Mengulur-ulur waktu untuk rampungkan tugas tergolong 'tak etis'

Euro

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Apakah jika dibayar per jam, maka orang cenderung mengulur-ulur waktu untuk menyelesaikan pekerjaan demi bayaran yang lebih besar?

Dilema etika dan interpersonal bertarung ketika pekerja dihadapkan pada pilihan untuk menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin atau selama mungkin jika gaji yang diterima berdasarkan hitungan jam.

Pembahasan masalah itu diawali dengan pertanyaan dan jawabannya berikut.

Pertanyaan: Ketika saya melamar pekerjaan, jika dibayar per jam, maka dorongan saya adalah mengulur-ulur waktu ketika menyelesaikan pekerjaan. Jika saya digaji tetap, maka saya terdorong untuk menyelesaikannya secepat mungkin. Dalam kedua kasus, insentif yang diberikan bos bertolak belakang dengan pandangan saya. Apakah ada jalan untuk mengatasi persoalan ini sehingga kedua belah pihak bertindak secara etis dan mengakhiri kontrak dengan puas hati?

Jawaban: Perlu diingat untuk tidak berasumsi bahwa pihak lain berniat memanfaatkan kita ketika mencari kerja. Ini sama pentingnya, secara etika, untuk tidak memanfaatkan pihak lain. Hal itu termasuk masalah etika yang disebutkan di atas; menyusun kompensasi sehingga hanya satu pihak yang diuntungkan.

Ada perbedaan antara membujuk klien untuk mengharapkan lebih banyak dari pekerja —strategi akal sehat — dan mempertahankan pekerjaan yang ada demi mendapatkan gaji lebih banyak lewat kontrak per jam, yang mirip penipuan.

Pegawai

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Beri perkiraan berapa waktu yang diperlukan untuk proyek yang sekarang.

“Mengulur-ulur pekerjaan bukanlah hal baik,” kata Claire Steichen, seorang konsultan di New York, AS.

Hal itu mirip dengan situasi ketika seorang bos atau klien diharapkan untuk memahami hal-hal yang perlu diselesaikan dalam pekerjaan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Kuncinya di sini adalah berkomunikasi secara gamblang mengapa kita menuntut jumlah bayaran tertentu dan bagaimana kita menghitungnya.

“Jika orang tahu bagaimana mengungkapkan tarif dari apa yang mereka kerjakan, dan memberikan panduan dan norma dari apa yang telah diberikan oleh perusahaan lain, maka seharusnya tidak timbul persoalan,” kata Steichen dalam surat elektroniknya.

Bawalah ke calon klien apa yang telah kita pelajari tentang bagaimana menghitung bayaran dan durasi proyek ketika mengerjakan tugas dari klien lain, dan beri perkiraan berapa waktu yang diperlukan untuk proyek yang sekarang.

Stechen memberi saran, ”Ini menyangkut pemahaman skala pekerjaan dan mengatur ekspektasi.”

Pound sterling

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Anda juga bisa merundingkan tarif yang nilainya tetap untuk menyelesaikan sebuah proyek

Dengan klien baru, usahakan untuk menjelaskan dengan baik berapa besar tarif kita dengan mempertimbangkan pekerjaan yang ada. Dengan demikian kita menghindari kejutan.

Dan bertindaklah layaknya seorang dewasa, bukan seperti anak yang suka mencuri-curi, jadi jika timbul masalah, “Bicarakan secara terbuka ketika timbul salah paham.”

Jika kita tak terlalu yakin tentang berapa banyak pekerjaan yang ada dalam proyek, maka Anda juga bisa merundingkan tarif yang nilainya tetap untuk menyelesaikan sebuah proyek.

Setelah proyek selesai dengan usaha sebaik mungkin -dan seandainya klien menghendaki lebih atau menginginkan perubahan besar- jelaskan bahwa kita menghendaki tarif per jam untuk menyelesaikan permintaan tambahan tersebut.

Dengan cara itu, semua pihak bertindak sesuai dengan etika sekaligus pula insentif keuangan seharusnya disesuaikan karena kedua pihak ingin pekerjaan rampung secepat dan seefisien mungkin.

Satu persoalan yang mungkin kita hadapi adalah pekerjaan membengkak dengan memerlukan waktu lebih lama dari perkiraan awal karena cakupannya melebar. Jika ini terjadi pada kontrak maka kita harus menemui kembali klien dan menjelaskan bahwa pekerjaan membengkak sehingga perlu negosiasi ulang tarif.

Kita akan memerlukan data untuk mendukung argumen, jadi catatlah berapa lama waktu yang diperlukan untuk merampungkan setiap tugas dan juga catatan komunikasi antara kita dan klien yang menunjukkan bahwa klien menghendaki lebih daripada yang disetujui semula.

<italic>Work Ethic adalah kolom dua kali sebulan yang diterbitkan <link type="page"><caption> BBC Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital" platform="highweb"/></link>. Dalam artikel-artikel seperti ini, kita mempertimbangkan dilema etika dan interpersonal yang dihadapi pekerja di seluruh dunia. Kami menyambut pertanyaan-pertanyaan knotty dari pembaca lewat [email protected]</italic>m.