Menyulap dan menghidupkan lagi gedung-gedung terlantar, inilah '10 proyek paling inovatif' di dunia

Sumber gambar, Building for Change, Gestalten 2022
Mengapa gedung-gedung ditelantarkansaat tidak lagi dibutuhkan? Sebuah buku baru mengungkap proyek-proyek menawan yang memanfaatkan gedung-gedung lama seperti pabrik, lumbung padi atau gandum, juga aula pasar, untuk sesuatu yang baru.
Berikut 10 ruang yang terinovatif dan menginspirasi di seluruh dunia, sebagai serial baru 'BBC Culture' Designed to Last.
"Pergeseran dalam cara kita hidup dan bekerja telah mengubah kota-kota kita secara radikal," tulis Ruth Lang dalam buku Gestalten yang baru Building for Change: The Architecture of Creative Reuse.
"Tuntutan spasial dari pola kerja telah benar-benar berubah selama 50 tahun terakhir."
Banyak gedung kami yang dapat bertahan sampai 50, bahkan 100 tahun; namun "gaya dan pola penggunaan yang berubah ini seringkali memperpendek rentang umur, yang terkadang jarang mencapai satu dekade".
Bukannya meninggalkan struktur-struktur bangunan itu, para perancang mengembangkan solusi inovatif "yang menemukan nilai pada bangunan yang telah ditinggalkan… sebagai pengganti obsesi kita terhadap kebaruan".
Buku Building for Change menggali bagaimana penggunaan kembali ruang secara kreatif dapat menjadi langkah maju untuk merancang ruang-ruang di seluruh dunia.
Sementara beberapa arsitek merestorasi dan menyesuaikan bangunan-bangunan yang ada untuk memenuhi tujuan baru, yang lain merancang struktur yang dapat dengan mudah digunakan kembali untuk pemakaian alternatif selanjutnya.
Sebagaimana dituliskan oleh Lang, "inovasi tidak selalu berarti menciptakan hal yang baru, hal itu dapat berarti mendekati sumber yang ada dengan cara yang baru".
Bahkan dengan ukuran tersebut, desain kreatif yang ambisius masih dimungkinkan, rancangan-rancangan "yang mendobrak batas-batas imajinasi arsitektur".
Di sini 10 proyek, termasuk bekas pabrik, pabrik gula, lumbung padi atau gandum dan aula pasar, mengungkap tanggapan yang paling cerdas dan imajinatif terhadap tantangan global yang semakin mendesak.

Sumber gambar, Terrence Zhang/Building for Change, Gestalten 2022
Baoshan WTE Exhibition Centre, Shanghai, China
Kokaistudios
Bekas pabrik baja di Shanghai telah diubah menjadi taman yang ramah lingkungan, yang mencakup pembangkit listrik dari limbah yang diubah menjadi energi listrik baru, rawa-rawa, pusat pameran dan perkantoran.
Salah satu bangunan industri terakhir yang tersisa di sekitar kota Luojing adalah pabrik di situs warisan budaya.
Para arsitek Kokaistudios menjaga strukturnya agar tetap utuh, memasang sistem panel modular independen di sekitar rangka baja yang ada, "membayangkan kembali pipa-pipa dan mesin-mesin yang berkarat sebagai fitur desain, bukannya sebagai masalah", demikian menurut Building for Change.
Pelindung polikarbonat dapat dipergunakan kembali dan material itu ringan, "memungkinkan ruang interior dapat diatur secara fleksibel, juga mengurangi biaya dan waktu konstruksi untuk beradaptasi seiring berkembangnya lokasi dan perubahan kebutuhan pengguna".
Hal itu berarti bahwa penampilan situs diubah "dari "kesan berat dan angkuh" menjadi "hangat dan bersahabat', bahkan di waktu malam ketika bangunan itu mengeluarkan cahaya dari dalam".
Baca juga:

