Rusia batal terima sanksi larangan total Olimpiade Rio

Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan untuk tidak melarang seluruh tim Rusia dalam pesta olahraga Olimpiade Rio de Janeiro setelah penyelidikan menemukan bahwa para atlet negara itu mengikuti program doping yang dijalankan negara selama empat tahun.
IOC mengatakan setiap federasi cabang olahraga sekarang harus melakukan analisis catatan antidoping setiap atlet dengan menggunakan uji doping yang dapat dipercaya saja.
Dengan keputusan ini maka setiap atlet Rusia yang boleh bertanding akan menjalani tes yang lebih ketat.
- <link type="page"><caption> Komite Olimpiade akan tentukan nasib kontingen Rusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/07/160719_olahraga_rusia_olimpiade" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Banding Rusia untuk atletik Olimpiade Rio ditolak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/07/160721_olahraga_rusia_atletik" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> IOC dukung larangan bertanding atlet Rusia di Olimpiade Rio</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/06/160621_olahraga_olimpiade_rusia" platform="highweb"/></link>
Diputuskan pula bahwa atlet-atlet Rusia yang sebelumnya dikenai sanksi terkait doping tidak diizinkan untuk terjun dalam Olimpiade Rio yang akan dibuka pada tanggal 5 Agustus mendatang.
"Kami telah menetapkan peraturan ketat dengan memasukkan sejumlah kriteria sangat ketat yang harus dipatuhi oleh setiap atlet Rusia yang ingin berpartisipasi dalam Olimpiade Rio 2016," kata Presiden IOC, Thomas Bach pada Minggu (24/07).

Sumber gambar, AP
Keputusan itu, menurutnya, diambil untuk menjaga keseimbangan antara tanggung jawab kolektif dan hak keadilan bagi setiap atlet.
Sebelumnya Badan Antidoping Dunia (WADA) menyebutkan seluruh tim Rusia seharusnya dilarang bertanding dalam Olimpiade Rio de Janeiro.
Laporan WADA menyebutkan Kementerian Olahraga Rusia menjalankan rekayasa penipuan di banyak cabang olahraga.









