Perempuan yang menyalakan kehidupan pada tumbuhan liar

Sumber gambar, Helen Soteriou
- Penulis, Helen Soteriou
- Peranan, BBC Travel
Jika Anda berjalan melewati Frédérique Soulard, Anda akan mengira dia hanya menulis kata-kata secara acak di atas beton. Tapi, jika Anda melihat lebih dekat, sebuah panah putih akan memberikan semacam petunjuk.
Kata-kata yang dia tuliskan adalah nama-nama tumbuhan liar atau rumput yang muncul di celah-celah trotoar atau dinding, yang sering kita abaikan, bahkan kita injak.
Ini adalah caranya untuk mengombinasikan kecintaannya pada kata-kata dan bercerita dengan pengetahuannya tentang herbal - serta keinginannya untuk menjaga ingatan dan kehidupan makhluk-makhluk yang sepertinya tidak penting.
"Memberikan nama pada benda-benda membuat mereka eksis," kata Soulard.

Sumber gambar, Etapes
Soulard melintasi jalan-jalan di kota Nantes, Prancis (dan kota-kota di sekitarnya), sembari membawa sebuah botol kecil berisi tinta ditemani sekelompok ahli botani pemula.
Gayanya teatrikal dan ekletik, menari penuh semangat seperti orang yang terlihat jauh lebih muda. Dia menggelar pertunjukan gratis, Belles de Bitume, yang kira-kira diterjemahkan menjadi 'keindahan aspal'. Dalam pertunjukan itu, Soulard mengajak peserta berwisata sekaligus bergabung dalam karya seni.

Sumber gambar, ouest-france
Pada suatu perjalanan, dia tiba-tiba berhenti dan menunjuk pada tangkai tumbuhan mungil berwarna hijau dan kuning yang muncul di celah antara dinding dan trotoar. Setelah dia mengumumkan namanya dalam bahasa Prancis, para pengikutnya membungkuk dan menuliskan kata-katanya pada hamparan tanah. Dia mengeja nama itu secara perlahan untuk peserta atraksinya yang tidak bisa berbahasa Prancis.
"Beberapa kata memiliki arti yang sama di sejumlah negara, sementara yang lainnya tidak," dia menjelaskan.
"Dandelion - pissenlit atau dent de lion dalam bahasa Prancis - mengacu pada daun-daun menyerupai gigi yang mengingatkan kita pada gigi singa. Bunga tersebut memiliki nama yang sama di Spanyol: diente de león. Dalam bahasa Inggris disebut dandelion, jadi ini adalah terjemahan dari bunyi kata tersebut, bukan dari artinya."

Sumber gambar, Helen Soteriou
Soulard yang lahir di Paris, pindah ke Nantes dengan dua saudara perempuannya ketika dia berumur 25 tahun, dan bekerja di toko herbal milik neneknya. Ketika neneknya meninggal pada 1998, Soulard pergi untuk mempelajari teater di Paris. Tetapi ketertarikannya pada tumbuh-tumbuhan tidak pernah hilang.
Ketika dia kembali ke Nantes pada 2001, Soulard ingin menemukan cara untuk memadukan kecintaannya pada bercerita dengan ketertarikannya pada kehidupan tumbuhan. "Saya melihat semua tanaman kecil ini, dan saya berpikir, 'seharusnya saya menuliskan nama untuk mereka'," jelasnya.

Sumber gambar, lanouvellerepublique
Membutuhkan lebih dari satu dekade bagi Soulard untuk menyusun proposal artistiknya dan menerima persetujuan dari pemerintah kota Nantes. Ketika dia meluncurkan Belles de Bitume pada 2014, foto-foto tulisan tangannya yang rapi cepat menyebar.
Sekarang, Soulard seperti menjadi selebriti lokal, tetapi tujuan utamanya belum berubah. "Saya ingin membuat para penonton senang dan merasa lebih ingin tahu tentang tanaman-tanaman," katanya.

Sumber gambar, gwenaellemontigne
Jadi jika lain waktu Anda melihat pucuk hijau muncul dari celah di trotoar, ingatlah sosok Soulard - dan lihatlah lebih dekat.
Belles de Bitume adalah cara Soulard untuk menggabungkan kecintaannya terhadap teater dengan latar belakang pengetahuannya tentang seluk-beluk herbal.
Anda bisa membaca artikel aslinya dalam The woman giving life to the spirit of plants atau artikel lain dalam BBC .











