Perkenalkan: Ferrari jenis minitruk keluarga

Sumber gambar, Hexagon Classics
Tatkala Ferrari FF dimunculkan pertama kalinya di Pameran Otomotif Jenewa, Geneva Motor Show tahun 2011, dunia terkesiap. Benarkah Ferrari membuat mobil hatchback -mobil yang bagasinya menyatu dengan kaca belakang, seperti minivan?
Mengapa -ini hal yang nyaris tak terbayangkan, sebagaimana kalau Porsche membuat SUV atau Rolls-Royce mempublikasikan angka daya mesinnya. Dan nyatanya, terlepas dari bentuknya yang mengagetkan, ini bukanlah Ferrari pertama dalam jenis wagon.
Di pameran mobil Salon Privé Inggris, 5 September lalu, dealer mobil London, Hexagon Classics, membuktikan lagi bahwa di kolong langit ini tak ada yang namanya 'baru,' ketika dealer London itu memamerkan Ferrari 365 GTB/4 Daytona Shooting Brake, mobil langka produksi tahun 1972.

Sumber gambar, HEXAGON CLASSICS
Dibuat atas pesanan produsen mobil butik Panther Westwinds (kaum penuh imajinasi ini pula yang kemudian membuat mobil tiga poros, Panther 6 bermesin Cadillac), Daytona Shooting Brake pun menjadi mobil standar Ferrari 365 GTB / 4 Berlinetta - yang ke 805 di jalur produksi Ferrari, sebetulnya dicat merah dengan interior hitam.
Hexagon mengatakan mobil itu dimodifikasi dengan biaya "setara dengan kira-kira empat Daytona baru," yang tak bisa dibilang terlalu mahal mengingat bahwa Daytona Berlinetta dihargai sama dengan sekitar empat Corvette baru.
Dari depan, Shooting Brake kurang lebih standar saja, suatu Daytona yang keren. Namun di belakang pilar B, penampakannya benar-benar tak lazim.

Sumber gambar, HEXAGON CLASSICS
Tidak ada hatch atau "pintu" di bagian belakang, hanya, jendela kaca hampir vertikal yang bisa dibuka. Bagian bagasi dilapisi dengan kayu polesan, diakses melalui "gullwing," kaca melengkung di kiri kanan body mobil, dan berengsel di bagian atas, sehingga bagai jendela yang dibuka ke atas.
Panther juga merombak sepenuhya interior kendaraan itu, memasang instrumen di tengah-tengah dan mendandani dashboard mewah yang standar itu dengan kayu mengkilap. Dengan seksama, tim Panther tak menyentuh mesin Daytona 4.4-liter, 353 tenaga kuda V12, yang berarti mobil Shooting Brake itu bisa melesat dengan kecepatan 180mph -hampir 300km/jam.

Sumber gambar, HEXAGON CLASSICS
Pada tahun 1975, dealer mobil AS Luigi Chinetti Jr mengirimkan Daytona Shooting Brake yang sudah siap pakai ke pemilik barunya, (seoramng pengembang real-estate di Florida, tentu saja), yang memilikinya hingga tahun 1980.
Sesudahnya, mobil itu berpindah tangan beberapa kali sebelum kembali ke Eropa tahun 1990-an. Hexagon mendapatkannya pada tahun 2014 dan mulai memulihkan Ferrari paling tidak biasa ini pada, hmm, kemegahan awalnya.

Sumber gambar, HEXAGON CLASSICS
Lepas dari tahun pembuatannya serta estafet para pemiliknya, mobil itu mendarat di Salon Privé dengan kurang dari 4.000 mil (sekitar 6500 km) pada odometernya.
Sekarang pun Ferrari bukan jenis mobil yang digunakan untuk menempuh jarak ratusan ribu kilometer, tetapi tetap saja 6.500 km dalam 40 tahun tampaknya merupakan jarak tempuh yang sangat rendah, bahkan untuk mobil eksotik Italia itu. Mungkinkah itu karena para pemiliknya tidak terlalu ingin terlihat mengemudikanya?
<italic>Anda bisa membaca artikel ini dalam versi bahasa Inggris berjudul <link type="page"><caption> Meet Ferrari's Family Truckster</caption><url href="http://www.bbc.com/autos/story/20150907-is-this-the-strangest-ferrari-there-ever-was" platform="highweb"/></link> di <link type="page"><caption> BBC Auto</caption><url href="http://www.bbc.com/autos" platform="highweb"/></link>.</italic>













