Perenang AS, Michael Phelps, raih medali emas ke-21

Sumber gambar, AP
Perenang Amerika Serikat, Michael Phelps, merebut medali emas ketiga pada Olimpiade Rio setelah berjaya di kategori estafet gaya bebas 4x200 meter. Bagi Phelps, medali emas tersebut adalah medali emas ke-21 sepanjang lima Olimpiade.
Kuartet Phelps, Conor Dwyer, Francis Haas, dan Ryan Lochte, tampil mendominasi dengan mencatat waktu 7:00,66 atau terpaut tiga detik di depan tim Inggris, yang menempati peringkat dua.
- <link type="page"><caption> Raih medali emas ke-19, perenang Michael Phelps catat rekor </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160807_olahraga_olimpiade_phelps_rekor" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mengapa banyak atlet Olimpiade jalani praktik bekam?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160808_olahraga_olimpiade_bekam" platform="highweb"/></link>
Performa Phelps dalam kuartet tersebut mendapat sorotan mengingat satu jam sebelumnya dia merebut medali emas pada kategori 200 meter gaya kupu-kupu dengan mencatat waktu 1 menit dan 53,36 detik. Medali emas pertama di Olimpiade Rio didapat Phelps pada kategori estafet gaya bebas 4x100 meter.

Sumber gambar,
Kemenangan itu semakin berarti karena empat tahun lalu, pada Olimpiade London 2012, Phelps kalah di kategori yang sama dari perenang Afrika Selatan, Chad le Clos. Namun, kini, sang juara bertahan justru harus puas berada di peringkat empat.
Atas prestasi Phelps, Adrian Moorhouse yang meraih medali emas Olimpiade 1988 pada kategori 100 meter gaya dada, menyanjungnya.
“Lomba yang fantastis. Michael Phelps menakjubkan. Saya pikir mereka akan mendahuluinya, tapi dia berhasil lolos. Sekarang Anda bisa menyebut dia terbaik sepanjang masa. Dia hebat, dia tak terkalahkan,” kata Moor.
Phelps kini tercatat sebagai orang nomor satu dalam daftar atlet peraih medali emas Olimpiade terbanyak sepanjang sejarah. Jumlah medali yang dia rebut pun dua kali lebih banyak dari peringkat kedua dalam daftar tersebut, yakni pesenam Larisa Latynina yang berlaga untuk bekas negara Uni Soviet.