Sumber gambar, Iwan Baan/Building for Change, Gestalten 2022
Kibera Hamlets School, Nairobi, Kenya
SelgasCano and Helloeverything
Sebagaimana struktur modular Baoshan yang berarti dapat dibongkar dan dipindahkan untuk digunakan kembali di masa depan pada lokasi alternatif, sebuah proyek di Denmark memasukkan kehidupan kedua ke dalam rancangan awalnya.
"Dalam pelaksanaan pembuatan paviliun sementara untuk Louisiana Museum of Modern Art di dekat Copenhagen, studio SelgasCano dari Madrid dan Helloeverything dari New York merancang kehidupan setelah mati untuk kreasi mereka", menurut Building for Change.
"Mereka merancang struktur yang tidak hanya sesuai dengan tujuan sesuai pengarahan, tetapi juga yang dapat dibongkar, diangkut dan dipindahkan ke tempat lain."
Bekas paviliun pameran sekarang menjadi sekolah bagi 600 murid di Kibera, salah satu daerah kumuh terbesar perkotaan di Afrika.
Fotografer Belanda, Iwan Baan, menyarankan kelahiran baru proyek tersebut, yang menyediakan fasilitas-fasilitas pendidikan untuk murid-murid taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah dalam 12 ruang kelas tertutup.
Memanfaatkan sistem scaffolding (perancah) modular yang universal, yang dapat dengan mudah diangkut dan diadaptasi, strukturnya dibangun selama lebih dari dua bulan oleh para arsitek dan 20 anggota masyarakat Kibera.

Sumber gambar, Building for Change, Gestalten 202
Alila Yangshuo Hotel, Guangxi, China
Vector Architects
Dikelilingi desa-desa kuno di dalam lingkungan yang dilindungi secara ekologis, pabrik gula dari tahun 1960 yang terbengkalai ini diubah menjadi hotel mewah oleh Ventor Architects.
Lanskap (bentang alam) merupakan fitur dari situs ini sebagaimana bangunannya, dan rangka strukturalnya. Sebelumnya digunakan untuk memindahkan dahan tebu ke perahu di Sungai Li di bawahnya, dia dibongkar sampai ke inti beton fungsionalnya, yang sekarang membingkai bangunan kolam yang baru dibangun.
Konstruksi asli dari bangunan ini sebagian besar dipertahankan dan disederhanakan, dengan satu sayap hotel yang berfungsi sebagai penghalang suara ke jalan raya yang membentang di sepanjang lokasi.
Baca juga:

Sumber gambar, Iwan Baan/Building for Change, Gestalten 2022
Zeitz Museum of Contemporary Art Africa, Cape Town, Afrika Selatan
Heatherwick Studio
Lumbung padi atau gandum dari tahun 1920 di Victoria & Alfred, Cape Town, ini adalah bangunan tertinggi di sub-Sahara, Afrika, hingga pertengahan tahun 1970-an, dan telah dinonaktifkan sejak tahun 1990.
"Bangunan gaya pertanian merupakan lambang sejarah kolonial di Afrika Selatan, begitu juga bab lain di masa depan pasca-Apartheid," menurut Building for Change.
"Perubahannya mematahkan kaitan-kaitan bersejarah tanpa mengabaikannya, untuk membentuk apa yang kemudian dikenal sebagai museum terbesar di dunia, yang dipersembahkan untuk seni kontemporer Afrika dan diaspora."
Heatherwick Studio di London memahat delapan dari 42 pilar beton bertulang yang membentuk lift biji-bijian dan ruang tambahan untuk penyimpanan, untuk membangun 80 galeri di enam tingkat, serta ruang kosong besar di tengah "di mana sifat dan kompleksitas ruangan ini akhirnya dapat dihargai".

