Pekerjaan paling asyik di Greenland

Dengan sungai es yang biru, salju, dan pemandangan yang merentang di cakrawala, Greenland adalah satu dari beberapa tempat di bumi yang membuat aplikasi Instagram menjadi amat mubazir.
Amat indah namun juga memiliki iklim paling keras yang tidak terbayangkan sehingga warga Greenland perlu beradaptasi untuk bekerja dan bertahan hidup.
Merupakan pulau terbesar di dunia (selain Benua Australia) dan negara ke-12 terbesar dunia, populasinya hanya 56.000 jiwa, seukuran satu kota kecil.
Sebagian besar wilayahnya berada di bagian bawah Kutub Utara, dengan matahari yang tidak terbit pada musim dingin namun bersinar sepanjang hari dan sepanjang malam saat musim panas.
Tetangga terdekatnya adalah Kanada namun menjalin hubungan politik dan ekonomi dengan Denmark, yang jaraknya lima jam penerbangan.
Greenland adalah tempat yang unik, penuh dengan paradoks dan keanehan, khususnya dalam upaya penduduknya untuk mengikuti perubahan iklim, budaya, dan ekonomi.
Maik, pengusaha es krim
Perekonomian Greenland umumnya menyangkut perburuan dan perikanan yang sekaligus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, namun dunia usaha juga berkembang.
Contohnya, Maik Carretero yang tinggal di ibukota Nuuk, tempat dia mengelola bisnis es krimnya, Es Greenland. Ini jelas hal yang ganjil. Menjual es krim di tempat yang paling dingin di dunia jelas akan gagal. Namun kenyataannya bertolak belakang.

"Warga Greenland suka es krim. Maksud saya, benar-benar suka,” kata Carretero. “Jika di luar dingin dan Anda makan sesuatu yang dingin, maka badan Anda akan mengatakan ‘oohhhh itu dingin, mari saya hangatkan tubuh.”
Mungkin ada dasar ilmu pengetahuan untuk teori Carrtero itu, mungkin juga tidak. Tapi teori itu berguna untuknya.
“Saya mulai tahun 2008 di sebuah ruangan kecil namun berkembang pesat dan saya pindah tahun lalu,” katanya.
Di sebuah unit industri di pinggir kota, Carretero dan timnya membuat dan menjual produknya dengan menggunakan sumber daya setempat. “Kami menggunakan es dari gua-gua, yang memiliki rasa yang amat asli. Semua orang bisa memakannya karena tidak mengandung susu atau krim.”
Idenya berasal dari hal sederhana. “Saya ingin istri saya menikmatinya dan dia tidak toleran atas laktose.”
Carretero menjual produknya di 50 tempat di seluruh Greenland. Dia juga mengembangkan ekspor ke Denmark dengan kontrak memasok beberapa jaringan besar, seperti untuk pusat perbelanjaan kelas atas, Magasin du Nord.
“Kami ingin mengembangkan Islandia dan siapa tahu?” katanya.
Sara pengemudi kereta luncur yang ditarik anjing
Di Sisimiut, sekitar 64 km di sebelah selatan Kutub Utara, suhu lebih dingin dengan -15derajat Celsius dan saljunya juga lebih tebal. Pada Bulan Maret, masa yang paling banyak salju, rata-rata ketebalan salju di sini bisa mencapai 70 cm.

Diterpa angin dingin, mahasiswa kedokteran paruh waktu dan juga pengemudi kereta luncur paruh waktu, Sara Berthelsen berjuang mengatur 10 ekor anjing huskie besar dan 10 yang kecil. Dia berdiri di samping kereta peluncur kayu, siap untuk memulai perjalanan.
“Ini sudah mendarah daging. Ayah selalu punya anjing dan saya sudah bekerja dengan mereka sejak berusia delapan tahun. Saya ikut dalam perjalanannya kalau pas bisa,” jelas Berthelsen.
Di beberapa wilayah Greenland, khususnya di bagian utara, anjing dan kereta luncur digunakan sebagai alat transportasi dan untuk berburu.
Namun di Sisimiut, lebih banyak digunakan untuk sensasi ketegangan, baik bagi warga lokal maupun turis. Bekerja sama dengan Hotel Sisimiut, Berthelsen membawa para turis untuk melakukan perjalanan yang akan dikenang sepanjang hidup.
Berdiri di ujung belakang kereta luncur, yang melewati pemandangan indah pegunungan, Berthelsen bersiap-siap untuk mendaki perbukitan yang disebut Pemukul Punggung. Dan pendakian itu bukan satu-satunya bahaya yang mengancam.
“Kekhawatiran terbesar saya adalah terlepas dari anjing penarik dan harus berjalan kaki sendirian ke rumah. Sekitar dua tiga jam untuk kembali dan Anda berjalan sendirian,” katanya.
Bahaya lainnya perubahan cepat dari kondisi lingkungan.
“Saya kira mengemudikan kereta luncur dengan anjing akan punah karena perubahan iklim. Kondisinya berubah,” jelas Berthelsen.
“Es sangat tidak bisa diduga, khususnya di bagian utara, sehingga membuatnya berbahaya. Es bisa tiba-tiba retak dan saya mendengar ada anjing huskie jatuh ke dalam lubang.”
Edvard kapten kapal es
Pekerjaan lain yang berbahaya adalah membawa kapal ke dekat fjord atau lembah es Ilulissat, sekitar 350 km dari Kutub Utara. Di bawah kemudi Edvard Samuelsen, kapal sepanjang 10 meter dengan berat 18 ton menelusuri celah-celah gunung es yang tingginya bisa mencapai 30 meter di atas permukaan laut.

