ke museum Old Masters untuk melihat hasil karya besar dari abad ke-15 sampai 18 yang dibuat oleh Bosch, Cranach, Bruegel the Elder dan Rubens.

EU

Sumber gambar, www.visitbrussels.be

Keterangan gambar, Uni Eropa merupakan tempat bekerja kedua terbesar di Brussel dengan lebih dari 40.000 orang bekerja di badan-badannya.

Dari sana, dengan jalan sekitar 15 menit lagi, Anda bisa sampai ke 73 Rue Royale untuk mencicipi cokelat hasil karya para perajin dari Mary, toko pembuat cokelat yang membuat cokelatnya untuk keluarga kerajaan Belgia.

Atau untuk pesta cokelat, Anda bisa menuju ke Place du Grand Sablon/Grote Zavel untuk memilih dari sejumlah penjual cokelat terkenal seperti Pierre Marcolini, Wittamer, Godiva, Patrick Roger, dan Leonidas.

Pecinta bir juga akan bahagia di kota ini, dengan adanya ratusan jenis bir Belgia.

Untuk mempelajari mengenai teknik pembuatan bir tradisional, Anda dapat mengunjungi Cantillon Brewery di 56, rue Gheude, hanya berjalan lima menit dari stasiun kereta Gare du Midi, tempat keluarga Van Roy-Cantillon mentransformasi gandum mentah, jelai bubuk, dan tanaman hop kering menjadi bir jenis Gueuze, Lambic, Kriek dan Framboise sejak tahun 1900.

Yang perlu dipertimbangkan

Jalan-jalan di Brussels sering kali sempit dan berliku-liku dan pada jam sibuk penuh dengan orang-orang yang mengendari mobil.

Jika Anda memikirkan untuk menyewa kendaraan, pikirkanlah lagi. Bus dan tram merupakan pilihan yang lebih baik untuk tiba di tempat pertemuan dengan tepat waktu.

<italic>Baca tulisan ini dalam Bahasa Inggris: <link type="page"><caption> Forget what Trump says, whu Brusselss is no #hellhole</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20160122-europes-most-staid-city-is-more-colourful-than-you-think" platform="highweb"/></link> dan tulisan-tulisan lainnya di BBC <link type="page"><caption> Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20160122-europes-most-staid-city-is-more-colourful-than-you-think" platform="highweb"/></link></italic>.