Sumber gambar, Koji Fujii/Building for Change, Gestalten 2022
Kamikatsu Zero Waste Centre, Kamikatsu, Jepang
Hiroshi Nakamura & NAP
"Pada tahun 2003, setelah penghentian secara paksa insinerator limbahnya, pemerintah kota mengeluarkan Zero Waste Declaration yang mewajibkan penduduk di daerah tersebut untuk menggunakan kembali semua sampah yang dihasilkan, atau didaur ulang untuk mengurangi pengurangan tempat pembuangan sampah atau pembakaran," demikian menurut Building for Change.
"Sebuah pusat pembuangan sampah baru dibangun di mana penduduk dapat memisahkan dan mengambil sampah untuk didaur ulang dan digunakan kembali, bukannya meningkatkan kadar emisi karena mengirimkan sampah ke kota terdekat untuk diproses."
Untuk menantang persepsi umum tentang "pusat sampah", situs itu mencakup sebuah toko yang menjual barang-barang bekas, aula pertemuan, binatu, hotel dan ruang pendidikan untuk penelitian tentang cara meningkatkan penggunaan kembali.
Denah berbentuk tapal kuda memungkinkan akses yang mudah menuju barang-barang, sementara konstruksi pusat menggabungkan sampah rumah tangga, sekolah dan bangunan pemerintah yang ditinggalkan di daerah yang tidak berpenghuni, termasuk 700 jendela yang diambil dari dinding bangunan, ditunjang oleh peti-peti plastik yang pernah digunakan untuk memanen jamur.
Penduduk lokal sekarang mendaur ulang 80% sampahnya, dibandingkan dengan rata-rata nasional sebanyak 20%.
Baca juga:

Sumber gambar, Building for Change, Gestalten 2022
Qinglongwu Capsule Hotel and Library, Jinhua, China
Atelier tao+c
20 kamar tidur kapsul di bekas gudang ini dikelilingi oleh rak buku yang terbuat dari bambu lokal, sementara kamar mandi terletak di ruang atap.
Para arsitek dari Atelier tao+c mengatur kamar tidur di seluruh gedung, diselingi dengan ruangan setinggi dua kali yang menambah kesan ringan yang diciptakan oleh kerangka gantung.
Konstruksi yang berdiri sendiri terpisah dari ornamen-ornamen gedung, dan di beberapa tempat kerangka baja disembunyikan di dalam rak buku, memberikan privasi.

Sumber gambar, Building for Change, Gestalten 2022
EOI Melilla Language School, Melilla, Spanyol
Ángel Verdasco Arquitectos
Salah satu dari dua kota otonom di Spanyol terletak di Afrika Utara, Melilla, di dekat perbatasan Maroko.
Ketika bangunan pasar utamanya tutup di tahun 2003, hal itu "menciptakan perpecahan dalam persatuan di lingkungan," menurut Building for Change, karena pusat komersial yang berusia 90 tahun itu adalah "katalisator sosial, yang menghubungkan komunitas Kristen, Muslim dan Yahudi di kota itu."
Ángel Verdasco Arquitectos yang memenangkan kompetisi pada 2008 mencari rancangan yang dapat mewujudkan nilai-nilai sosial pasar, mereka mengajukan proposal untuk mengubah situs itu menjadi sekolah musik, sekolah bahasa dan pusat pendidikan untuk orang dewasa, menyediakan "hubungan lintas budaya" yang menawarkan sebuah tempat berinteraksi bagi berbagai komunitas Melilla.
Tembok-tembok pasar yang asli dibiarkan berdiri, menutupi struktur di dalamnya dan dibangun di atas "kenangan dan ciri-ciri pasar yang mungkin telah hilang".
Sebuah bingkai jeruji dari aluminium merupakan suatu reinterpretasi kontemporer dari arsitektur Islam setempat, seperti sekat penjara yang berlubang yang mengatur cahaya dan ventilasi melalui ruangan di dalam.