“Berlayar selalu menjadi mimpi saya. Saya masuk sekolah bahari pada usia 17 tahun dan bekerja di kapal sejak itu,” kata Samuelsen.
Dia biasanya membawa 12 penumpang untuk menikmati salah satu pemandangan yang paling menakjubkan di planet Bumi.
“Gunung es tampak besar dari sini,” tuturnya sambil menelusuri ‘monster’ gunung es. “Namun Anda hanya melihat sebagian kecil di atas permukaan air. Ukuran yang sebenarnya bisa tujuh sampai delapan kali.”
Gunung-gunung es itu tampak seperti gedung pencakar langit yang mengambang di air.

Samuelsen naik ke buritan kapal dan mendorong salah satu kakinya ke blok air yang membeku untuk mengambil segumpal besar es.
“Aku akan cairkan es ini dan meminumnya di rumah. Air terbaik di dunia. Ribuan tahun sejarah berada dalam satu gelas air,” jelasnya.
Dari kapalnya –sambil menghirup kopi hitam- Samuelsen menunjuk pada perbukitan es.
“Anda kadang bisa melihat singa laut dan sesekali paus. Kadang, kalau para penumpang memotret dengan kameranya, aku pikir akan lebih indah bagi mereka untuk duduk santai dan menikmatinya.”
Nivikka, Kepala Pusat Maritim Greenland
Sebagai satu pulau besar, ikan dan hewan laut menjadi salah satu sumber daya Greenland yang berlimpah. Industri perikanan amat penting bagi perekonomian nasional dan lapangan kerja yang terbesar, dengan sekitar satu dari 10 orang bekerja di industri ini.
Ikan halibut, cod, udang, dan kepiting yang paling banyak ditangkap namun karena air yang semakin menghangat, ikan mackerel dan tuna juga bisa ditangkap di sebelah selatan Greenland, sebagai akibat dari perubahan iklim.

Namun perikanan bukan hanya tentang tangkapan yang besar.
Nivikka Brandt adalah Kepala Pusat Maritin Greenland di Nuuk, yang mengajarkan orang untuk mendapat keterampilan bekerja di laut. Kursusnya, dengan masa belajar yang berbeda-beda, mendidik sekitar 25 hingga 40 orang setiap semester.
Brandt mengatakan sebagai bagian dari industri global, kualifikasi amat diperlukan jika seseorang ingin mengembangkan kariernya di laut.
“Para murid belajar semuanya, mulai dari membuat jala sampai navigasi dan menangani penumpang gelap maupun belajar bahasa Inggris, tutur Brandt. “Kami memiliki ruang radio untuk berhubungan dengan kapal yang sedang berlayar di laut sana dan juga simulator kapal. “
Dia sendiri merupakan kapten kapal sebelum memutuskan untuk bekerja di darat. Menurut Brandt, hanya beberapa tipe orang tertentu saja yang berhasil menjadi perwira atau kapten kapal yang berhasil.
“Anda harus bisa diandalkan dan tenang dalam situasi yang sulit. Akan membantu juga kalau Anda tidak rindu rumah karena sering sekali Anda menghabiskan waktu beberapa pekan di laut,” jelasnya.
“Sebagian besar murid adalah warga Greenland dan menghabiskan waku di laut merupakan hal yang banyak kami lakukan. Mereka mungkin tidak suka, namun menjadi bagian yang diperkukan untuk bekerja di industri ini.”
<italic>Silahkan bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris:</italic><italic><link type="page"><caption> Greenland’s coolest jobs</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20160216-greenlands-coolest-jobs" platform="highweb"/></link> dan artikel lainnya di <link type="page"><caption> BBC Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital" platform="highweb"/></link></italic>.









