Mengapa harus mengumumkan 'kebodohan' Anda

Revolusi digital

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Revolusi digital berpengaruh besar terhadap perilaku perusahaan.

Kolumnis BBC Capital dan ahli corporate governance, Lucy Marcus, bertemu dengan Jonathan Zittrain, profesor bidang hukum dan ilmu komputer di Berkman Center, Harvard University, di Davos pada tahun 2016.

BBC Capital bertanya kepadanya bagaimana perusahaan bisa mengatasi tantangan yang dihadirkan oleh revolusi dunia digital yang terus berubah. Berikut intisari wawancara dengan Zittrain.

Saya pikir, kalau Anda anggota dewan perusahaan atau CEO perusahaan daging atau perusahaan kentang, teknologi menawarkan lebih dari kata-kata yang banyak dibicarakan orang di internet seperti 'rantai blok' atau bahkan media sosial', 'mobile', atau 'keamanan online'.

Tentu kita lihat banyak orang ingin mengatakan 'kini ada ancaman besar sekali terhadap bisnis Anda, dan Anda akan ketinggalan kereta atau posisi Anda menjadi rentan karenanya. Bayar saja orang dan tantangan itu bakal pergi'.

Sangat penting bagi anggota dewan dan eksekutif untuk memahami lebih jauh teknologi itu, cukup untuk tahu pertanyaan yang benar untuk ditanyakan ketika mereka dihampiri oleh orang dekat mereka, baik orang dari dalam maupun luar perusahaan, yang mengadu, “Kita tidak mampu melakukan hal perubahan berkaitan dengan teknologi terbaru itu”.

Maka, banyak pertanyaan yang sangat penting dan kongkrit serta perlu segera dijawab … tetapi kadang tidak dijawab dengan lengkap. Anda tak bisa membayar orang, lalu Anda bisa mengatasi masalahnya begitu saja.

Presentasi

Sumber gambar, Thinkstock

Keterangan gambar, Jangan mengharap jawaban yang sempurna, karena mungkin memang tak ada.

Saya pikir, cukup agar mereka bisa bertanya dengan percaya diri.

Dan jangan khawatir kalau Anda kelihatan bodoh. Anda bisa mengajari seseorang untuk mengedepankan dialog antara anggota dewan perusahaan dan mereka yang melakukan presentasi teknologi terbaru.

Hingga terjadi situasi di mana para presenter tidak berpikir bahwa tujuan mereka adalah meninggalkan kesan bahwa mereka tak mendapat pertanyaan dari para hadirin.

Lalu semua orang berpikir, karena tak ada pertanyaan, maka segala sesuatunya baik-baik saja.

Rasanya begitu. Bahkan jika perlu kita mencari kemungkinan di mana sebuah perusahaan yang tak mempertimbangkan diri diri mereka sebagai perusahaan teknologi, bisa berpikir, ‘adakah cara agar kita bisa memimpin dalam pengembangan teknologi, atau menjadi pelopor penggunaan teknologi tertentu', yang biasanya tak terpikir oleh perusahaan itu.

Ya. Bahkan berpikirlah untuk ‘mempromosikan’ kesan bahwa Anda bodoh dalam hal itu.

Dan sebaiknya Anda lebih siap untuk menerima jawaban serta mendorong munculnya jawaban yang tidak sempurna.

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris: This is why you should advertise your ignorance dan artikel-artikel sejenis di BBC Capital.