Sumber gambar, Building for Change, Gestalten 2022
Di dalam aula pasar yang tidak digunakan lagi, sudah diperbaiki, di mana "sebuah struktur baru yang menggemakan tujuan sosial dari bangunan bersejarah telah dibangun", menurut Building for Change.
"Ruang tengah itu bertindak sebagai tempat meditasi untuk berbagai komunitas dan fungsi yang menempati lokasi tersebut," dan membangkitkan multikulturalisme "dengan menyesuaikan kembali bangunan pasar untuk tujuan barunya".
Baca juga:

Sumber gambar, Taran Wilkhu/Building for Change, Gestalten 2022
Castle Acre Water Tower, Norfolk, Inggris
Tonkin Liu
"Menara air di Norfolk, Inggris, yang dibangun pada tahun 1952 ini awalnya tidak dianggap layak untuk dilestarikan oleh otoritas setempat," menurut Building for Change.
"Sebelumnya disimpan di lapangan terbang, kemudian reruntuhannya dilelang."
Untungnya, menara itu diselamatkan oleh pemilik baru yang kemudian mengubahnya menjadi rumah mereka.
Dengan memotong pinggiran jendela, dan mengganti satu baris kisi baja berpanel membentuk dinding tangki, para arsitek menghasilkan pemandangan lanskap sekitarnya yang indah.

Sumber gambar, Building for Change, Gestalten 2022.
Sebuah tangga kayu menahan menara, mencegah atap bergeser ke tingkat yang lebih rendah saat angin kencang, sementara menara tangga berfungsi sebagai cerobong termal, menciptakan ventilasi ketika jendela-jendela tertutup.
Bahan-bahan dari limbah digunakan kembali, dengan bagian-bagian yang dibungkus dengan panel yang terbuat dari aluminium-plastik.

Sumber gambar, Building for Change, Gestalten 2022
Tai Kwun Centre for Heritage and Arts, Hong Kong
Herzog & de Meuron
"Dibangun sebagai lokasi pemukiman oleh pemerintah Inggris setelah menguasai Hong Kong pada 1841, kantor polisi, kejaksaan dan Penjara Victoria, semuanya dilindungi
Bersama dengan 16 bangunan bersejarah, mereka menempati "proyek konservasi gedung warisan terbesar di Hong Kong," menurut Building for Change.
Bangunan-bangunan ini begitu tua sehingga tidak memiliki catatan konstruksi, yang berarti para insinyur perlu melakukan investigasi forensik untuk merancang metode perbaikan yang tepat.
Terdapat tantangan lain saat membuat dua struktur baru, yaitu meminimalkan getaran selama pengerjaan untuk menghindari kerusakan bangunan yang ada, serta menggunakan cara-cara inovatif untuk membuat fondasi karena kepadatan situs yang tinggi di situs yang sekarang menjadi pusat budaya dan perbelanjaan.
Baca juga:

Sumber gambar, Building for Change, Gestalten 2022
Lakeside Plugin Tower, Beijing, China
People's Architecture Office
Sebuah contoh awal yang memamerkan manfaat konstruksi modular, Lakeside Plugin Tower yang terletak di area lahan pertanian yang dilindungi itu, dimaksudkan agar dapat menyentuh tanah dengan hati-hati, meminimalkan gangguan terhadap ekologi, penampungan air dan kehidupan satwa liar di lokasi tersebut, serta memungkinkan pemindahan yang mudah ke lokasi lain di masa depan.
"Modul ini dirancang untuk kemudahan transportasi dari pabrik tempat mereka prefabrikasi, dan dapat dirakit tanpa pekerja terampil," demikian menurut Building for Change.
Berbagai macam bentuk dan konfigurasi potensial "memungkinkan perakitan yang lebih kreatif, memungkinkan pengguna memiringkan unit tersebut untuk memanfaatkan pemandangannya, dan untuk menciptakan kombinasi tekstur dan warna yang berbeda dengan panel".
Hal ini mengubah peran arsitek, yang menyerahkan kendali atas tata letak, bentuk, ukuran dan warna.
Juga untuk memperpanjang umur bangunan, hampir tanpa batas.
"Struktur langsung pasang rumah dirancang untuk ditambahkan dan diadaptasi dari waktu ke waktu, karena perkembangan teknologi dan kebutuhan penghuninya."
---
Naskah dalam bahasa Inggris dapat Anda baca di sini Designed to Last: 10 of the world's most ingenious buildings, di rubrik BBC Culture.












