IOC dukung larangan bertanding atlet Rusia di Olimpiade Rio

Sumber gambar, Reuters
Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan dukungan terhadap sebuah keputusan yang diambil minggu lalu oleh Badan Atletik Dunia (IAAF).
Keputusan itu menyatakan atlet Rusia harus tetap dilarang ikut serta perlombaan di pesta Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil.
Pernyataan ini dikeluarkan pada Selasa (21/06) setelah muncul sejumlah tuduhan bahwa atlet-atlet Rusia memakai obat ilegal dengan sokongan pemerintah Rusia. Tuduhan tersebut mengemuka menjelang pesta olah raga Olimpiade di Rio de Janeiro tahun ini.
- <link type="page"><caption> Larangan bertanding bagi atlet Rusia 'tak adil', kata Putin</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160618_dunia_putin_doping" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Empat atlet Rusia dijatuhi sanksi karena doping</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/01/160126_olahraga_rusia_doping" platform="highweb"/></link>
Presiden IOC, Thomas Bach, juga mengatakan atlet manapun dari Rusia atau Kenya yang melanggar peraturan perlu mendapatkan izin federasi olahraga dunia untuk ikut bertanding di Rio.
Rusia menyatakan akan mengajukan banding.
Pada Sabtu (18/06) Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa tak adil jika atlet Rusia dilarang bertanding dalam kompetisi internasional, termasuk Olimpiade 2016 di Rio.
"Ada prinsip-prinsip hukum yang diakui secara universal dan salah satunya adalah tanggung jawab itu terletak pada perseorangan," kata Putin.
IAAF melarang Rusia bertanding pada November 2015, setelah Asosiasi Antidoping Dunia (WAdA) melaporkan budaya doping yang luas, dan bahkan melibatkan dinas rahasia.









