Bagaimana dua iPad dan ponsel cerdas kini menjadi hal yang normal

Sumber gambar, Getty
Mereka bertanggung jawab atas perusahaan bernilai miliaran dolar, mengurus negara dan menginvestasikan jutaan dolar di seluruh dunia. Mereka harus senantiasa bisa dihubungi dan harus siap bekerja kapan pun. Jadi, teknologi apa yang dipakai para peserta Forum Ekonomi Dunia yang baru-baru ini berlangsung di Davos, Swiss, untuk bisa terus produktif saat dalam perjalanan pun?
Anne Richards, bos investasi di kelompok manajemen investasi global Aberdeen Asset Management, sudah meninggalkan laptopnya sepenuhnya dan kini hanya menggunakan dua iPad. “Telepon bagi saya terlalu kecil. Aplikasi juga lebih baik di iPad. Sudah bertahun-tahun saya tidak menggunakan laptop.”
Seperti banyak yang lainnya yang hadir di Davos, Richards secara konstan harus melakukan perjalanan dan bisa sampai seminggu tidak menggunakan peranti lain untuk bekerja. Tetapi mengapa dua iPad? “Saya bisa mengerjakan sebuah dokumen atau membuka layar untuk melihat pasar pada satu iPad, misalnya, dan mengecek email di iPad lainnya tanpa perlu membuka tutup.”
Banyak orang yang berbicara dengan saya di Davos, menggunakan iPhone dan iPad terus menerus. Orit Gadiesh, pimpinan perusahaan konsultasi global Bain & Company, misalnya, mengatakan ia kebanyakan menggunakan iPhone dan iPad untuk tetap terhubung.

Sumber gambar, Bain Company
“Hidup saya bisa terus-terusan dihabiskan di pesawat, kereta dan mobil,” kata Jim Moffat, pemimpin Bisnis Deloitte Global Consulting. “iPhone saya sangat penting ― apakah untuk menjawab email dengan cepat kepada klien dan kolega, atau mengobrol lewat pesan agar saya terus terhubung dengan keluarga saya.” Ia mengakui itu bukan satu-satunya alasan. “Saya juga berharap hal ini membuat saya tidak gagap media sosial untuk menunjukkannya kepada tiga anak saya yang lahir di tahun 2000-an.”
Bolpen dan kertas
Bagaimana tentang Adrian Monck, pimpinan keterlibatan publik dan yayasan Forum Ekonomi Dunia – yang pada pokoknya merupakan orang yang bertanggung jawab untuk semua komunikasi dan hubungan masyarakat Forum Ekonomi Dunia? Tentunya ia perlu bukan hanya sekadar ponsel cerdas dalam minggu tersibuk pada tahun ini? Tidak.
“iPhone6 Plus saya punya segalanya,” katanya.
Sudah mulai kelihatan polanya? “(Saya memiliki) ponsel untuk menghindari adanya bencana kotak masuk yang kepenuhan pada penghujung hari, iPad untuk menyimpan semua catatan saya di satu tempat dan memastikan bisa dibagi dengan benar kepada tim saya," kata David Boehmer, mitra pengelola global layanan keuangan untuk perusahaan pencarian eksekutif Heidrick & Struggles. Bahkan dia pun sudah sepenuhnya beralih ke digital, “Saya tidak punya lagi bolpen atau kertas.”

Sumber gambar, World Economic Forum
Tak apa saya dipanggil kuno, tapi saya memang masih suka menulis menggunakan pena dan kertas kadang-kadang, dan dari melihat-lihat para peserta di Pusat Kongres di Davos, sepertinya saya tidak sendiri. Saya menulis sebagian cerita ini dengan pena dan kertas, tapi ada rahasia lain. Saya menulis menggunakan <link type="page"><caption> Livescribepen</caption><url href="https://www.livescribe.com/en-us/" platform="highweb"/></link> – pena cerdas yang secara digital merekam semua yang Anda tuliskan di kertas khusus dan kemudian menyimpannya ke aplikasi di telepon Anda, yang akan otomatis mentranskripnya menjadi bentuk ketikan. Pena ini juga memungkinkan Anda membuat rekaman audio yang namanya disinkronisasi dengan teks. Orang-orang biasanya terkejut ketika saya katakan bahwa itu bukan bolpen biasa. Dan semua orang yang mencobanya pasti terkagum-kagum.
Supaya Anda tidak berpikir bahwa semua orang di Davos memiliki iPhone, saya harus menuliskan juga bahwa pertemuan itu memamerkan koleksi BlackBerry terbesar yang pernah saya lihat di sebuah tempat. Banyak orang memiliki dua telepon: BlackBerry untuk bekerja dan iPhone atau telepon Android untuk keperluan pribadi. Hasil konsensus dari orang yang saya tanyai adalah bahwa perusahaan masih menyukai keamanan yang ditawarkan BlackBerry, dan para penggunanya menyukai keyboard-nya.
Semua orang yang harus melakukan pekerjaan yang lebih berhati-hati atau terperinci, atau mesti menulis banyak, seperti wartawan, juga masih menyandang tas laptop. Saya masuk ke kafe Microsoft, dan semua yang ada di sana untuk rehat kopi dan camilan serta Wi-Fi yang bagus, masih bekerja di laptop.
Kemajuan dalam komputasi awan (cloud computing) serta peranti mobile yang makin canggih dan kuat membuat perjalanan dengan hanya membawa sedikit barang kini dimungkinkan. Bisa mencatat, mengedit dokumen, mengakses kalender bersama, dan membaca lampiran email di telepon yang pada dasarnya merupakan komputer mini, merupakan faktor utama. Kompatibel dengan peranti apa pun, apakah itu tablet, laptop atau desktop, dan kemampuan untuk bekerja atau mengakses data dengan mulus membuat peralihan ke peranti mobile yang lebih kecil menjadi kenyataan di Davos tahun ini.









